Wednesday, 21 October 2026


Rubaru, Sentra Bawang Merah dan Cabai Rawit di Pulau Garam

27 Jun 2021, 11:09 WIBEditor : Yulianto

Dirjen Hortikultura, Prihasto Setyanto saat mengunjungi sentra bawang merah di Madura

TABLOIDSINARTANI.COM, Sumenep---Pulau Madura selama ini memang lebih banyak dikenal sebagai sentra tembakau dan jagung. Namun kini wilayah yang dikenal sebagai Pulau Garam ini juga bergerak menjadi sentra bawang merah dan cabai rawit.

Salah satunya di Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep. Ketua Kelompok Tani Batu Langit, Desa Lebeng Barat Kec. Pasongsongan, Abdul Adim tak menampik bawang merah varietas rubaru ini diminati petani untuk dibudidayakan.

"Varietas ini kebanggaan kami, petani juga sangat berminat menanamnya, dan disukai masyarakat, gampang jualnya, dan enak harganya,” katanya.

Pada kunjungan kerjanya di Desa Karangnangka, Kec. Rubaru, Kab. Sumenep-Jatim ini, Dirjen Hortikultura, Prihasto Setyanto mengapresiasi petani Sumenep yang juga telah mengembangkan bawang merah dan cabai rawit varietas lokal. Cabai rawit ini disebut-sebut aviliasi dari varietas Sigantung.

Terpantau di lapangan, sekitar 40 ha telah memasuki masa panen dari total 326 ha. Rata-rata total panen petani bisa mencapai 64 ton/hari untuk memenuhi konsumsi cabai rawit baik di Jawa Timur maupun di Jawa Tengah dan sekitarnya. Saat ini harga cabai rawit di tingkat petani Rp 12.500/kg, namun harga itu masih menguntungkan petani.

Selain mengunjungi pertanaman cabai di Desa Karangnangka, Kec. Rubaru, Dirjen Hortikultura juga mengunjungi pertanaman bawang merah di Desa Rajun, Kec. Pasongsongan. Sebagai sentra bawang merah off season di Jawa Timur, pertanaman bawang merah varietas rubaru ini di ketahui panen 3 kali dalam setahun, dengan luas pertanaman 700 ha.

Ditemui di kantornya, Bupati Sumenep Achmad Fauzi mengaku akan mendukung penuh program Kementan yang dilaksanakan di Sumenep. “Kami berterimakasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Menteri Pertanian SYL yang telah memberikan bantuan kepada petani Sumenep," ucapnya.

Senada dengan Bupati Sumenep, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kab. Sumenep, Arif Firmanto mengatakan, varietas bawang merah rubaru ini akan menjadi unggulan petani.  

"Bawang merah varietas rubaru ini memiliki kelebihan komparatif, seperti tahan HPT, sangat cocok diolah menjadi bawang goreng, kandungan airnya lebih sedikit, aroma harumnya khas dan gurihnya tidak akan kalah dengan varietas bawang merah yang lain. Insya Allah kedepannya varietas ini akan menembus pasar ekspor,” tuturnya.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018