Saturday, 23 October 2021


Kebun Sayur dan  Buah di Tengah Kampus Trilogi

05 Jul 2021, 18:33 WIBEditor : Yulianto

Ahmad Rifki Fauzi, Dosen Universitas Trilog bersama Inanpi Hidayati, Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis dan Bioindustri Universitas Trilogi | Sumber Foto:Echa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Gerakan pertanian kota (urban farming) di Ibukota Jakarta, ternyata bukan hanya dilakoni ibu rumah tangga di pekarangan rumah atau  jalan-jalan perumahan. Salah satu perguruan tinggi yang aktif membuat pertanian kota adalah Universitas Trilogi Jakarta.

Ahmad Rifki Fauzi, Dosen Universitas Trilogi mengatakan, kebun halaman atau yang biasa disebut urban farming di Universitas Trilogi merupakan salah satu pilot project untuk memanfaatkan lahan yang sempit, tapi berguna bagi sesama.

“Muaranya perlahan, tapi pasti bisa menjadi sumber penghasilan bagi mahasiswa dan masyarakat yang terlibat,” ujar Rifki saat Webinar Haryono Show bertema ‘Merancang Kebun Keluarga dan Lingkungan’ dalam rangka hari Keluarga Nasional, beberapa waktu lalu.

Rifki mengatakan, meskipun berkedudukan di pusat kota, Universitas Trilogi akan selalu berkomitmen menciptakan kemandirian pangan di Indonesia. Pihaknya memandang kampus bukan hanya pangggung akademik, tetapi juga sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat.

Universitas Trilogi yang memiliki tiga pilar yakni teknososiopreneur, kolaborasi dan kemandirian mendorong civitasnya dan masyarakat sekitar untuk selalu berkolaborasi dalam mencari solusi atas berbagai persoalan yang ada.

Di kebun ini kami bukan hanya satu atau dua teknologi, tapi ada beberapa teknologi yang diaplikasikan. Kami tanam sayuran dan buah, bahkan sudah panen beberapa kali seperti, cabe, tomat dan terong,” katanya.

Rifki mengatakan, sebagai sarana edukasi dan pemberdayaan kebun ini dibangun sejak 2014. Awalnya untuk keperluan praktikum atau sarana pembelajaran untuk mahasiswa. Pada tahun 2015, kebun tersebut berkembang dan bisa dimanfaatkan masyarakat, terutama di sekitar kampus. Kebun ini mulai dari 200 meter kemudian berkembang sampai 1000 meter persegi terdiri dari dua blok,” katanya.

Karena semakin berkembang, lanjut Rifki, bersama salah satu perusahaan benih multi nasional, Universitas Trilogi bekerjasama membangun pusat pelatihan urban farming. Ini merupakan pusat urban farming pertama di Jakarta dan mungkin satu-satunya universitas yang punya urban farming,” tambahnya.

Rifki mengungkapkan, teknologi yang dikembangkan adalah menggunakan lahan yang sempit, sehingga tidak menghalangi masyarakat memiliki taman minimalis yang dapat menyejukkan ruangan. Misalnya, taman vertikal (vertical garden), sehingga masyarakat yang ingin membuatnya tidak harus menyewa jasa penata taman profesional.

“Cara ini kita dapat membuat dengan mudah menggunakan wiremesh tower garden memanfaatkan wiremesh. Kita bentuk menjadi sebuah wadah untuk diisi media tanam, kemudian bisa ditanami. Ini sudah kami kembangkan sejak tahun 2017 sampai sekarang terus kami teliti,” katanya.

Inanpi Hidayati, Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis dan Bioindustri Universitas Trilogi mengatakan, lahan urban farming di Universitas Trilogi ada sekitar 1.000 meter persegi. Ada beberapa percontohan seperti greenhouse, growbox dan beberapa percontohan kebun sayur.

Reporter : Echa
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018