
Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati bersama petani saat Gerbas Tani Lumajang
TABLOIDSINARTANI.COM, Lumajang---Pandemi Covid-19 yang belum juga surut telah berdampak pada ekonomi, termasuk petani. Untuk membantu pemasaran produk hasil panen petani, Pemerintah Daerah Lumajang mencanangkan Gerbas Tani (Gerakan Belanja Sayuran di Lahan Petani).
Gerakan ini dilatarbelakangi anjloknya harga sayuran. Nah, untuk meningkatkan pendapatan petani, Penyuluh Pertanian dan Pemerintah Desa Kedungrejo, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang Jawa Timur, berinisiatif membuat Gerbas Tani.
“Gerbas Tani diharapkan dapat menjadi percontohan bagi daerah lain untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” kata Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati saat meresmikan Gerbas Tani di Desa Kedungrejo, Kecamatan Rowokangkung.
Indah menilai, kegiatan ini merupakan salah satu contoh ide kreatif desa dan kelompok tani dalam meningkatkan pendapat perekonomian dari hasil pertanian. “Harapannya kegiatan ini bisa menjadi percontoh di semua wilayah di Kabupaten Lumajang," ujarnya.
Menurut Indah, jika masyarakat membeli langsung ke petani, maka harganya mungkin lebih murah dibandingkan di pasar. Ini akan berbeda dengan pedagang (tengkulak), pasti harganya di petani akan jauh lebih murah karena akan dijual lagi ke pasar. “Kegatan ini luar biasa sekali,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Rowokangkung, Aziz Fachurrozi mengatakan, kegiatan itu merupakan ketiga kali yang diadakan rutin setiap tahun sekali di wilayahnya. "Jadi ini merupakan tahun ke tiga. Kemudian ini juga diadakan setiap Juli, karena bertepatan dengan hari Krida, selain itu puncak panen ada di Juli," katanya.

Gerbas tani ini adalah agenda rutin sejak 3 tahun yang lalu, tapi tahun ini lebih lengkap. Lahan Gerbas Tani dikemas dengan gelar teknologi pertanian pada lahan seluas 2,4 ha yang ditanami 27 jenis tanaman sayuran. Diantaranya, jagung pulut/ketan, bawang merah, kubis, sawi, dan lain-lain, serta dilengkapi dengan tanaman refugia.
Tanaman refugia selain sebagai penarik musuh alami hama tanaman juga sebagai penarik masyarakat datang ke area Gerbas Tani. Selain menjual berbagai jenis sayuran, tapi juga sebagai wahana untuk memberikan wawasan dan edukasi kepada masyarakat tentang dunia pertanian.
Tidak kalah pentingnya adalah minat dari pengunjung untuk mengabadikan berfoto ria ditengah taman bunga yang indah. Gerbas Tani berlangsung dari 2-4 Juli 2021.
Heru Afandi, Penyuluh Pertanian inisiator Gerbas Tani melihat, Gerbas Tani mampu menarik minat masyarakat Kabupaten Lumajang untuk berkunjung. Bahakan sebelum pembukaan, pengunjung sudah banyak yang datang.
“Untuk membatasi jumlah pengunjung per harinya, panitia membuka selama 2 bulan. Pengunjung tidak perlu khawatir karena sayuran dan bunga akan tersedia selama 2 bulan,” kata Heru.
Sementara itu, Imelda Safitri, Penyuluh Pertanian Madya Kab. Lumajang menambahkan, Gerbas Tani ini dapat dicontoh kecamatan lain dengan komoditi unggulan spesifik lokasi di daerahnya masing-masing untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Lumajang.
“Gerbas Tani merupakan langkah yang tepat dalam menstabilkan dan meningkatkan harga panen dari hasil pertanian. Semoga muncul Gerbas Tani lainnya, petani bisa mengendalikan harga panen, mendapatkan hasil dari pengunjung di area refugia sehingga pendapatan petani meningkat,” harapnya.