Tuesday, 03 August 2021


Mau Berbisnis Melon? Ini Trik Budidaya Jitu dari Pakar

19 Jul 2021, 09:14 WIBEditor : Gesha

Budidaya melon | Sumber Foto:Warta Handayani

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Siapa tak kenal dengan melon?rasanya yang manis, segar dan banyak nutrisi, melon dapat dikonsumsi langsung maupun diolah menjadi jus dan salad. Mulai terpikir untuk tanam melon sendiri? Ini beberapa saran jitu dari pakar yang bisa dipraktekkan langsung.

"(Kalau mau serius berbisnis) budidaya melon yang perlu diperhatikan adalah pemilihan lahan tanam melon, yaitu ada sumber air, ketinggian hingga 500 meter dpl dan relatif rata, jarak terhadap pasar tidak jauh, dan tersedia tenaga kerja. Selanjutnya adalah pemilihan benih, sebaiknya benih hibrida F1 karena memiliki produktivitas lebih tinggi," tutur praktisi hortikultura, Abdul Hamid dalam Pelatihan Budidaya Melon secara virtual bertema “Trik Sukses Budidaya Melon” pada Sabtu (17/7) bekerjasama dengan Masyarakat Pecinta Buah dan Sayur Nusantara (MPBSN).

Diakui Hamid, melon banyak dibudidayakan petani karena umur panen yang pendek, sekitar 63 hari setelah tanam (HST) , sehingga memungkinkan untuk panen 4 kali setahun. "Melon nantinya dapat dipanen pada umur sekitar 63 HST tergantung varietas dengan tingkat kemanisan yang tinggi, dan ini digemari konsumen," ungkapnya.

Lebih lanjut Hamid menjelaskan, tahapan budidaya melon meliputi pemilihan lahan, persemaian, pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan (mencakup pemupukan, pengendalian OPT, pengairan, pemasangan ajir, pemangkasan), dan seleksi buah dan terakhir adalah panen. “Menyehatkan tanah sangat penting, yaitu dengan cara pemberian pupuk kandang, pemberian mikroorganisme yang bermanfaat, serta pemberian humic acid (asam humat) yang kaya bahan organik. Bila tanah sehat maka tanaman juga sehat,” tambahnya.

Kemudian saat pengapuran lahan, Hamid menyarankan pengapuran dengan dolomit dilakukan setelah pembersihan atau bajak pertama, idealnya 40 hari sebelum tanam pemberian pupuk kandang sebelum pembajakan kedua. Kemudian diberikan pupuk kandang 20 ton/ha. Saat pengolahan tanah juga diberikan mikrorganisme hayati yang bermanfaat, seperti agen hayati Trichoderma, sp yang sangat efektif mencegah penyakit busuk pangkal batang, dan busuk akar yang menyebabkan tanaman layu. Lalu pemberian Pembenah Tanah humic acid yang bermanfaat untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan tanaman.  

Untuk media semai, Hamid menjelaskan media semai terdiri dari sekam bakar/cocopeat, pupuk organik, tanah dengan perbandingan 7 : 2 : 1 tambahkan surmikas (humic acid premium). "Setelah itu dilakukan pengadukan seluruh komponen media, kemudian masukkan media semai ke dalam tray persemaian," tambahnya.

Tahap Penanaman

Langkah selanjutnya adalah pembentukan Bedengan. Hamid mengatakan, ada perbedaan untuk musim hujan dan musim kemarau. "Musim hujan menggunakan bedengan dengan Lebar = 110 – 120 cm, Tinggi = 50 – 60 cm, dan lebar selokan = 70 – 80 cm. Sedangkan musim kemarau Lebar = 110 – 120 cm, Tinggi  = 30 – 40 cm, dan lebar selokan = 60 – 70 cm. Sedangkan jarak tanam 60 x 60 cm," bebernya.

Pada saat terik matahari, pemasangan mulsa ditarik kuat agar permukaan rapi dan tidak kendur. "Sebelum tutup mulsa semprotkan surmikas dengan dosis 250 – 500 gram per 1400 meter persegi. Bedengan dengan panjang 12 meter dibutuhkan mulsa 11,5 meter. Usahakan pH 6,5 agar waktu jelang tanam minimum pH 6,” kata Hamid.

Saat penanaman,buat lubang tanam dengan sistem tugal dengan jarak tanam 50 x 50 cm, kedalaman 4-5 cm (double row/dua baris. Sedangkan single row / satu baris pembuatan lubang tanam dengan sistem tugal dengan jarak 50 cm. Setelah itu tanami satu bibit melon, tutup kembali lubang yang sudah ditanami dengan tanah.

"Lakukan penyiraman bibit ditanam tergantung kelembaban tanah. Jika ada bibit yang mati lakukan penyulaman pada 2-3 HST," tambahnya. Pemeliharaan dilakukan pada 7 – 10 HST, kemudian 15 HST, 24 HST, 30 HST, 35 – 37 HST, dan 44 HST dengan mengaplikasikan pupuk NPK, humic acid, nano Allwintop, dan pemberian anti virus untuk tanaman.

Masa panennya adalah saat umur 63 HST, namun tergantung varietas. "Jika ukuran buah sudah memadai, lakukan sortasi. Petani bahkan ada yang berhasil menanam dengan tingkat kemanisan 17,5 brix,” kata Hamid.

 Link Materi : PELATIHAN BUDIDAYA MELON

====

TABLOID SINAR TANI juga memiliki beragam pelatihan online maupun FGD menarik lainnya,

Biar tidak ketinggalan, Please Subscribe Media Sosial Tabloid Sinar Tani dan Share sebanyak-banyaknya.

Youtube : SINTA TV (https://bit.ly/3krjz5e)

Facebook Page : TABLOIDSINARTANI.COM (https://bit.ly/3kvBCYa)

Instagram : @tabloidsinartanicom (https://bit.ly/3rg2XyC)

 

twitter : @SinarTaniST (https://bit.ly/3kyzXkm)

 

 

 

 

 

 

Reporter : Indri
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018