Sunday, 24 October 2021


Turun  Terus, Konsumsi Pisang Digenjot

28 Jul 2021, 19:03 WIBEditor : Yulianto

Pisang sumber gizi yang banyak diminati masyarakat dunia | Sumber Foto:Dok. Sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Kementerian Pertanian melalui Badan Ketahanan Pangan mengajak masyarakat untuk mengonsumsi pisang. Sebagai sumber karbohidrat, pisang juga kaya manfaat, bukan hanya bikin kenyang tapi juga lebih sehat.

Kepala Badan Ketahanan Pangan, Agung Hendriadi mengakui,  saat ini konsumsi pisang terus menurun. Jika tahun 2017 mencapai 9,1 kg/kapita/tahun, maka tahun 2020 hanya 6,6 kg/kapita tahun. Tahun 2021 ditargetkan sebanyak 8,1 kg/kapita/tahun.

“Sentra produksi pisang kita ada di Jawa Timur, Jawa Barat, Lampung, Bali, Banten, NTT dan NTB. Konsumsi pisang kita sendiri makin hari makin menurun dibanding tahun 2018 turun, mudah-mudahan 2021 bisa naik,” ujarnya saat Webinar Eksplorasi Pangan Lokal: Pisang, Kenyang Ngga Harus Nasi yang diselenggarakan Tabloid Sinar Tani, Rabu (28/7).

Dengan berbagai upaya, Agung berharap akhir 2024 bisa diangka 9,5 kg/kapita/tahun. Untuk itu perlu dikembangkan penyediaan pisang melalui pemberdayaan UMKM, sehingga mampu meningkatkan ketersediaan pisang dan olahannya sebagai substitusi pangan lokal. Target peningkatan konsumsi pangan sumber karbohidrat non beras tersebut difokuskan pada provinsi yang telah memiliki angka konsumsi cukup tinggi,” katanya.

Konsumsi Pisang

Langkah ini menurut Agung, didasarkan pada pertimbangan bahwa masyarakat di provinsi tersebut telah terbiasa mengkonsumsi bahan pangan tersebut. Dengan demikian, upaya peningkatan konsumsi akan relatif lebih mudah dilakukan.

“Upaya peningkatan konsumsi pangan sumber karbohidrat di suatu wilayah akan memerlukan tambahan penyediaan (produksi), yang dapat dipenuhi melalui peningkatan produktivitas maupun perluasan areal dalam jumlah terbatas,” tuturnya.

Dikatakan, peningkatan konsumsi pisang difokuskan pada Provinsi Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan Maluku Utara. Peningkatan tersebut dapat dipenuhi dari intensifikasi dengan target produktivitas 100 ton/ha dan ekstensifikasi.

Agung memberikan, catatan bahwa pisang yang dikembangkan dan dikonsumsi bukan merupakan pisang buah. Namun, pisang sumber pangan pokok seperti jenis kepok, tanduk, ‘goroho’, ‘mulu bebe’ dan pisang jenis plantain lainnya.

Ada tiga strategi pemerintah mendorong diversifikasi pangan lokal, termasuk meningkatkan konsumsi pisang. Pertama, peningkatan produksi. Kedua, promosi yang bersifat formal dan informal. Formal melalui peraturan gubernur, bupati/kota, sedangkan informasl melalui media sosial.

Ketiga, memperbaiki akses masyarakat terhadap pangan lokal. Misalnya, melalui penguatan UMKM pangan lokal, pembiayaan melalui KUR dan branding. “Pemerintah juga membantu dengan membuka pasar melalui market place, baik fisikal maupun digital,” ujarnya.

Reporter : Echa
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018