Saturday, 23 October 2021


Aneka Jenis Pisang, Cocok untuk Dibuat Tepung!

28 Jul 2021, 21:41 WIBEditor : Gesha

Tepung pisang | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Tak semua jenis pisang cocok diolah menjadi tepung. Jika salah memilih jenis, tepung pisang yang dihasilkan justru bikin gagal. 

Banyak nutrisi kebaikan yang terdapat dalam buah pisang sehingga sangat bagus untuk kesehatan tubuh. Salah satu cara mengolah pisang adalah dengan diolah sebagai tepung.

Owner Tepung Pisang Gedhang, Ari Widodo dalam Webinar EKSPLORASI PANGAN LOKAL: Pisang, #KenyangNggaHarusNasi yang diselenggarakan Tabloid Sinar Tani bersama Badan Ketahanan Pangan, Rabu (28/7), mengatakan dari pengalamannya, hampir semua jenis pisang bisa diolah menjadi tepung. 

"Kita pilih pisang yang mentah namun sudah tua. Paling penting adalah dengan memisahkan tanin dan oksalatnya agar tepung pisang menjadi bagus, " jelasnya. 

Pisang yang matang tidak dapat diolah menjadi tepung karena kandungan pati dalam buah sudah berubah menjadi gula.

Sementara menurut Guru Besar Institut Pertanian Bogor, Prof Sobir, jenis pisang tanduk, pisang kepok, pisang nangka cocok untuk dijadikan tepung pisang. "Istilahnya pisang-pisang yang tergolong cooking banana atau harus diolah dahulu baru dikonsumsi," tambahnya. 

Prof Sobir menambahkan, jenis pisang yang lebih baik dijadikan tepung adalah dari jenis plantain. Pisang jenis plantain memiliki kadar pati yang lebih tinggi dan kadar gula yang lebih rendah dibandingkan jenis banana (yang bisa dikonsumsi langsung). 

Bahkan dari beberapa penelitian, tepung pisang yang terbuat dari pisang kepok sangat baik hasilnya karena warna tepungnya putih dan menarik. Untuk pisang tanduk, tepung yang dihasilkan berwarna kekuningan. 

Sedangkan pisang nangka menghasilkan tepung pisang dengan nilai rendemen terbaik dan jenis pisang siam dari segi penilaian kesukaan terhadap warna. 

Untuk pisang yang tergolong pisang meja, seperti Pisang ambon kuning, Pisang ambon lumut, pisang muli  dan pisang muli menghasilkan warna tepung yang kecoklatan.

Manfaatkan Hasil Panen

Pendapat serupa juga diungkapkan Kepala Puslit Sukosari PTPN XI, Nanik Tri Ismadi. Di Lumajang, Puslit selama ini memanfaatkan pisang Buah yang selama ini di lumajang sangat melimpah dan mudah rusak. Kepok, pisang nangka, pisang emas. 

Dengan teknologi pengolahan tepung pisang yang sederhana, Nanik memilih pisang yang tidak memiliki empulur tengah hitam seperti Pisang Raja Sajen. Jika itu dibuat menjadi tepung, menjadi hitam. 

"Kita biasa buat dari pisang mas Kirana dan hasilnya cantik. Kita kembangkan juga pisang Musang/pisang Kijang. Rendemennya tinggi, kadar airnya bisa sampai 20 persen, " tuturnya.

Dengan dibuat tepung pisang, Nanik menceritakan pisang baring yang selama ini dijual murah (Rp 2-3 ribu per sisir), bisa memiliki kenaikan margin 30 persen karena dijual dengan harga Rp 36 ribu per kilogram tepung. 

"Begitu pula untuk "beras" Pisang yang menjadi andalan Puslit yang diolah dari pisang barlin, dari harga 5 rb per kilo, bisa dijual 26 ribu per kilogram dan sudah margin 30 persen dan bisa menjadi prospek yang menjanjikan, " tuturnya. 

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018