Saturday, 29 January 2022


Sukses Budidaya Bawang Merah, Ini Kuncinya

03 Aug 2021, 10:08 WIBEditor : Yulianto

Petani bawang sedang panen | Sumber Foto:Dok. Sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Kunci budidaya bawang, termasuk pengembangan kawasan kampung hortikultura harus dimulai dengan penggunaan benih yang bermutu dan bersertifikat. Benih bermutu merupakan sarana utama dan penggunaannya menjadi suatu keharusan dalam agribisnis hortikultura.

Dengan benih yang bermutu, akan dihasilkan pula produk yang berkualitas tinggi. Namun Peneliti Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa), Joko Pinilih mengungkapkan, sebelum memproduksi benih, petani harus kenal terlebih dulu dengan varietas bawang yang akan dikembangkan tersebut. Hal ini dimaksudkan agar perlakuan yang diberikan tepat sasaran.

Joko melanjutkan, ada dua jenis benih bawang merah, yaitu umbi dan biji atau true seeds shallot (TSS). Keunggulan benih umbi adalah menghasilkan bentuk yang relatif seragam dan mudah ditangkarkan. Sementara kelemahannya, benih umbi memiliki masa dormansi 2-3 bulan, tidak tahan simpan, dan perlu perawatan intensif di gudang penyimpanan.

Untuk menanam benih bawang merah, salah satu ketentuan yang paling penting adalah lahan yang digunakan bukan bekas lahan tanaman sejenis atau sefamili. Kemudian, ketinggian lahan berada di 0-2000 di atas permukaan laut, pH tanah 6,0 - 7,0, dan terkena cahaya matahari langsung minimal 12 jam per hari.

“Dalam memilih lokasi, pastikan lahan yang digunakan bukan bekas lahan tanaman sejenis atau sefamili. Ini yang paling penting,” ungkap Joko.

Selain pemilihan lahan, pemilihan benih bermutu juga berperan besar. Joko memaparkan bahwa penggunaan benih yang bermutu dapat menghindarkan pertanaman dari penyakit tanaman, seperti layu fusarium, virus mozaik bawang, dan penyakit embun tepung.

Selanjutnya, ciri benih yang siap panen adalah leher umbi sudah terasa lemah, 80 persen daun berwarna kuning, dan sebagian umbi menyembul di atas permukaan tanah. Penting untuk memanen umbi pada saat cuaca cerah.

Setelah dipanen, perlakuan pelayuan diberikan untuk membuat kulit umbi menjadi lebih merah dan mengkilap. Pengeringan umbi benih juga perlu dilakukan sampai pada tahap kering mati karena umbi tersebut akan disimpan untuk menunggu pecahnya masa dormansi. “Untuk penyimpanan, buang umbi yang rusak. Pastikan suhu ruangan 30-33 derajat Celcius dan kelembapan 65-77 persen,” jelas Joko.

Plt. Direktur Perbenihan Hortikultura, Liferdi Lukman mengungkapkan, setidaknya ada empat strategi perbenihan yang akan diterapkan untuk mendukung pengembangan Kampung Hortikultura. Antara lain, penyebaran varietas unggul, peningkatan pengawasan peredaran dan sertifikasi benih, penguatan dan peningkatan kapasitas produksi benih, dan peningkatan kapasitas SDM di bidang perbenihan.

“Strategi yang tidak kalah penting adalah peningkatan kapasitas SDM di bidang perbenihan. Salah satunya melalui bimtek ini. Walaupun secara online, terus ada pendampingan bagi petani dan penyuluh untuk meningkatkan pengetahuan,” ujar Liferdi saat membuka bimtek bertajuk Produksi Benih Bawang Merah Bermutu Mendukung Pengembangan Kawasan/Kampung Bawang Merah, Jumat lalu.

Liferdi menambahkan, pada 2021, APBN sebanyak Rp27,3 miliar dialokasikan untuk pengembangan kawasan bawang merah seluas 3.900 ha dari Aceh hingga Papua. APBN ini diutamakan untuk mendukung produksi di wilayah defisit.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018