
Benih menjadi pertimbangan penting saat memulai budidaya cabai
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Benih menjadi salah satu faktor penting yang berpengaruh sukses atau tidaknya budidaya tanaman. Pemilihan benih, cara semai dan media untuk semai menjadi kunci sukses keberhasilan usaha tani cabai, selain pengolahan lahan dan pemupukan.
Menurut Slamet Sulistiyanto, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih benih cabai untuk budidaya. Dalam acara Sukses Budidaya Tanaman Cabai di Musim Penghujan yang digelar DPN HKTI, beberapa waktu lalu, pria yang menjabat sebagai Presiden Direktur PT Benih Citra Asia memberikan beberapa tips dan saran dalam memilih benih yang akan digunakan untuk budidaya tanaman cabai.
Slamet menambahkan, untuk benih cabai merah, cabai keriting maupun rawit pilih benih cabai varietas inovasi anak negeri yang mempunyai berbagai macam keunggulan. Diantaranya, pertumbuhan tanaman tegak menerus (Indeterminate) dengan karakter daun yang kecil, batang yang kokoh dan tidak mudah patah, bahkan rebah terkena terpaan angin kencang.
Berikutnya, benih harus memiliki produktivitas tinggi. Biasanya didapatkan dari varietas unggul kelas hibrida. Umur panen yang bersifat genjah. Misalnya, untuk cabai besar 75 HST (hari setelah tanam), cabai raiwt 65 HST dan cabai keriting 90 HST. “Perlu diperhatikan juga perawatan yang mudah serta tidak rakus unsur hara atau nutrisi,” ujarnya.
Hal penting lainnya menurut Slamet, benih harus mempunyai ketahanan terhadap serangan hama penyakit seperti Gemini Virus, Phytoptera dan Layu Bakteri. Tanaman juga lebih tahan terhadap cuaca ekstrim, baik panas maupun musim hujan yang berlebihan.
Pada saat panen, bobot buah stabil besar mulai awal hingga panen terakhir, serta kondisi buah tidak retak jika di panen merah. Hal lain yang mesti perhatikan adalah sifat buahnya lentur, serta tidak mudah patah, sehingga memudahkan untuk dipasarkan ke luar kota menggunakan transportasi. “Grade kualitas maksimal seperti ini bisa memudahkan cabai untuk masuk industri,” papar Slamet.
Selain harus cermat memilih benih, Slamet juga menyarankan beberapa hal agar petani sukses dan cuan dalam usaha tani cabai. Pertama, lakukan analisa dan prediksi harga pasar dengan tepat. Caranya dengan memperhitungkan awal tanam hingga panen. Diharapkan saat panen petani akan untung, karena harga yang terjadi di pasar tinggi.
Untuk sukses budidaya cabai, Slamet mengingatkan agar menyesuaikan antara produksi dengan kebutuhan dan permintaan pasar lokal. Caranya hanya menanam varietas cabai yang laku dan dibutuhkan dalam kuantitas besar pada wilayah tersebut. Contohnya untuk cabai merah yang tinggi permintaannya adalah jenis keriting merah, sedangkan untuk rawit adalah rawit merah.
Terakhir menurut Slamet, pemilihan paket teknologi budidaya yang optimal untuk dapat mendapatkan hasil panen yang maksimal dengan mempertimbangkan kesesuaian modal usaha dan keterbatasan tenaga kerja yang dimiliki.