Saturday, 29 January 2022


Celawan, Sentra Bawang Merah di Pesisir Pantai Cermin

31 Aug 2021, 13:56 WIB

Petani menunjukkan produksi bawang merah | Sumber Foto:Gultom

TABLOIDSINARTANI.COM, Serdang Bedagai---Bawang merah menjadi komoditas strategi yang pemerintah dorong peningkatan produksinya. Untuk itu, wilayah yang potensial pengembangan bawang merah terus ditumbuhkan.

Salah satunya, Desa Celawan, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai. Sejak 2016, desa tersebut menjadi sebagai uji coba Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera Utara menanam bawang merah dataran rendah Pantai Cermin.

Menurut Marnaek  Sihotang,  Penyuluh Pertanian Lapangan mengatakan,  Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara (USU) mengadakan penelitian berkerjasama dengan  masyarakat  untuk mencoba  membudiayakan bawang merah. Benihnya dari Fakultas Pertanian USU, kemudian petani yang ada di sekitar ikut mencoba mengikuti tanam bawang.

“Karena mereka atau petani melihat hasil yang menjanjikan, apa lagi harga bawang saat itu harga baik Rp 45 000/kg, akhrinya petani terus menerus  bertanam bawang,” katanya. Bahkan sampai kini sudah berkembang ke Desa Suka Jadi, Ujung Rambung dan desa lainnya.

Sementara itu, Agus Syahputra,  Ketua Kelompok Tani Subur, Desa Celawan mengatakan, di Desa Celawan ada beberapa kelompok yang bertanam bawang merah dengan luasan spot-spot. Namun jika dihitung selama satu tahun, maka ada sekitar 7 ha.

“Petani umumnya  menanam bawang tidak di lahan sawah, tetapi di tanah tegalan. Ada juga yang terkadang selesai panen padi baru bertanam bawang,” katanya.

Untuk kebutuhan benih bawang, Agus mengatakn, tiap satu ha benih bawang sekitar 750 kg. Harga benih bawang varietas Bima dan Brebes sekitar Rp 45.000/kg. “Varietas ini ditangkar petani Celawan langsung,” ujarnya.

Agus memngungkapkan, untuk olah tanah sampai tanam diperlukan biaya Rp 2.500.000/ha. Kebutuhan pupuk dasar atau kohe yang telah difermentase 15 ton/ha dengan harga Rp 1.5000/goni (30kg). “Namun terkadang ada petani yang menggunakan limbah ternak sendiri,” katanya.

Sementara itu, kebutuhan pupuk kimia dan pestisida rata-rata Rp750.000/rante (400 meter). Untuk pestisida kebutuhannya juga fleksibel melihat kondisi tanaman dan cuaca.

Dari perhitungan pendapatan petani celawan bertanam 1 ha dengan potensi hasil selama ini 6-7 ton dengan harga Rp 45.000/kg , petani mendapat hasil kotor sekitar Rp 22,5 juta/ha. Jumlah itu dari produksi 7 ton X Rp 45 000 dan dipotong penyusutan menjadi volume menjadi 5 ton. Analisa ini belum diperhitungkan sewa lahan upah kerja selama tanam 60 hari.  Setelah dikonversikan, petani akan mendapatkan Rp 9 juta/rante.

Kepala Dinas Pertanian Serdang Bedagai, Dedy Iskandar SP MM mengatakan, perkembangan dan minat masyarakat petani untuk bertanam bawang di Kabupaten Serdang Bedagai setiap tahun terjadi peningkatan. Namun yang menjadi kendala adalah cuaca alam yang tidak menentu, serta nilai jual hasil fluktuasi yang tidak menentu.

“Karena itu harus ada upaya jaminan pasar atau teknologi bila produksi tinggi dan harga murah perlu ada sentuhan teknologi olahan,” kata Dedy seraya berharap Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera Utara dapat melatih penyuluh dan petani secara berkala.

“Ke depan kami berharap Serdang Bedagai menjadi Lumbung bawang merah dataran rendah,” kata Dedy kepada kontributor Tabloid Sinar Tani yang didampingi Kabid Tanaman Pangan Chairul SP MM dan Kasie Teknologi Informasi Bid Penyuluhan Mei Veronika Ginting SP.

 

Reporter : RE. Gultom
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018