Thursday, 23 September 2021


Tanah Sehat dan Hasil Memuaskan, Tanam Pepaya pakai Pupuk Organik

06 Sep 2021, 10:12 WIBEditor : Gesha

Kapten Pane | Sumber Foto:Abda

TABLOIDSINARTANI.COM, Aceh Besar ---- Pupuk organik semakin mendapatkan tempat di hati petani. Seperti yang dilakukan Kapten Marsulian Pane yang menggunakan pupuk organik Eco Farming untuk tanaman sayuran dan kini digunakan untuk tanaman pepayanya.

"Alhamdulillah ternyata tanaman yang diberikan pupuk tersebut ternyata hasilnya memuaskan," ujar Kapten Marsulian Pane kepada tabloidsinartani.com. Dirinya mengenal pupuk organik Eco Farming tahun 2020 dan mulai digunakan untuk sayuran organik.

Merasa sukses pada berbagai jenis tanaman sayuran (cabai, kacang panjang dan bayam serta kangkung), sekarang diaplikasikan pada tanaman Pepaya. Lahan milik keluarga seluas 1 hektar di Gampong Klieng, kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, ada 400 batang Pepaya California yang ditanam dengan jarak tanam 3 x 3 meter. "Kini tanaman Pepaya sudah memasuki umur tujuh bulan. 

Menurutnya, pemberian aplikasi pupuk Eco Farming yang disemprot pada tanah sebelum ditanam dapat menetralisir pH. Kemudian setiap sebulan sekali disemprot lagi pada Pepaya, agar merangsang tanaman cepat tumbuh dan berbuah.

Kebutuhan pupuk Eco Farming untuk luasan lahan satu hektar hanya menghabiskan 6 tube, harganya Rp 250.000 per tube. Dengan mengeluarkan biaya pupuk Rp 1.5 juta,  diperkirakan saat panen Pepaya bisa dipetik 2 kali seminggu. "InshaAllah saat panen bulan depan dalam 100 batang pepaya dapat memberikan hasil kurang lebih Rp 4 jutaan," bebernya.

Pria kalem kelahiran Sibolga, 19 Juni 1975. Setamat SMA di Medan diterima sebagai Tentara tahun 1996/97 dengan pangkat sersan dua. Setelah pendidikan setahun dari Bandung ditugaskan di Medan Belawan selama 12 tahun. Selanjutnya dia ikut tes Secapa selama 9 bulan, sejak tahun 2012 ditugaskan di Kodam Iskandar Muda Banda Aceh. Tugasnya sampai sekarang sebagai Ka. Urusan Dalam logistik pembekalan.

Anak bungsu dari empat bersaudara dari keluarga petani pasangan alm Marauti Pane dan Tiarosna Aritonang. Mengaku sejak mulai SD saat pulang sekolah sudah sering membantu Ibunya bertani dan di sawah. "Saya membantu  Ibu mulai menanam padi hingga panen," kenangnya. 

 Dirinya masih ingat, ketika dahulu masih menggunakan pupuk kimia tapi tidak ada pupuk organik, mereka menambahkan dengan sisa sisa abu dapur. Karena itu, dirinya mengajak untuk para milenial agar memanfaatkan lahan kosong, sehingga menambah kegiatan yang berdampak positif.

"Apalagi disaat Pandemi Covid 19 ini dari pada nongkrong dan menghabiskan waktu main game di warung kopi. Lebih bagus kita manfaatkan waktu luang memberdayakan lahan dengan menggunakan pupuk Eco Farming. Sehingga kedepan anak cucu kita lebih sehat, karena mengkonsumsi hasil pertanian organik," cetusnya. 

 

 

Reporter : AbdA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018