Saturday, 23 October 2021


Tanaman Bawang, Syafrun Bawa Pulang Rp 12,5 juta

28 Sep 2021, 12:44 WIBEditor : Yulianto

Syafrun di lahan bawang merah | Sumber Foto:Gultom

TABLOIDSINARTANI.COM, Tapanuli Utara---Budidaya bawang merah memang menguntungkan. Seperti yang dirasakan Syafrun Tambunan, Ketua Kelompok Tani Maju, Desa Maju Kecamatan Pahae Jae.

Dengan lahan 800 meter, Syafrun mampu menghasilkan (membawa pulang) uang sebesar Rp 12,5 juta.  Membudidayakan bawang merah varietas batu ijo dari Kabupaten Solok, ia mampu menghasilkan 500 kg/rante (400 meter) dengan harga Rp 25.000/kg.

“Saya membeli modal benih dengan harga Rp 25.000/kg, itu pun great terendah,” katanya saat berada di lahan usaha tani di Desa Suka Maju, Kecamatan Pahae Jae, Tapanuli Utara.

Tambunan mengatakan, dirinya Bersama petani anggota Kelompok Tani memulai belajar bercocok tanam bawang merah pada awal tahun 2021. “Alhamdulillah hasilnya baik,” ujarnya.

Dengan keberhasilan saat tanam perdana, kemudian anggota kelompok tani kelompok  sepakat terus memudidayakan bawang merah. Ada 7 orang petani yang kini bertanam bawang deengan luasan masing 1.000 meter (2,5 rante).

Syafrun menjelaskan, sepanjang sejarah pertanian di Pahae Jae memang petani belum pernah bertanam bawah merah. Namun dengan perkembangan teknologi informasi, baik informasi dari media massa,TV, mesia sosial (FB dan Youtube), petani bisa belajar tentang pertanian.

Apalagi lanjutnya, PPL dari Dinas Pertanian terus memberikan motivasi, sehingga petani membuktikan lahan di Kecamatan Pahae Jae cocok untuk budidaya bawang merah. Tapanuli Utara sendiri ada 15 kecamatan. Empat kecamatan sebagai lumbung pangan yaitu Kecamatan Pahae Jae, Pahae Julu, Purbatua dan Simangumban.

Untuk kecamatan Pahae jae merupakan sentra perdangangan atau perniagaan  yang cukup ramai. Selama ini menjadi lokasi pemasaran hasil pertanian dari tiga kecamatan lainnya.

Adapun luas Kecamatan Pahae Jae 203,20 km2 dengan areal pertanian tanaman pangan seluas 1.316 ha. Jumlah penduduk 12.092 jiwa pada tahun2020 (BPS). Umumnya masyarakatnya bermata pencaharian di sektor pertanian, seperti tanaman pangan, perkebunan kakao, kopi dan tanaman keras seperti durian dan kemenyan.

Syafrun berharap pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara melalui Dinas Pertanian memberikan bantuan benih, handsprayer elektrik serta alat olah tanah berupa handtraktor, cultivator. “Selama ini kamu belum dapat bantuan pemerintah,” katanya.

Begitu juga Syafrun berharap, Pemerintahan Desa membirakan prioritas penggunaan desa, sehingga terbentuk Bumdes yang memfasilitasi kebutuhan petani, serta pemasaran atau pengolahan pasca panen.

Seperti diketahui bawang merah merupakan komoditas strategis yang permintaannya tak pernah berhenti. Bahkan jika terjadi gejolak pasokan bawang merah, maka bisa berdampak pada inflasi secara nasional.

Karena itu, pemerintah pun terus mendorong wilayah yang potensi bawang merah agar petani membudidayakan tanaman tersebut. Salah satu wilayah yang potensi untuk pengembangan bawang merah adalah Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

Reporter : RE. Gultom
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018