Sunday, 24 October 2021


Manfaatkan Rooftop, Paspampres Panen Sayuran Hingga Tanam Anggur

13 Oct 2021, 17:23 WIBEditor : Gesha

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Suharini Eliawati (tengah) saat panen | Sumber Foto:Indri

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) sebagai bagian dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas melaksanakan pengamanan fisik langsung jarak dekat kepada Presiden dan Wakil Presiden beserta keluarganya, ternyata bisa menjadi penggiat pertanian perkotaan di Jakarta. 

Virus Urban Farming ternyata menjangkiti Paspampres semenjak awal masa pandemi Covid-19. Ini terlihat dari digunakannya Atap gedung (Roof Top) Markas Komando (Mako) Paspampres di Jakarta yang ditanami aneka komoditas hortikultura seperti cabai, tomat, terong, dan kangkung hingga berhasil panen. 

"Kami melakukan kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari kebijakan pimpinan untuk WFH.  Awalnya menanam cabai, terong dan tomat dalam polybag, kemudian kami menanam dengan system hidroponik sayuran kangkung. Kini kami juga mencoba bertanam anggur," ungkap Komandan Detasemen Komunikasi dan Elektronika (Denkomlek) Paspampres, Mayor (CHB) Reza Tri Mutaqien saat panen sayuran dan penanaman bibit anggur, Rabu (13/10).

Reza menambahkan, pemanfaatan rooftop untuk urban farming ini langsung diarahkan oleh Komandan Paspampres, Mayjen TNI Tri Budi Utomo S.E yang ingin menghijaukan area Mako Paspampres dan lahan lainnya. "Kebijakan pimpinan agar setiap Satuan membudidayakan dan mengembangkan ketahanan pangan," kata Reza.

Kiprah Paspampres dalam urban farming tentu saja diapresiasi oleh Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta. "Kami sangat mengapresiasi peran aktif dalam Urban Farming yang dilaksanakan oleh Paspampres," kata Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Suharini Eliawati.

Menurutnya, penanaman sayuran ini sangat mendukung ketahanan pangan. Apabila dikembangkan lebih luas, maka DKPKP siap membantu mencarikan pemasarannya, dengan menggandeng start up pertanian yang berkolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta.

"Kegiatan urban farming dapat dilaksanakan di rumah, kantor dan ruang antara rumah dan kantor sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan oleh penghuninya sendiri. Kolaborasi yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta adalah memberikan pendampingan dan bantuan benih dan trichoderma," sebutnya.

Hadir di lokasi, Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Provinsi DKI Jakarta, Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Pusat, Penty Yunesi Pudyastuti, Kepala Seksi Pertanian Perkotaan DKPKP Taufik Yulianto, Kasubag Perencanaan dan Anggaran, serta Kepala Seksi Pengendalian Mutu dan Agribisnis Pertanian, beserta jajarannya.

Target Terbesar

Dengan pendampingan langsung oleh Dinas KPKP DKI Jakarta, Paspampres bahkan menargetkan diri untuk membuat program kebun hidroponik rooftop terbesar di DKI Jakarta dengan 5.500 lubang tanam di rak hidroponik. Karena itu, Dinas KPKP memberikan bantuan berupa Trichoderma 10 kantong masing-masing 0,5 kg, dan Trichokompos 10 kantong masing-masing 5 kg. 

Trichoderma dan Trichokompos merupakan produksi UPT Pusat Pengembangan Benih dan Proteksi Tanaman (P2BPT). Biopestisida dengan bahan aktif cendawan antagonis Trichoderma spp. dapat digunakan untuk mengendalikan patogen tular tanah pada tanaman sayuran, hias dan buah. Manfaat lainnya adalah sebagai dekomposer pupuk organik.

Untuk persemaian, bisa menggunakan dosis 1:5 antara Trichoderma dengan media persemaian. Dosis untuk pertanaman adalah 20 gram per lubang tanam dengan waktu aplikasi 2 minggu setelah tanam (mst), 4 mst, dan 6 mst.

Sedangkan, Trichokompos adalah media dan nutrisi tanaman yang ramah lingkungan. Kegunaan dari Trichokompos ini adalah sebagai media pembenah tanah, meningkatkan kesehatan tanah dan tanaman, meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman, mengendalikan patogen tular tanah, dan dapat diaplikasikan pada persemaian sebagai pupuk dasar dan pupuk susulan.

Berbeda dengan Trichoderma, Trichokompos ini digunakan sesuai dengan peruntukannya. Misalnya untuk persemaian, menggunakan perbandingan 1:3 dengan media persemaian. Sedangkan untuk pertanaman sayuran menggunakan 100 gr per lubang tanam. Untuk pertanaman non sayuran bisa menggunakan Trichokompos sebanyak 2 kg per meter persegi. Khusus untuk tanaman buah, menggunakan Trichokompos sebanyak 2 kg per pohon. 

 

 

Reporter : Indri
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018