Wednesday, 21 October 2026


Kreatif, Saat Panen Petani Cilacap Jadikan Lahannya Wisata Petik Sendiri

27 Oct 2021, 17:20 WIBEditor : Yulianto

Petani saat panen semangka golden

TABLOIDSINARTANI.COM, Cilacap---Petani selama ini kerap kesulitan memasarkan hasil panennya. Tapi petani di Cilacap cukup kreatif. Saat panen semangka golden, lahan yang dikelola Kelompok Tani Sarimukti Dusun Karangsari, Desa Madura Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, menjadi lokasi petik semangka sendiri.

Wisata Kebun Petik Sendiri Semangka Golden diadakan Sabtu dan Minggu 16 - 17 Oktober 2021.  Dengan target panen sekitar 12 ton dari jumlah 6.500 batang. Semangka Golden memiliki tekstur kulit luar berwarna kuning cerah dan daging buah renyah serta manis. Selain itu kelebihannya waktu panennya yang cepat, hasil panen lebih tinggi dan lebih tahan hama penyakit.

Ketua Kelompok Tani (Poktan) Sarimukti, Sukadi mengatakan, memanfaatkan sawah tadah hujan saat musim kemarau, petani menanam semangka golden. Pengairan menggunakan sumur bor dan rawa yang menggunakan mesin pompa air.

Dikatakan, tahap budidaya semangka golden yakni,  pengolahan lahan, pupuk dasar memakai pupuk kandang, penyiraman dan pemupukan susulan serta pengendalian hama penyakit tanaman. Waktu panen sekitar dua bulan. Petani mulai tanam pada 11 Agustus dan 16 Oktober 2021 sudah panen. "Agar tanaman tumbuh baik, harus tepat waktu dan tepat sasaran dalam tahapan budidayanya,” ujarnya.

Di wisata petik sendiri semangka golden itu, Poktan Sarimukti menawarkan harga Rp 10 ribu/kg, berat per butir rata-rata sekitar 3 kg. Bagi yang membeli dalam jumlah banyak dan untuk dijual kembali, harganya Rp 7 ribu/kg. “Selama ini pemasaran semangka golden sudah keluar daerah yakni Kota Banjar,” ujarnya.

Selama budidaya, mahasiswa Fakultas Pertanian IPB, UGM, Polbangtan Bogor dan Siswa SMK Gagas Wanareja Cilacap serta Villa Tani Indonesia ikut serta. Mahasiswa dan siswa tersebut belajar cara budidaya semangka golden.

“Mereka belajar bertani supaya bisa membuka Wisata Buah. Harapan kami, petani Cilacap lebih maju, khususnya petani hortikultura untuk membangun  pertanian dengan  tanam Semangka dan Melon Golden," harapnya. 

Salah seroang pemesan semangka golden yakni Pegiat Agro Wisata Kecamatan Langen Kota Banjar Jawa Barat Nur Kholilulloh. Ia mengatakan, semangka golden rencananya dipasarkan di Taman Langen. Di lokasi itu ada pusat informasi wisata ditawarkan untuk  dinas dan kalangan masyarakat umum.

"Semangka golden yang mengetahuinya baru kalangan tertentu. Kami memasarkan melalui online. Dengan kelebihan manfaat bagi kesehatan lebih bagus dan harga terjangkau," jelasnya.

Pengunjung dari Sekertaris Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Cilacap, Rasko F  mengapresiasi budidaya semangka Golden di area lahan tanam dengan memanfaatkan sawah tadah hujan yang hanya tanam padi satu kali dalam satu tahun.

Waktu tanam lebih cepat untuk Semangka Golden dengan kegiatan mulai tanam petengahan Agustus sampai pertengahan Oktober  2021 sudah panen.  Harapan kedepannya, semua lahan sawah tadah hujan bisa dimanfaatkan untuk budidaya tanaman hortikultura yang bernilai ekonomi tinggi seperti semangka golden. Apalagi harganya berkisar Rp 10 ribu/kg.

Reporter : Wasis
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018