Wednesday, 01 December 2021


Mentan Apresiasi Inovasi Kentang Industri Hulu Hingga Hilir

05 Nov 2021, 05:48 WIBEditor : Gesha

Balitbangtan mempersiapkan aneka ragam inovasi kentang industri | Sumber Foto:Istimewa

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Lembang --- Komoditas sayuran bernilai ekonomi tinggi salah satunya adalah kentang. Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) berhasil mengembangkan berbagai varietas kentang yang sangat mendukung perkembangan industri kentang dalam negeri.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian menyelenggarakan Gelar Teknologi (Geltek) Kentang Industri pada tanggal 3 -5 November 2021 di Balitsa, Lembang, Bandung Barat, bertema “Inovasi Kentang Industri Untuk Negeri”.

“Saya sangat mengapresiasi acara ini, sebab kentang yang dapat diolah menjadi keripik kentang dan kentang goreng sangat disukai masyarakat. Kita kurangi impor, dan tingkatkan ekspor. Tanah kita bagus, petani kita juga banyak. Paling penting ada kemauan dan semangat kita semua, untuk menjadikan pertanian maju, mandiri, modern, " ungkap Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menghadiri pembukaan Geltek Kentang Industri pada Rabu (3/11).

Mentan SYL menambahkan, hasil olahan kentang dalam negeri ternyata mampu diterima pasar internasional. Dirinya juga berharap, di masa mendatang nilai ekspor produk olahan kentang ini dapat terus meningkat mencapai Rp 100 Miliar atau lebih. "Eksportir juga siap. Presiden sangat mendukung kegiatan ekspor diintensifkan, demikian juga Kementerian Pertanian," tambahnya. 

Dalam kesempatan itu, Kentang dalam bentuk keripik merk “Potalava Potato Chips “ yang siap konsumsi, diekspor ke China dan Amerika Serikat senilai Rp 2,8 Miliar, dilepas secara simbolis oleh Mentan. Keripik kentang ini berbahan baku kentang varietas Medians hasil inovasi Balitsa.

Mendukung sektor hilir olahan kentang, Balitsa mendukung dari sector hulu salah satunya berupa inovasi varietas-varietas kentang,  antara lain Medians, Golden Agrihorti, dan Ventury Agrihorti.

“Balitsa bertugas menghasilkan teknologi varietas tanaman sayuran, seperti kentang, cabai, bawang merah, bawang putih, dan sebagainya. Varietas-varietas kentang dari Balitsa telah ditanam di lahan seluas 92 ribu hektar yang tersebar di seluruh Indonesia, atau 60 persen dari total luas lahan pertanaman kentang di Indonesia yang mencapai 160 ribu hektar, " jelas Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Fadjry Djufry. 

Kentang industry ini disiapkan untuk bahan baku industry sesuai dengan kebutuhan pasar dalam negeri dan luar negeri. "Untuk mitra stakeholder diserahkan juga bantuan berupa bibit kentang sebanyak 8 ton termasuk teknologi lainnya,“ tambahnya. 

Provinsi Jawa Barat sendiri menjadi sentra produksi kentang yang mumpuni di Indonesia. Karenanya, Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum mengapresiasinya. 

Lebih lanjut, Uu menuturkan hingga sekarang, Pertanian menjadi skala prioritas di Jawa Barat untuk meningkatkan ekonomi karena sangat bermanfaat. Di sisi lain, Petani milenial didorong terus tumbuh untuk menjawab tantangan berkurangnya jumlah petani. 

"Kami berharap dukungan Kementan untuk petani milenial seperti pelatihan, pembiayaan, dan sebagainya. Saat ini sudah ada kemajuan dari sector perbankan yang dapat memberikan kredit untuk petani milenial. Santani, atau santri tani , merupakan contoh petani milenial. Jawa Barat punya potensi 5 juta orang santri dari 15 ribu pondok pesantren,” jelasnya. 

Ragam Kegiatan

Beragam kegiatan yang berlangsung pada tanggal 3 – 5 November 2021 ini selain Launching Varietas dan Gelar Teknologi yaitu Bimbingan Teknis Online Budidaya Kentang Industri, Webinar, Pameran, dan Penandatanganan Naskah Kerjasama.

Penandatanganan naskah Kerjasama ini merupakan salah satu bentuk perjanjian antara Balitbangtan dengan perusahaan swasta yang berminat untuk mengembangkan / memperbanyak benih kentang industri. Diharapkan dapat menjadikan produk Balitbangtan menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan dapat dinikmati oleh seluruh petani di Nusantara.

Perusahaan-perusahaan mitra kerjasama tersebut yaitu : PT Agra Intan Makmur Sejahtera (penyediaan benih sumber kentang kelas penjenis (planlet) kentang varietas Granola – L ), PT Asagro Makmur Alam (lisensi kentang varietas Golden Agrihorti), PT Dieng Agro Mandiri (lisensi kentang varietas Ventury Agrihorti), Koperasi Agro Mandiri (pengembangan kentang varietas Granola – L dan bawang merah varietas Trisula), CV Agro Bumi Sejahtera (lisensi cabai varietas Kencana).

Dilaksanakan juga Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan untuk Kerjasama “Peningkatan Produktivitas Tanaman Pangan Melalui Sinergi Penyiapan dan Percepatan Diseminasi Inovasi Teknologi” dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, dan PT Sang Hyang Seri (Persero).

Reporter : Indri
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018