Wednesday, 01 December 2021


Berpeluang Ekspor, DKI Jakarta Seriusi Bertanam Anggur

19 Nov 2021, 14:35 WIBEditor : Gesha

Ayo menanam anggur di DKI Jakarta | Sumber Foto:BPTP Jakarta

TABLOIDSINARTANI.COM,Jakarta -- Siapa menyangka, anggur yang umumnya tumbuh di daerah dengan suhu udara dingin, ternyata juga mampu tumbuh dengan baik di Jakarta, yang mengalami tantangan keterbatasan lahan untuk pertanian dan suhu udara cenderung panas. 

Pertanaman anggur di Jakarta semakin diminati oleh masyarakat, sebab berpeluang untuk menjadi komoditas ekspor. Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta, Balai Besar Uji Standar Karantina Pertanian (BBUSKP) Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian, dan Komunitas Anggur Jakarta (KAJ) berkolaborasi mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) bertema “Prospek Pengembangan dan Pemasaran Tanaman Anggur Dalam Mendukung Program GraTiEks” pada Rabu (17/11) di Vezo Grape Farm Jakarta Utara.

“Kegiatan ini untuk mendukung Gerakan Tiga Kali lipat ekspor (GraTiEks), dengan mengupayakan hasil pertanian ini bisa kita tingkatkan daya saingnya menembus pasar pasar dunia, dan meningkatkan pendapatan petani, " beber Kepala BBUSKP drh. Sriyanto, M.Si, PhD dalam sambutannya.

Salah satunya dengan mengembangkan Anggur yang bisa tumbuh di dataran rendah bukan pegunungan, pH 7 dan bisa dikembangkan untuk skala bisnis, hobi, dan pertanian perkotaan. "Suatu kesempatan yang sangat baik, KAJ bisa sharing ilmu, sehingga bisa mengurangi impor buah anggur, bahkan akan mampu memproduksi anggur untuk ekspor,” kata Sriyanto.

Bimtek ini dilakukan juga secara online dan menghubungkan peminat budidaya anggur dari Papua hingga Aceh. Dengan narasumber seperti Kepala Seksi Pengendalian Mutu dan Agribisnis DKPKP DKI Jakarta, Ir. Imam Wahyudi, Koordinator Karantina Tumbuhan Benih, Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati, Abdul Rahman, SP,MP, APT Ahli Muda BBUSKP, Jati Adiputra, S.Si, M.Si, PhD, dan Ketua KAJ dan pemilik Kebun Imut Sinakal, Yatno, bimtek berlangsung dengan atraktif. 

Pertanaman anggur di perkotaan diakui Kepala Seksi Pengendalian Mutu dan Agribisnis DKPKP DKI Jakarta, Ir. Imam Wahyudi menjadi peluang baik sebab warga masyarakat DKI Jakarta banyak membutuhkannya selain apel, jeruk dan pir. 

“DKI Jakarta bergantung pasokan bahan pangan dari wilayah lain. Jakarta melakukan pendekatan pertanian berbasis ruang, mengintensifkan pemanfaatan lahan terbatas dengan pertanaman di rooftop, dinding bangunan, pinggir jalan dan sebagainya. Tujuannya adalah terciptanya ketahanan pangan masyarakat DKI Jakarta, peningkatan kualitas lingkungan hidup, serta terintegrasinya kebijakan dan program pemerintah dengan stakeholder,” kata Imam Wahyudi. 

Anggur sangat baik tumbuh di dataran rendah dengan ketinggian 0 – 300 mdpl. Beberapa varietas anggur dataran rendah tropika yang sesuai untuk dibudidayakan di DKI Jakarta dan telah dilepas oleh Balitbangtan Kementan adalah Jestro AG45, Jestro AG86, Prabu Bestari, dan Probolinggo Biru 81.

Di Jakarta, tercatat ada beberapa kebun anggur yang sudah berproduksi rutin, antara lain Kebun Imut Sinakal, Jakarta Timur, Vezzo Grapes Farm, Jakarta Utara, Liez Farm Jakarta Barat, Kebun Anggur Munjul Jakarta Timur, serta sejumlah kebun anggur di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan.

Pada Bimtek ini juga disampaikan berbagai materi bertema “Budidaya dan Peluang Bisnis Tanaman Anggur”, “Persyaratan Ekspor Bibit Anggur beserta Peluang Pasar Dunia untuk Produk Pertanian lainnya”, “ Mengenal Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT/OPTK) dan Diagnosisnya pada Tanaman Anggur”.

Reporter : Indri
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018