Monday, 06 December 2021


November Mulai Hujan, BPP Kalipare Ajak Masyarakat Tanam Hortikultura

22 Nov 2021, 16:01 WIBEditor : Gesha

BPP Kalipare ajak masyarakat tanam hortikultura | Sumber Foto:Kiswanto

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang --- Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Kalipare Kabupaten Malang Jawa Timur menyambut dengan suka cita datangnya musim penghujan. Optimisme dan semangat baru BPP Kalipare terwujud dalam satu upaya yang berbeda yakni meluncurkan gerakan tanam komoditas hortikultura di lahan BPP seluas setengah hektar. 

Hujan sudah mulai turun di sepanjang 2 minggu di awal bulan November. November rain, diabadikan dalam satu judul lagu. Hujan, air dan harapan karena dari air lah petani mulai semangat untuk menanam dan menanam. Petani dengan berbagai potensi sudah memiliki rencana tanam di awal musim penghujan, ada yang menanam komoditas tanaman pangan, tanaman perkebunan dan juga tanaman hortikultura.

Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Kalipare Kabupaten Malang Jawa Timur menyambut dengan suka cita datangnya musim penghujan. Ini tidak lain karena wilayah Kecamatan Kalipare berada di daerah yang berlahan kering. Musim hujan adalah harapan dan pendorong optimisme, kira-kira begitulah yang mengisi hati para petani di berbagai kelompok tani yang tersebar.

Optimisme dan semangat baru BPP Kalipare terwujud dalam satu upaya yang berbeda yakni meluncurkan gerakan tanam komoditas hortikultura di lahan BPP seluas setengah hektar lebih. Tidak kurang 198 lubang tanam dengan jarak agak longgar dipersiapkan dan sudah terisi dengan pupuk organik hasil dari kreatifitas salah satu Kelompok Tani dari Desa Arjowilangun.

Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Kalipare H. Paidi, SP menuturkan bahwa hari ini adalah hari yang barokah. “Kita dari BPP dengan 5 Penyuluh, ada juga Mantri Tani, Pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan tingkat Kecamatan, Duta Petani Andalan Kabupaten Malang, pengelola dan pelaku Program YESS/ Petani Wirausaha Muda, Gapoktan dan Kelompok Tani menyatukan tekad bahwa komoditas hortikultura merupakan komoditas yang prospeknya sangat bagus. Kita memulai tanam pisang, alpukat, papaya, petai dan durian. Ini mudah-mudahan bisa menggugah para petani yang lain”. Tutur Koordinator yang sering dipanggil Abah.

Kalipare memang identik dengan jagung, tebu, padi dan ubi kayu, namun mulai muncul dalam jumlah makin signifikan para petani yang bergerak di bidang hortikultura, seperti menanam aneka cabai, semangka, melon, kubis dan aneka sayur dengan umur pendek. Jelas untuk komoditas hortkultura ini diperlukan konsentrasi yang lebih besar dan waktu yang lebih intens dalam pemeliharaan dan pengendalian hama dan penyakitnya. Satu lagi juga diperlukan modal yang lebih besar juga.

Mantri Pertanian Kalipare Supariyadi, SP menyambut sangat baik kegiatan yang diluncurkan oleh BPP tersebut. “Saya sangat senang dengan gerakan tanam hortikultura ini. Beberapa bisa kita panen awal, seperti pisang Ambon misalnya, namun sebagian yang lain harus menunggu dalam hitungan 3-5 tahun ke depan. Di sela-sela tanaman horti tersebut juga bisa kita tanami dengan jagung misalnya dengan jarak yang agak lebar dan bisa kita panen lebih cepat”. Terang Mantri Tani di saat koordinasi persiapan akhir menjelang dilakukan penanaman simbolis.

Komoditas hortikultura seperti menjadi primadona di saat pandemi dan di saat pasca pandemi. Orang mulai makin sadar dan menyadari bahwa kandungan vitamin yang lengkap dari aneka komoditas hortikultura adalah salah satu penentu tingkat imunitas yang baik. Dengan adanya menu aneka buah di meja makan, tentu tingkat kesehatan masyarakat diharapkan akan makin dan makin baik kedepannya.

Reporter : Kiswanto
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018