Wednesday, 21 October 2026


DPA Aceh Tamiang : Produksi Bawang Merah Meningkat dengan Biji

14 Mar 2022, 10:42 WIBEditor : Gesha

Pertanaman Ali di lahan bawang merah

TABLOIDSINARTANI.COM, Aceh Tamiang --- Prospek budidaya bawang merah di Aceh Tamiang saat ini cukup menjanjikan. Namun kebiasaan petani sering menanam dengan umbi. Padahal dengan inovasi teknologi melalui biji selain mampu meningkatkan produktivitas juga sangat menguntungkan. Hal tersebut yang kini tengah digeluti Ali Husna selaku Duta Petani Andalan (DPA) di desa Sukamulia, Opak kecamatan Banda Mulia, Kabupaten Tamiang.

"Saya sangat tertarik menerapkan teknologi budidaya bawang merah dari biji karena merupakan suatu terobosan baru (inovasi teknologi) dalam memenuhi kebutuhan bawang merah di Kabupaten Aceh Tamiang, sehingga kebutuhan akan bawang tak perlu dipasok dari luar," ungkap Ali kepada tabloidsinartani.com. 

Ali menghitung, harga benih bawang merah dari biji iñi berkisar Rp 3 hingga 4 juta per kilo, dari jumlah tersebut dapat ditanam pada lahan seluas 2000 meter. "Jika benih berasal dari umbi butuh 1 sampai 1,2 ton/ha, dengan kisaran harga benih umbi antara Rp 50 -70 rb/kg. Sehingga butuh sebesar Rp 70 - 100 jt/ha. Sementara kalau menggunakan benih berasal dari biji hanya dibutuhkan sebanyak 3 - 5 kg/ha serta biayanya pun lebih cukup Rp 15 sampai 20 jt/ha," jelas Ali.

Tak hanya keuntungan, penggunaan benih dari biji dapat mengurangi serangan hama dan penyakit serta lebih terkendali, karena bibit lebih steril dan bebas penyakit.

Ali bercerita, pada tahun 2020 pernah menanam bawang merah biji dengan jumlah benih sekitar 500 gram yang ditanam pada areal 1000 meter. "Alhamdulillah dapat menghasilkan 1 ton lebih umbi kering dengan harga jual, Rp 50.000/kg" ucap Ali bersyukur.

Hasil keuntungan yang diperoleh tersebut, digunakan kembali untuk membeli peralatan mesin dan sprinkle. Tak pelak atas kegigihannya itu, ia mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat. Bahkan, Dinas Pertanian kabupaten Aceh Tamiang pun ikut mensuport dan merekomendasi petani lainnya untuk mengembangkan bawang merah dari biji. "Selama ini saya selalu berkolaborasi dan bersinergi dengan Dinas dalam membantu petani dengan teknologi mempermudah dalam budidaya bawang merah," ungkapnya bersemangat.

Untuk memudahkan penyiraman, dirinya menggunakan teknologi sprinkle, sedangkan pembuatan lubang mulsa dengan mesin sederhana yang dirancang khusus. "Karena budidaya bawang merah dari biji ini terbilang baru di kabupaten Aceh Tamiang, maka peran serta PPL dan Mantri tani sangat membantu petani," pungkasnya.

Dengan berbekal ilmu yangg bermanfaat karuniai Allah Swt, kini Ali dapat membantu petani memgembangkan budidaya bawang dengan hingga ke Kabupaten Aceh Timur dan Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

 

Reporter : AbdA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018