Friday, 01 July 2022


Cuaca Ekstrim, Ini Upaya Kementan Jaga Stok Cabai

13 Jun 2022, 11:31 WIBEditor : Yulianto

Dirjen Hortikultura, Prihasto Setyanto saat gerakan pengendalian hama cabai | Sumber Foto:Humas Horti

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Curah hujan pada periode April-Mei 2022 cenderung lebih tinggi dibandingkan periode April-Mei 2021. Tercatat pada April 2021 curah hujan 194,8 mm dan April 2022 curah hujan 215,6 mm. Kondisi ini cukup berpengaruh pada produksi pertanian, termasuk cabai yang produksi dan produktivitasnya sangat dipengaruhi oleh faktor cuaca.

Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Hortikultura melakukan beberapa upaya preventif dalam menghadapi kondisi cuaca saat ini untuk menjaga ketersediaan aneka cabai di pasaran. Di antaranya bantuan fasilitasi distribusi dari daerah surplus, Gerakan Pengendalian (Gerdal) Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) menggunakan agensia hayati dan pestisida nabati, fasilitasi dan penyaluran sarana produksi, serta percepatan tanam untuk kawasan cabai seluas 3.350 hektare di akhir semester I.

“Menteri Pertanian meminta untuk melakukan langkah cepat dengan realisasi bantuan-bantuan hortikultura di kawasan cabai, seperti yang saat ini dilakukan di Sumedang. Kami memberikan bantuan bagi tanaman-tanaman cabai yang sudah kurang sehat agar segera diganti dengan yang baru,” kata Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (11/6).

Prihasto menambahkan, selain bantuan yang bersifat masif tersebut, diberikan juga bantuan benih-benih cabai seluas 1.000 ha untuk menjaga stabilitas ketersediaan aneka cabai di pasaran. Targetnya guna mendorong produktivitas cabai.

"Harapannya, dua hingga tiga bulan ke depan, semuanya sudah kembali normal. Kami cek di early warning system, bulan Juli dan Agustus kondisi mulai stabil kembali karena saat ini seperti yang diketahui, curah hujan cukup tinggi,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Prihasto juga turut melakukan kegiatan Gerdal OPT di Desa Sukawangi, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang yang diikuti secara serentak oleh UPTD BPTPH di 12 provinsi dan 15 kabupaten/kota di Indonesia. Gerdal OPT serentak ini dilaksanakan menggunakan agensia hayati dan pestisida nabati dan dalam rangka antisipasi serangan OPT cabai di musim hujan.

Ke depannya, kata Prohasto, produk hortikultura tidak hanya mengedepankan kuantitas, tetapi juga kualitas. Salah satu cara meningkatkan kualitasnya adalah mengurangi penggunaan pestisida kimia. Kalau kita bisa menggunakan yang ramah lingkungan, kenapa tidak? Supaya generasi penerus kita tidak terpapar dengan residu pestisida yang berbahaya bagi kesehatan,” katanya.

Reporter : julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018