Friday, 01 July 2022


Kepala BPPSDMP Dorong Petani Milenial Bangun Pertanian Organik

21 Jun 2022, 09:11 WIBEditor : Herman

Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi Kunjungi Kebun Hidroponik di Maros

TABLOIDSINARTANI.COM, Maros  --- Disela rapat persiapan kegiatan Pra Penas di Kantor Bupati Maros, Sulawesi Selatan, Kepala Badan Penyuluhan Pembangunan Sumberdaya Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi berkesempatan mengunjungi lokasi usaha sayuran organik di Kecamatan Mandai Kabupaten Maros. 

“Saya salut dengan Mbak Yeni yang sudah membangun pertanian organik dengan pendekatan hidroponik dan tidak menggunakan pestisida kimia. Dengan pestisida nabati Ini sangat baik karena aman untuk dikonsumsi, untuk mengkonsumsinya cukup dibersihkan bisa langsung dikonsumsi”, ungkap Dedi. 

Lebih lanjut Dedi berpesan kepada para petani milenial untuk selalu semangat, Seperti halnya yang telah dilakukan Mbak Yeni semangat membangun pertanian organik dari modal kecil hingga seperti saat sekarang ini.

“Meskipun tadi ia menyebutkan ada permasalahan hama dan penyakit yang dihadapi, tapi berusaha menyelesaikannya dengan komunikasi dan komunitas yang memiliki. Saya meminta kepada teman-teman disini seperti dari Polbangtan Gowa, BBPP Batangkaluku maupun Balitserealia yang ada di Maros untuk membantu jika terdapat permasalahan yang dialami oleh para petani milenial di lapangan jangan dibiarkan mereka berjuang sendiri”, pesan  Dedi. 

Menanggapi hal tersebut Direktur Polbangtan Gowa, Syaifuddin yang juga ikut mendampingi kunjungan tersebut mengatakan siap membantu jika terdapat permasalahan teknis yang seperti dialami Yeni.

 

“Kami di polbangtan terdapat banyak Dosen yang ahli dalam bidang hama maupun penyakit tanaman, nanti bisa dikonsultasikan, minimal konsultasi via telepon dan bila perlu kami datangkan Dosen ke lapangan” jawab Syaifuddin. 

Program YESS 

Yeni merupakan salah satu petani sayur organik yang berada di Kecamatan Mandai Kabupaten Maros penerima hibah kompetitif program Youth Enterpreneurship And Employment Support Services (YESS). Progam YESS sendiri merupakan kerjasama Kementerian Pertanian (Kementan) dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD)  

Menerapkan pola pertanian organik dengan hidroponik, Yeni mengungkapkan hingga kini dia tetap eksis berproduksi dengan baik. Bahkan dengan terbukanya pasar dan banyaknya permintaan, dirinya sedikit kewalahan. Sehingga ia membangun kemitraan dengan petani organik lainnya untuk memenuhi pasokan dan permintaan yang ia terima. 

Usaha yang ia mulai hanya bermodal Rp 300 ribu kini sudah berkembang pesat apalagi setelah ia menerima bantuan hibah kompetitif program Yess Kementerian Pertanian.

Menurutnya bantuan hibah yang ia terima sangat membantu menjaga ketersediaan sayur yang ia produksi sendiri maupun menampung pasokan dari mitra petani hidroponik lain yang ada di Maros. 

“Pada tahun 2021 saya mendapat bantuan hibah kompetitif melalui program yess Kementan, dan saya gunakan untuk membeli showcase pendingin agar dapat menampung sayur yang ia produksi lebih lama”, kata Yeni.  

Ditanyakan terkait kendala yang dihadapi, ia menjawab hama dan penyakit. Tanaman organik yang ia tanam sangat rawan terhadap hama dan penyakit.” Untuk hama kami mencoba  mengatasinya dengan pestisida nabati. Namun untuk penyakit ia masih merasa cukup sulit. Biasanya bakteri busuk akar menyerang di usia tanaman tiga minggu”, ungkapnya.

Reporter : Suriady
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018