Monday, 08 August 2022


Kerjasama Dengan Penangkar Untuk Penyediaan Benih

21 Jul 2022, 15:03 WIBEditor : Herman

Direktur Perbenihan Hortikultura Dr. Inti Pertiwi Nashwari

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta ---  Berbagai langkah dilakukan Direktorat Perbenihan Hortikultura Kementerian Pertanian dalam penyediaan benih sekaligus menjaga kualitas dan pengawasan benih yang dibagikan ke masyarakat. Mulai dari sertifikasi benih yang beredar, kerjasama dengan penangkar benih hingga pemanfaatan teknologi dalam pengawasan benih. 

Diungkapkan Direktur Perbenihan Hortikultura, Dr. Inti Pertiwi Nashwari, dalam menyediakan kebutuhan benih selain mendorong Balai Benih untuk mengembangkan benih dengan kekhususannya masing-masing, Direktorat Perbenihan Hortikultura saat ini juga melakukan kerjasama intensif dengan para penangkar/produsen benih.  

“Penyedian benih itu pilihannya kita memproduksi atau kita membeli. Yang bisa memproduksi itu balai-balai benih yang ada di seluruh Indonesia. Kalau dulu misal kebutuhan 200 ribu batang yang 100 ribu kita produksi dan 100 ribu kita beli. Kalau sekarang yang 100 ribu kita kerjasama dengan penangkar yang sudah terseleksi/bersertifikasi,” jelasnya.

Ditambahkan Inti, melakukan kerjasama dengan penangkar memiliki banyak keuntungan, selain mendapatkan benih berkualitas karena hadir dari penangkar yang sudah tersertifikasi, penghematan anggaran yang cukup besar, juga kedekatan dengan para penangkar semakin terjalin.   

“Jadi sebelum benih diberikan kepada masyarakat, kita persiapkan T-1 bekerjasama dengan penangkar dengan sistem swakelola dan penyertaan modal,” ujarnya.  

Selain ketersediaan, memastikan benih-benih yang beredar di masyarakat bersertifikat menjadi tugas besar Direktorat Perbenihan Hortikultura. Karena itu, berbagai langkah untuk mendorong sertifikasi benih terus dijalankan.   

Salah satunya dengan sertifikasi benih mandiri yang bisa dilakukan oleh para produsen benih. Bila dahulu produsen benih melakukan sertifikasi melalui Balai Pengawsan Sertifikasi Benih (BPSB), sekarang tidak lagi. Perusahaan benih bisa memberikan sertifikat sendiri pada benihnya tanpa harus  melalui BPSB. 

”Tetapi mereka harus mengikuti sertifikasi dari Lembaga Sertifikasi Sistem Mutu Benih Hortikultura (LSSM) untuk mendapatkan Setikfikat Sistem Mutu Mandiri,” ungkap Inti.

Saat ini Direktorat Perbenihan Hortikultura sedang menyiapkan sistem pengawasan benih-benih yang dibagikan ke masyarakat. Yaitu dengan melakukan registrasi melalui QR Code yang ada pada setiap benih yang dibagikan.  

“Pak Dirjen minta untuk mengevaluasi benih yang sudah dibagikan. Jadi sekarang setiap benih yang dibagikan kita registrasi nanti akan ada QR Code untuk dapat memonitoring benih yang dibagikan," jelasnya. 

Perlu diketahui saat ini ada sekitar 566 komoditas hortikultura yang terbagi dalam jenis sayuran, tanama obat, tanaman hias dan buah-buahan. Dari komoditas yang ada, Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian sedang memfokuskan pengembangan beberapa komoditas.  

Seperti cabai dan bawang untuk jenis sayuran, dan jahe untuk tanaman rempah. Serta beberapa jenis buah diantaranya pisang, durian, kelengkeng dan alpukat untuk tanaman buah-buahan.    

“Sekarang permintaan pisang sedang tinggi, dan kita membutuhkan 2 juta bibit pisang untuk tahun depan,” ujarnya. 

Reporter : Dede
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018