Monday, 08 August 2022


Sentra Bawang Mulai Panen, Harga Bergerak Turun

26 Jul 2022, 16:39 WIBEditor : Yulianto

Petani bawang di Pemalang mulai panen | Sumber Foto:Humas Horti

TABLOIDSINARTANI.COM, Pemalang---Setelah beberapa pekan bawang merah bertengger di harga tinggi, mulai pekan ketiga Juli ini harga bawang merah terpantau mulai kembali normal.

Kementerian Pertanian melalui Ditjen Hortikultura sebelumnya juga telah memperkirakan Juli ini pasokan akan normal dan harga bawang merah berangsur melandai. Hal itu, seiring musim panen di beberapa sentra terutama kawasan Brebes dan wilayah di sepanjang pantura Jawa Tengah.

Panen bawang merah seluas 20 ha di Desa Klareyan Kecamatan Petarukan – Pemalang memasuki panen minggu ketiga Juli ini. Kawasan tersebut merupakan alokasi bantuan APBN Ditjen Hortikultura tahun anggaran 2022 yang dilaksanakan melalui Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah.

"Hasilnya bagus, hasil ubinannya sekitar 5 kilo per m2. Kalau dirata-rata dapet sekitar 17 - 18 ton/hektar bawang kering panen. Harganya  juga masih bagus, Rp 30.000,- per kilonya. Jadi petani masih untung lumayan," ujar Kepala Dinas Pertanian Pemalang, Wahadi.

Pemkab Pemalang berkomitmen mendorong petani menanam bawang merah. Sebab sudah terbukti hasilnya jauh lebih menguntungkan dibanding komoditas pertanian lainnya.

Petani bawang merah Petarukan Pemalang, Komarudin, mengaku sangat senang dengan hasil panen yang diperolehnya. "Alhamdulillah meski cuaca tidak menentu, bawang merah saya bisa selamat dan dipanen. Hasil umbinya cukup besar dan harganya juga masih bagus. Maturnuwun Kementerian Pertanian dan Dinas yang sudah membantu," katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah, Supriyanto, di tempat yang sama menyebut panen di Pemalang membuktikan eksistensi Jawa Tengah sebagai lumbung bawang merah nasional.

Brebes diakui, memang masih sebagai sentra terbesar di Indonesia. Namun wilayah sepanjang pantura mulai dari Tegal, Pekalongan, Pemalang, Kendal, Demak, Pati dan Grobogan kini mulai tumbuh menjadi kawasan produksi bawang merah penyangga Jawa Tengah dan Nasional. Kami selalu surplus sepanjang tahun," ungkap Supriyanto.

Menurutnya, program  pengembangan bawang merah yang didanai APBN ataupun APBD harus dilaksanakan tepat waktu dan sasaran. Pemerintah harus mengelola keterbatasan anggaran negara untuk memberikan dampak sebesar-besarnya terhadap produksi dan kesejahteraan petani bawang merah.

Salah satu caranya dengan mengoptimalkan potensi penanaman saat bulan-bulan off-season seperti Januari-April. Selain bisa memperkuat sistem produksi antar-waktu dan antar-wilayah, petani juga berpeluang memperoleh pendapatan yang lebih baik.

“Jadi Perlu dipetakan dan direncanakan kawasan-kawasan yang memungkinkan untuk penanaman off-season tersebut," ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Tommy Nugraha membenarkan, pasokan bawang merah terutama dari kawasan Brebes dan sekitarnya saat ini semakin meningkat. Indikatornya bisa dipantau dari pasokan dan harga grosir di pasar induk Kramatjati Jakarta.

Pasokannya rara-rata susah diatas 90 ton/hari. Per hari ini bawang merah kelas paling super harganya Rp 30.000/kg yang sebelumnya sempat mencapai Rp 60.000 - 70.000/kg," kata Tommy.

"Tapi tolong dicatat, meski pasokan normal dan harga turun, kita ingin harga di tingkat petani harus tetap menguntungkan," tegasnya.

Reporter : julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018