Selasa, 27 September 2022


Pastikan Aman Pangan, Dinas Pangan Aceh Lakukan Pengawasan Kebun Melon Petani

15 Agu 2022, 14:28 WIBEditor : Gesha

Dinas Pangan Aceh melalui UPTD Balai Pengawasan Mutu dan Keamanan Pangan melakukan pengawasan langsung ke kebun petani. | Sumber Foto:Dinas Pangan Aceh

TABLOIDSINARTANI.COM, Banda Aceh --- Dinas Pangan Aceh melalui UPTD Balai Pengawasan Mutu dan Keamanan Pangan melakukan pengawasan langsung ke kebun petani. Kegiatan ini dilakukan guna memastikan keamanan pangan yang terhindar dari residu pestisida.

"Untuk menjaga keamanan pangan dari residu pestisida yang berlebihan Pemerintah Aceh melalui UPTD Balai pengawasan mutu dan Dinas Pangan Aceh melakukan peninjauan langsung ke salah satu lokasi penanaman melon di kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar," ungkap Nurhayati kepada tabloidsinartani.com. 

Kunjungan ini kata Nurhayati yang juga selaku Sekretaris Dinas Pangan Aceh, untuk melakukan pengawasan  sekaligus sosialisasi tentang cara penggunaan pestisida atau racun hama pada tanaman melon yang sudah berbuah. Dalam kesempatan tersebut Nurhayati, menjelaskan tentang pentingnya menjaga keamanan pangan melalui pengawasan langsung. "Diharapkan pangan yang beredar di masyarakat berkualitas baik dan aman untuk dikonsumsi," terangnya.

Menurutnya, Dinas pangan Aceh memiliki dua bidang terkait dengan pengawasan keamanan mutu pangan yaitu Bidang keamanan pangan dan bidang Bawastu KP. Tugas kita sambungnya, langsung mengambil sampel yang ada di lapangan, misalnya contoh buah melon untuk diuji melalui laboratorium serta melihat kadar pestisida yang ada di buah tersebut. "Jika batas ambang sesuai dengan aturannya akan diberikan sertifikat Prima3 yang berguna untuk petani sendiri yaitu nilai jual buah tersebut menjadi lebih tinggi dan bisa masuk ke pasar-pasar yang modern," bebernya.

Sementara Kepala UPTD Balai Pengawasan Mutu dan Keamanan Pangan Gunawan, SPi.,MM mengatakan, selain melakukan sosialisasi ke petani pihaknya juga mengambil sampel dari buah untuk diuji tingkat pencemaran pestisida. Bila memenuhi ambang batas yang dipersyaratkan maka akan diberikan label sertifikasi Prima 3.

"Tugas kami makukan pengawasan terhadap pelaku usaha di free market dan kebun-kebun masyarakat dalam rangka mengaudit serta mengambil sampel. Sampel buah melon nanti kita uji di laboratorium. Dari sampel tersebut akan dibawa dalam sidang konteks yang ketuanya profesor di USK. Kalau berhasil maka kami akan mengeluarkan sertifikat Prima3. Sertifikat Prima3 adalah aman untuk dikonsumsi masyarakat, sehingga produk ini akan memiliki nilai tambah pasar," jelasnya.

Salah seorang petani melon Syarifudin, mengaku pihaknya telah mengikuti dan melaksanakan aturan penggunaan pestisida tanaman dalam budidaya melon guna menghasilkan buah yang berkualitas pemberantasan hama penyakit bisa dengan cara fisik dan alau memang sudah mendesak dari sudah diambang pacar itu baru kita pakai kita itu pun harus kita jaga jaga juga mana ada takarannya kalau bisa kita usahakan dibuat agar jangan melebihi dosis jadi aman untuk dikonsumsi masyarakat luas. 

Alasan terhadap produk pangan ini juga dilakukan pada semua jenis hasil pertanian seperti beras buah-buahan dan juga sayur-sayuran diharapkan pangan yang beredar di masyarakat berkualitas baik dan aman untuk dikonsumsi. 

 

Reporter : AbdA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018