Sabtu, 01 Oktober 2022


Bawang Merah Dalam Pot, Amankan Ekonomi Rumah Tangga

20 Sep 2022, 07:03 WIBEditor : Gesha

Tanam Bawang Merah dalam Pot | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Lonjakan harga bawang merah yang sempat mencapai Rp 60 ribu per kg pada pertengahan Juli 2022 cukup membuat ibu rumah tangga kewalahan mengatur irama belanjanya. Dengan memanfaatkan lahan yang terbatas, setiap rumah tangga dapat menanam bawang merah di halaman ataupun rooftop dalam media pot. 

Bawang merah hingga kini masih faktor inflasi terpenting Indonesia. Hampir setiap tahun terdengar jeritan masyarakat mengenai harga yang kerap meninggi . Baru-baru ini, Presiden Joko Widodo meminta pemanfaatan lahan pekarangan untuk menanam komoditas penyebab inflasi seperti cabai dan bawang. "Urusan ini yang seharusnya rumah tangga-rumah tangga di desa itu bisa menanam. Bisa di polybag atau di pekarangannya sehingga tidak ada yang namanya kita kekurangan atau harga naik drastis," kata Presiden Joko Widodo.

Dengan memanfaatkan lahan yang terbatas, setiap rumah tangga dapat menanam bawang merah; di halaman ataupun rooftop.  Strategi penanamannya tidak melulu berbasis lahan; bisa menggunakan polybag, pot, ataupun talang paralon sehingga mudah dalam penempatannya, dan juga mudah dalam mitigasi kerusakan tanaman akibat perubahan cuaca. Syarat terpenting yang harus dipenuhi adalah mendapatkan sinar matahari penuh.

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jakarta, Kementerian Pertanian telah membuktikan bahwa bawang merah memiliki potensi untuk dikembangkan pada skala rumah tangga. Hasil kajian BPTP Jakarta menunjukkan bawang merah dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dalam wadah seperti pot/polybag. Benih yang digunakan adalah umbi dan ditanam satu umbi per pot/polybag berukuran diameter 20-25 cm. Media tanam yang digunakan untuk budidaya bawang merah dalam pot berupa campuran tanah + pupuk organik + sekam dengan perbadingan 1 : 1 : 1. Pemeliharaannya juga tergolong mudah yaitu dengan penyiraman rutin dilakukan setiap hari. 

Namun jika hujan gerimis, tanaman disarankan untuk dibilas menggunakan air PAM/sumur. Pemupukan dilakukan sebanyak empat kali, yaitu diawal saat membuat media tanam dicampur dengan pupuk TSP 3 gram per pot/polybag. Pemupukan susulan dilakukan pada saat tanaman berumur 10, 20 dan 30 hari setelah tanam menggunakan pupuk NPK 16:16:16 sebanyak 3 gram per pot/polybag.  Penyemprotan pestisida nabati dianjurkan untuk menghindari tanaman bawang merah terserang hama dan penyakit.

Tidak perlu menunggu lama untuk memanen bawang merah.  Sayuran umbi ini termasuk tanaman semusim yang memiliki umur pendek.  Setelah 60 hari tanam, umbi bawang merah sudah dapat dipanen untuk konsumsi.  Jika akan digunakan kembali sebagai benih, maka umur panen ditambah 10-15 hari.  Satu umbi bawang merah bisa menghasilkan 5 sampai 12 umbi per pot/polybag. Bisa dibayangkan jika satu keluarga memiliki 20 pot/polybag tanaman bawang merah, 20 umbi bisa memproduksi minimal 100 – 240 umbi.  Dengan berat rata-rata 1 umbi bawang merah adalah 5 gram, maka dapat diperoleh 0,5 – 1,2 kg hasil panen.

Informasi dari Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian (Pusdatin) Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian, rerata konsumsi bawang merah di Indonesia pada tahun 2021 adalah 2.87 kg/kapita/tahun yang hampir setara dengan 0,25 kg/orang/bulan. Memperhatikan potensi panen dengan berat terendah saja yaitu 0,5 kg per 20 pot, maka dengan menanam rutin setiap 2 bulan, kebutuhan bawang merah per kapita dapat terpenuhi.  Dengan demikian, satu keluarga berencana dengan jumlah anggota keluarga 4 orang akan terpenuhi kebutuhan bawang merahnya dengan menanam secara rutin 80 pot/polybag setiap 2 bulan.

Jika rumah tangga bisa menanam dan memanen sendiri, maka akan mengurangi biaya belanja keluarga sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga. Selanjutnya, jika penanaman bawang merah menyebar dan menjadi kebiasaaan rumah tangga di Indonesia, maka lonjakan drastis harga bawang pemicu inflasi dapat diminimalisir di masa yang akan datang. 

 

 

Reporter : Ikrarwati, Nofi Anisatun R, Tezar Ramdhan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018