Jumat, 23 Februari 2024


Sukses jadi Peng-Angguran

15 Peb 2023, 05:15 WIBEditor : Yulianto

Andi Sugiri, pemilik Taman Edukasi Anggur Sawarga Grape, Bogor | Sumber Foto:Andi Sugiri

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Menanam anggur di pekarangan kini menjadi alternatif kaum urban untuk mengisi ruang kosong di pekarangan. Jika sebelumnya tanaman ini hanya bisa dibudidayakan di wilayah subtropis, tapi kini dengan ketelatenan penggiat anggur ternyata kini tanaman tersebut bisa berkembang di Indonesia.  

Kalangan penggiat anggur membudidayakan dalam skala rumahan. Bagi yang menyukai buah anggur pun bisa ditanam di pekarangan rumah atau apartemen yang memiliki lahan sempit. Menanam anggur kini menjadi hobi yang bisa dicoba.

Seperti yang dilakukan Randi Suhendra. Pria berusia 33 tahun yang tinggal di Jalan M. Yamin, Teluk Belibi Utara, Punggung Kasik, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat yang sukses membudidayakan anggur di pekarangan rumahnya.

Bermodal awal sekitar Rp. 3-4 juta, Randi banyak menuai manfaat dari panen anggur di pekarangan. Pekerjaan utama lulusan S1 Pendidikan Kimia ini sebenarnya karyawan swasta pabrik santan sabagai quality control. “Saya pribadi suka dengan tanaman, karena sudah dikenalkan dari kecil oleh orang tua. Saya menanam anggur sejak 2013, anggur lokal, jenis isabella,” katanya.

Dalam budidaya anggur, Randi mencari varian yang mudah berbuah dan enak rasa buahnya. Salah satu alasannya menanam anggur adalah karena masih jarang masyarakat yang membudidayakan. Apalagi  banyak yang beranggapan anggur hanya cocok di daerah dingin. Namun saat dirinya mencoba menanam, anggur bisa tumbuh di daerah dingin atau panas. “Anggur bisa dibuat tumbuh model apa saja, teralis, para-para, atau tabulampot. Karena lahan saya cuma 9x7 meter, sangat fleksibel untuk menanam anggur,” ungkapnya.

Sementara itu, Andi Sugiri, pemilik Taman Edukasi Anggur Sawarga Grape, Bogor mengatakan, tanaman anggur sangat cocok untuk kegiatan urban farming. Jadi, selain bisa ditanam di pekarangan rumah, juga bisa di lingkungan RT/RW setempat. Selain itu, bisa dipadukan dengan kegiatan edukasi benih, café, resto, pelatihan, camping ground dan sebagainya.

“Kini perkembangan tren budidaya anggur bukan hanya untuk hobi, tapi juga produksi atau industri. Tanaman anggur bisa dijadikan pemanis atau estetika di halaman rumah atau belakang rumah dengan dipadukan dengan kolam ikan. Bahkan juga bisa dibudidayakan sebagai tempat edukasi, wisata petik, dan resto,” kata Andi Sugiri yang juga Kepala Divisi Litbang Dan Edukasi Asosiasi Penggiat Anggur Indonesia (ASPAI).

Ingin menanam anggur jangan sampai salah pilih bibit. Baca halaman selanjutnya.

 

Reporter : Julian
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018