Saturday, 10 October 2026


Bawang Merah Bantaeng Pasok Kebutuhan Indonesia Timur

26 Feb 2023, 02:13 WIBEditor : Yulianto

Petani bawang di Bantaeng

TABLOIDSINARTANI.COM, Bantaeng---Bantaeng menjadi salah satu sentra bawang merah di Sulawesi Selatan. Bahkan hasil produksinya selama ini banyak memasok kebutuhan di wilayah Indonesia Timur. Untuk kebutuhan Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN), petani di kabupaten tersebut juga siap menyuplai kebutuhan.

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng, Suryani Samun menjelaskan realisasi luas tanam Januari sampai dengan Februari 2023 mencapai kurang lebih 600 hektar (ha), dengan perkiraan panen pada April-Mei mencapai 6.000 ton dengan produktivitas 10 ton/ha.

Lahan ini tersebar di 4 kecamatan. Seluas 581 ha di Uluere, 7 ha di Sinoa, Bantaeng dan Eremerasa masing-masing 2 hea. Total luas tanam dalam 1 tahun mencapai 1.821 ha dengan 3-4 kali musim tanam.

Suryani mengakui, bawang merah Bantaeng kini menyuplai Sultra, Sulteng, Maluku, Papua Barat, Kalimantan Timur dan  Sulawesi Selatan.  Untuk itu, perlunya upaya optimal dan terkoordinir antara pemerintah pusat dan daerah. 

"Kalau produksi hortikultura mulai berkurang di Bantaeng, maka akan terjadi inflasi. Kami terus berkoordinasi di lapangan. Kita ingin agar stok bawang merah ini selalu tersedia, apalagi menjelang HBKN," jelasnya.

Perwakilan Ditjen Hortikultura Kementan Muhammad Agung Sunusi juga membenarkan bahwa sejauh ini Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng cepat dan tanggap dalam mengantisipasi serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dan penanganan Dampak Perubahan Iklim (DPI). Hal ini terlihat pertanaman bawang merah tumbuh subur, sehingga diharapkan produksi dan provitas tanamannya tinggi.

"Bantaeng ini bisa dipastikan dapat menjadi penyangga pasokan bawang merah wilayah timur dan nasional secara umum. Saya lihat di lapangan petani sudah bergerak menuju budidaya ramah lingkungan. ditandai dengan masifnya penggunaan agens hayati dan pestisida nabati,” katanya.

Agung mengatakan, kebutuhan benih bawang merah dilokasi ini mencapai 1,5-2 ton/ha dengan umur panen tiga bulan di dataran tinggi dan tujuh puluh hari untuk dataran rendah. Saat ini yang dominan adalah pertanaman dilokasi dataran tinggi dengan puncak dimusim panen paa April.

Ketua Kelompok Tani, Lannying Rusdi menjelaskan pemenuhan kebutuhan benih di Bantaeng cukup maksimal. Bahkan, ia mengakui kwalitas pestisida nabati (pesnab) bantuan Ditjen Hortikultura Kementan.

”Dulu kita itu kan selalu gagal panen pak, kita pake pestisida macam-maca juga hasilnya sama. Alhamdulilah sejak memakai pesnab dari Kementan, hasilnya beda, daya simpan bawang merah bisa mencapai 6 bulan, bila dibandingkan dengan budidaya konfensional, hanya bisa maksimal bertahan sampai 2 bulan,” tuturnya.

Pemerintah menyiapkan beberapa langka preventif untuk menekan seluruh komoditas yang berpotensi mempengaruhi inflasi, diantaranya bawang merah. Untuk mengantisipasi ketersediaan stok/standing crop dan anomali harga, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo telah memerintahkan seluruh jajarannya mengawal dan mendampingi ketersediaan bahan pokok penting terutama cabe, bawang merah, dan bawang putih dalam menyambut Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 2023 (1444 H).

Dirjen Hortikultura Prihasto Setyanto mengatakan, beberapa langka strategis yang sudah dilakukan sejauh ini, diantaranya menyampikan early worning system (peringatan dini) untuk menjaga ketersediaan 3 bulan kedepan di wilayah kampung hortikultura seluruh Indonesia.

"Kita harus mengantisipasi segala kemungkinan untuk menjaga stabilitas harga, Pak Menteri telah mengintruksikan kepada saya untuk melakukan segala upaya agar ketersedian produksi subsektor hortikultura ini tercukupi, dipastikan aman dan tidak bersoal,” katanya.

Berdasarkan data dari dinas pertanian setempat menguraikan bahwa jadwal musim tanam pada lokasi tadah hujan pada Oktober-November  (musim tanam pertama), Februari - Maret (musim tanam ke dua), April - Mei (musim tanam ke tiga), dan untuk lokasi yang memiliki irigasi tekhnis bisa mencapai empat kali musim tanam yaitu Juli-Agustus

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018