Selasa, 23 Juli 2024


Samosir jadi Kawasan Pertanian Terpadu

03 Mar 2023, 10:54 WIBEditor : Yulianto

Mentan SYL saat penanaman perdana kentang sebagai tanda kick off kawasan pertanian terpadu Samosir | Sumber Foto:Humas Horti

TABLOIDSINARTANI.COM, Samosir---Desa Hariara Pintu Kecamatan Harian Kabupaten Samosir, Sumatera Utara bakal menjadi kawasan terpadu pertanian setelah Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) melakukan Kick Off pada Selasa (28/2).

Kick off KPT ditandai dengan penanaman kentang oleh mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu didampingi anggota DPR RI, Martin Manurung, dan Bupati Samosir, Vandiko T Gultom serta para pejabat daerah setempat.

Menurut SYL, kawasan pertanian terpadu ini merupakan jawaban atas harapan masayarakat Samosir terhadap hadirnya perbaikan dan perubahan. "Jawabannya itu adalah pertanian. Karena pertanian itu menjanjikan dan memberikan kepastian selama dikelola dan diurus dengan baik dan benar,” katanya.

SYL berharap, kawasan ini akan menjadi lokomotif perubahan bukan hanya bagi warga Samosir, tapi juga Sumatera Utara. Namun ia juga meminta agar ada adalah kolaborasi antara petani, pemerintah daerah, off taker dan perbankan melalui skema pembiayaan KUR. ”Sekali lagi ini harus dikonsepsikan semua hal harus terintegrasikan. Perlu juga dibangun pengolah pupuk organik sekaligus sarana angkut, taksi Alsintan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto menjelaskan, sasaran program ini adalah terbangunnya kawasan pertanian terpadu yang berdaya saing, ramah lingkungan dan modern, terwujudnya sinergitas stakeholders terkait, dan terbentuknya kelembagaan petani berbasis korporasi.

"Tahun 2023 ini prioritas dikembangkan seluas 234 hektar, kemudian di tahun 2024, 1.000 hektar, dengan komoditas yang ditanam yaitu bawang merah, bawang putih, cabai merah, kentang, kubis, dan ubi jalar," katanya.

Bupati Samosir Vandiko T Gultom mengungkapkan, selama ini daerahnya merupakan kawasan pariwisata unggulan nasional, meski 80 persen penduduknya merupakan petani. Karena itu, hadirnya KPT ini diharapkan menjadi peluang dan potensi baru.

"Terima kasih Bapak Menteri, kawasan pengembangan pertanian terpadu ini menjadi semacam kado ulang tahun Samosir yang ke-19. Jadi, kami bertekad akan menyukseskan program ini. Karenanya ke depan bisa dikembangkan menjadi kawasan agrowisata yang tentunya akan memberikan dampak ekonomi yang baik,” tuturnya.

Menurutnya, meski pertanian kini sudah berkembang dengan teknologi dan digitalisasi, tapi tanpa saling kerja sama dan gotong royong antara petani, pemerintah daerah dan pemerintah pusat, akan sulit program ini bisa diwujudkan. "Kita akui, pertanian konvensional perlahan sudah mulai terganti dengan pertanian modern tapi tanpa saling kerja sama, pembangunan pertanian mustahil diwujudkan,” ujarnya.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018