Kamis, 30 Mei 2024


Bawang Goreng KWT Matahari Kendari Tembus Belgia

30 Mar 2023, 03:37 WIBEditor : Yulianto

ekretaris Ditjen Hortikultura Muhammad Taufiq Ratule saat meresmikan bangsal pascapanen hortikultura Kelompok Wanita Tani (KWT) Matahari yang berlokasi di BTN Tunggala Permala, Kelurahan Anawai,. | Sumber Foto:Huma

TABLOIDSINARTANI.COM, Kendari---Bawang goreng hasil produksi Kelompok Wanita Tani (KWT) Matahari berhasil menembus pasar ekspor, khususnya negara Belgia. Pengiriman perdana dilakukan pada Januari 2023 lalu.

“Perlu kami informasikan bahwa KWT Matahari ini pada Januari 2023 lalu telah melakukan pengiriman perdana atau ekspor hasil pengolahan bawang merah dalam bentuk bawang goreng ke Belgia. Itu juga sudah merupakan perkembangan usaha yang mengarah kepada penjajakan pasar lebih besar,” ujar Sekretaris Ditjen Hortikultura Muhammad Taufiq Ratule saat meresmikan bangsal pascapanen hortikultura Kelompok Wanita Tani (KWT) Matahari yang berlokasi di BTN Tunggala Permala, Kelurahan Anawai, beberapa waktu lalu.

Didampingi Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kota Kendari, Susanti, Taufiq mengatakan, Direktorat Jenderal Hortikultura bersama Pemerintah Kota Kendari berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian dengan menumbuhkembangkan UMKM. KWT Matahari ini juga tercatat sebagai salah satu UMKM yang ada dan tetap beroperasi dalam tekanan ekonomi dunia akibat pandemi Covid-19.

“Usaha Mikro, Kecil dan Menengah atau UMKM memegang peran penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia.  Keberadaan UMKM ini memiliki jumlah terbanyak dibandingkan dengan usaha-usaha lain,” lanjutnya.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal, UMKM memiliki kontribusi terhadap PDB yaitu sebesar 61,97 persen dari total PDP Nasional atau setara dengan Rp8.500 triliun pada tahun 2020. Selain itu UMKM juga menyerap 97 persen tenaga kerja pada tahun yang sama. Mengingat begitu vitalnya peran UMKM, pemerintah di berbagai daerah berusaha mewadahi dan memberikan dukungan atas kemajuan UMKM.

Dikatakan, upaya mendorong pertumbuhan UMKM dapat dilakukan melalui penyaluran modal memberikan akses pelatihan bisnis, manajemen, bantuan sarana dan lain sebagainya. Pemerintah juga mengharapkan adanya kemitraan antara UMKM dengan perusahaan dan mendorong adanya digitalisasi. ”Dengan kondisi tersebut, UMKM yang sudah ada sejak lama dapat membantu menggerakkan perekonomian dari segala sektor,” katanya.

Agroeduwisata Buah

Lokasi lain yang turut dikunjungi Sekretaris Ditjen Hortikultura Muhammad Taufiq Ratule adalah Kebun Buah Agroeduwisata yang merupakan pemanfaatan lahan pertanian, sekaligus wahana berwisata di Kawasan Demonstration Plot (Demplot) Amohalo, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari.

“Kebun buah ini ini memiliki luasan cukup besar, yakni 300 hektare. Ini memerlukan road map serta sumber pembiayaan sehingga setiap tahunnya dapat terjadi pergerakan yang signifikan,” ujarnya.

Pj Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu, didampingi Kadis Pertanian Kendari Sahuriyanto, saat penanaman buah di Kawasan Agroeduwisata kendari berharap potensi kebun buah agroeduwisata ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber pendapatan untuk kesejahteraan masyarakat Kota Kendari.

“Tentunya untuk memperoleh manfaat tersebut, maka dibutuhkan tata kelola yang benar sehingga keindahan alam yang kita miliki tetap bisa dipertahankan dan dinikmati oleh semua kalangan masyarakat,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Sahuriyanto menjelaskan pihaknya bakal memanfaatkan lahan tersebut untuk pengembangan kebun buah berbasis agro eduwisata. Selain berfungsi sebagai wahana liburan masyarakat, juga sekaligus peningkatan sarana ekonomi masyarakat.

“Ada enam kelompok tani yang sedang dibina di Kawasan Amohalo. Dinas Pertanian telah memberikan bibit buah yang berbeda-beda untuk tiap kelompok. Jadi, masing-masing kelompok itu tanamannya berbeda, misalnya satu kelompok tanam 10 ha durian saja tanpa ada campuran,” katanya.

Reporter : julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018