Kamis, 20 Juni 2024


Dari Pulau Dewata, Durian RI Tembus Pasar Thailand

28 Jul 2023, 09:43 WIBEditor : Yulianto

Dirjen Hortikutlura, Prihasto Setyanto saat berkunjungan ke packaging house durian di Tabanan, Bali | Sumber Foto:Humas Horti

TABLOIDSINARTANI.COM, Tabanan---Durian menjadi komoditas yang permintaannya cukup besar di pasar mancanegara. Salah satu perusahaan yang mampu mengekspor durian adalah PT. Perintis Citra Fajar (PCF) yang berada di Tabanan, Bali.

“Hingga kini kami bisa mengekspor durian kupas curah ini sebanyak 20 -26 ton per bulan, khususnya ke pasar Thailand. Kami berharap jumlah ini akan terus meningkat,” kata Kepala Bagian Produksi PT. Perintis Citra Fajar (PCF), Asep saat kunjungan Dirjen Hortikultura, Prihasto Setyanto di Tabanan, Bali, Kamis (27/7).

Menurutnya, secara umum PH di perusahaan ini sebagian besar memenuhi standar operasional . Misalnya, ruang produksi yang terdiri dari ruang pengelupasan kulit durian dan sortasi, ruang packaging, blasting, dan cold storage.

Alur proses dari produk yang dihasilkan ini seperti pengupasan, pemilahan daging buah, penyimpanan di dalam tray sesuai gradenya, lalu proses blasting dalam suhu minus 40 selama 3-5 jam kemudian dikemas dalam plastik dan karton box, di label  dan selanjutnya di simpan dalam ruang penyimpanan dingin.

“Produk akhir yang dikeluarkan berupa durian kupas curah yang dikemas dalam plastik seberat 5 kg,” katanya.  Semua durian yang sudah dikemas tersebut lanjut Asep, diberikan label dengan informasi rinci durian, packing size, tanggal kadaluarsa, no batch, kondisi pendinginan  serta nama perusahaan.

General Manager PT. Perintis Citra Fajar (PCF), Ida Bagus Putu mengatakan, setiap minggu pihaknya memperoleh  10 ton durian montong dari Sulteng, dan Bali. Durian tersebut kemudian disortasi dan grading.  “Satu hari dapat menghasilkan durian yang tersortir baik dan layak masuk ruang produksi sekitar 30 persen dari total penerimaan,” katanya.

Dirinya menyebut rendeman durian asal Singaraja lebih kecil, hanya sekitar 30 persen dibanding durian asal Sulawesi. Kelebihannya memiliki tingkat kemanisan (brix) lebih tinggi yakni mencapai 40 persen, sehingga produk yang dihasilkan PH ini, memiliki grade A, B dan C.

PH milik PCF ini memiliki luasan sekitar 2.000 meter persegi dengan dua bangunan utama, yaitu bangunan penerimaan dan sortasi bahan baku serta rumah produksi. Bangunan ini memiliki sertifikat jaminan mutu GMP yang dikeluarkan oleh URS.

Dorong Ekspor

Kementerian Pertanian terus berupaya dalam peningkatan ekspor produk pertanian ke berbagai negara tujuan, khususnya pasar Asia. Hal ini tergambar dari hasil kunjungan kerja Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto di Bali saat meninjau fasilitas packing house (PH) untuk durian di Kabupaten Tabanan.

Salah satu persyaratan ekspor durian di antaranya memenuhi sistem jaminan mutu yakni, GAP dan GMP.  Kualitas, kuantitas dan keberlanjutan durian adalah hal yang tetap harus diperhatikan agar kegiatan ekspor durian terus meningkat dan kepercayaan pasar dunia terhadap Indonesia semakin baik.

”Durian ini harus dipastikan bersumber dari lahan yang baik dan dihandling baik pada pascapanennya, sehingga kehilangan hasil bisa ditekan dan mutu terjaga,” kata Prihasto, Kamis (27/7).

Lebih lanjut, Prihasto mengingatkan hal penting lainnya adalah memiliki sistem atau pengkodean asal lahan untuk menjamin sistem ketertelusuran produk. Selain itu pengembangan durian Indonesia lebih berkelanjutan dengan prinsip zero waste.

Dengan demikian dapat meningkatkan pendapatan petani durian. Selain itu secara langsung mempengaruhi sosial budaya masyarakat Indonesia dengan kebanggaan durian nusantara serta lingkungan yang terus terjaga.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018