Sabtu, 24 Februari 2024


Manggis Sukabumi Goyang Pasar Tiongkok

01 Okt 2023, 20:58 WIBEditor : Yulianto

Pelepasan ekspor manggis Sukabumi ke China | Sumber Foto:Humas Horti

TABLOIDSINARTANI.COM, SUKABUMI---Manggis menjadi salah satu komoditas hortikultura yang permintaan pasarnya di luar negeri cukup besar. Salah satunya manggis dari Sukabumi yang mampu menembus pasar Negeri Tirai Bambu, China.

Beberapa waktu lalu, Dirjen Hortikultura, Prihasto Setyanto bersama Komisi IV DPR RI melepas ekspor manggis sebanyak 204 ton sekaligus peresmian  Packing House (PH) PT. Sinar Harapan Bersatu (SHB) di Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.  PH yang berdiri tahun 2018 sejak lama memenuhi permintaan manggis ke Cina.

PH SHB telah teregistrasi dengan Nomor KEMTAN RI PH 32-02-0022-0120 dan mendapat pasokan manggis dari kebun teregistrasi di wilayah Sukabumi, Tasikmalaya, Subang, dan Purwakarta dengan total lahan sekitar 726 hektar yang tersebar pada 166 kelompok tani.

Ditjen Hortikultura memberikan fasilitasi registrasi kebun dan lahan usaha sejak tahun 2020 dalam rangka mendukung keamanan dan mutu pangan, termasuk pendampingan penerapan Good Agricultural Practices (GAP), Good Handling Practices (GHP), sekolah lapang GAP dan GHP, registrasi PH dan kerjasama dengan eksportir dalam rangka percepatan ekspor hortikultura. 

Tahun 2021-2023, ada penambahan kebun dan lahan usaha hortikultura teregistrasi sebesar 1.772,83 ha yang tersebar pada 29 kabupaten di 13 provinsi, yaitu Jawa Barat, Bali, Sumatera Barat, Banten, Lampung, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Jambi, Bangka Belitung, NTB, dan Riau.

Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto berharap, ke depan ekspor manggis akan terus meningkat dan tidak ada kendala baik teknis maupun non teknis dan nilai ekspor manggis ke China terus meningkat serta mampu menembus pasar negara lain.  Untuk itu, ia meminta agar saya saing harus terus ditingkatkan.

“Kerjasama pemerintah pusat, daerah dan pelaku usaha diharapkan terus ditingkatkan sehingga manggis Indonesia bisa menjadi raja tidak hanya di pasar Asia bersaing dengan negara-negara di Asia sebagai penghasil manggis, namun dapat menembus pasar dunia,” kata Prihasto .

Pemilik PH sekaligus eksportir,  Junardi Wijaya mengatakan, buah manggis yang dikirimkan harus sesuai dengan protokol ekspor yang dikeluarkan Indonesia dan China. Diantaranya, harus dari kebun manggis teregistrasi GAP, ditangani di PH yang juga  teregistrasi, dan bebas dari 18 jenis OPTK diantaranya semut dan kutu putih.

“Ini sesuai dengan persyaratan ekspor yang tercantum dalam Protokol Ekspor Manggis Indonesia ke China. Dengan memenuhi Protokol Ekspor tersebut, artinya buah yang diekspor memenuhi syarat sanitasi, hygiene, GAP, GHP, dan tracebility system,” katanya.

PH milik PT. SHB memiliki peralatan lengkap untuk pembersihan buah manggis dari hama dan juga memiliki gudang penyimpanan sementara manggis. Karyawan yang menangani pengemasan buah manggis juga sudah menjalani pelatihan/training sebelum bekerja.

Untuk pemenuhan persyaratan dokumen kebersihan, Junardi mengtakan, akan ada cheklist harian yang akan diisi petugas kebersihan selama kegiatan penanganan manggis berlangsung, baik di dalam gudang maupun sekitar gudang. Semua dokumen dalam proses penanganan pascapanen dan in line inspection yang dilakukan Tim Karantina, didokumentasikan dengan baik oleh Tim SBH,” ujarnya

Reporter : Julian
Sumber : Humas Ditjen Hortikultura
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018