Senin, 17 Juni 2024


Inovasi Hery Priyono, Panen Bawang Merah di Halaman Rumah

01 Peb 2024, 14:34 WIBEditor : Herman

Inovasi Hery Triyono Tanam Bawang Merah di halaman Rumah | Sumber Foto:Istimewa

Brebes --- Panen bawang merah di halaman rumah menjadi idaman banyak ibu rumah tangga. Tidak terkecuali ibu-ibu di beberapa desa di Brebes, Jawa Tengah, yang bisa memenuhi kebutuhan bawang merahnya dari halaman rumah mereka.  

Berkat inovasi seorang Penyuluh Pertanian senior Fx. Hery Priyono,SP  yang bertugas di DPKP kabupaten Brebes, para ibu rumah tangga bisa menghasilkan bawang merah organik di sekitar rumah .

“ Kabupaten Brebes yang dikenal sebagai penghasil bawang merah terbesar di Jawa Tengah, adalah hasil budidaya di lahan sawah. Saai ini kami berinovasi untuk menghasilkan bawang merah dari pekarangan, paling tidak untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga” ujar Hery.

Tidak hanya omdo, Hery  telah mempraktikkan sendiri, ia berhasil panen bawang merah dari atap rumah. Hery tinggal di perumahan yang hampir tidak mempunyai pekarangan sama sekali.

Metode sederhana ini mendapat sambutan baik dari ibu-ibu rumah tangga, ketika di kembangkan di Kelompok Wanita Tani (KWT) di beberapa desa dan kelurahan di wilayah kerjanya.

Selayaknya seorang Penyuluh Pertanian, ia tidak pelit berbagi ilmu. Hery justru merasa sangat bahagia apabila inovasinya dapat diterapkan , dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Bahan

“Cara ini mudah dan murah, karena bahan yang dibutuhkan banyak tersedia disekitar kita” terang Hery.

Bahan yang perlu disiapkan, dijelaskan Hery hanya bibit umbi Bawang Bima Brebes, busa bekas jok, sisa kayu/sisa bambu, dedaunan kering, sampah dapur, kompos, arang sekam, tanah lapisan atas/top soil dan  POC “ra GITA nah” 1 botol isi 500 mililiter.

“Lalu siapkan juga talang plastik type U panjang 1 meter dan tutupnya serta Lem untuk digunakan sebagai  pot tanaman,selanjutnya kita sebut saja Pot Talang” tambahnya.

Setelah bahan-bahan siap, lahkah berikutnya adalah meracik semua bahan yang ada. Pertama, letakkan busa di lapisan terbawah pada talang, lalu taruh potongan kayu atau bambu, kemudian  dedaunan yang sudah di remas dan dihancurkan, diatasnya taruh sampah seperti sisa dapur, sisa nasi, sisa sayuran, sisa buah, sisa makanan.

Media Tanam

Kemudian menyiapkan media tanam berupa tanah, kompos, kuntan/arang sekam dicampur merata  lalu siram dengan larutan POC “ra GITA nah” 5 cc  dicampur 1 liter air.

“Media didiamkan dulu semalam supaya bakteri yang ada dalam POC bekerja secara optimal” tambah Hery.

Siapkan bibit umbi bawang merah misalnya varietas Bima Brebes yang sudah kawak/ lawas yang sudah lebih dari  60 hari setelah panen.

Umbi dipotong pada ujungnya, dan tanam umbi bawang merah dengan posisi bagian akar di bawah.

‘jumlah populasi sebaiknya 24-26 umbi per pot talang” ujarnya.

Penyiraman

Dijelaskan Heru, penyiraman dilakukan pada waktu  pagi dan sore hari, sampai tumbuh akar dan daun, sebaiknya penyiraman menggunakan gembor yang berlubang lembut

Penyiraman pagi dan sore dilakukan sampai umur 20 hari dan penyiraman selanjutnya tiap sore sampai umur 55 hari, sedangkan umur 55 sampe panen umur 60 hari tidak perlu disiram

Pemupukan

Pemupukan dilakukan tiap minggu sekali sampe umur 40 hari dengan melarutkan  1 tutup POC ra GITA nah per  5  liter air.

Setelah itu pemupukan dilakukan setiap 5 hari sekali. Penyiangan dilakukan ketika ada gulma/rerumputan pengganggu dilakukan seminggu sekali sampai umur 40 hari

Panen

Panen dilalukan ketika dedaunan bawang merah mulai terlihat layu atau umur sekitar 55-60 hari. Hasil panen dalam satu Pot talang dapat menghasilkan antara 500 gram - 1000 gram umbi bawang merah segar. Besar kecil produksi  tergantung umur, varietas, dan kualitas bibit.

Menurut Hery Priyono, para petani bawang merah di Brebes saat ini masih menyukai varietas Bima Brebes. Karena umbi lebih besar-besar, masa dormansi pendek dan provitas tinggi dapat mencapai 12 ton per ha.

Perlu diketahui pula bahwa POC (Pupuk Organik Cair) ”ra GITA nah” adalah hasil rakitan Hery Priyono sendiri. Pupuk organik cair ini di katakana Hery juga berfungsi sebagai pembenah tanah.

“Kondisi kesuburan tanah yang rusak akibat pemakaian pupuk kimia yang berlebihan dan terus menerus, dapat diperbaiki dengan menggunakan POC ini ” pungkas Hery Priyono.

Reporter : Djoko W
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018