Minggu, 14 April 2024


Kenalan dengan Si Arum Merah, Mangga Primadona Situbondo

08 Mar 2024, 10:29 WIBEditor : Gesha

Mangga arum merah dari Situbondo | Sumber Foto:Istimewa

TABLODSINARTANI.COM, Jakarta -- Arum Merah, Mangga Asli Situbondo, bukan sekadar buah, tapi sebuah keajaiban rasa yang memikat. Kelembutan dagingnya dan aroma manis yang merayu tak terlupakan, membuatnya menjadi buah yang selalu dinantikan di setiap musim.

Kebanyakan mangga memiliki kulit yang berwarna hijau kekuningan, tetapi Mangga Arum Merah Situbondo memiliki kulit yang berwarna merah keunguan, menjadikannya menonjol di antara varietas lainnya.

Mangga Arum Merah dapat dipanen dalam waktu satu tahun tiga bulan. Mangga ini termasuk dalam kategori premium karena memiliki warna yang menarik, rasa manis yang khas, serta aroma yang menyenangkan, ditambah dengan tekstur serat yang halus.

Dikutip dari Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Buah Tropika (dahulu dikenal sebagai Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika/Balitbu), Buah mangga arum merah memiliki kulit berwarna merah saat masak.

Sementara itu, warna kulit buah masak pangkal merah (RHS Color Chart: Red Group 42B) dengan bentuk ujung buah sedikit runcing.

Mangga Arum Merah Situbondo tidak hanya menarik perhatian dengan warnanya yang mencolok, tetapi juga memiliki rasa manis dan sedikit masam yang khas.

Sebagai varietas unggul, Mangga Arum Merah memiliki rasa yang manis dan aroma yang harum. Meskipun rasanya manis, kandungan vitamin C dalam buah ini cukup tinggi, berkisar antara 65,97 hingga 81,37 mg per 100 gram.

Oleh karena itu, Mangga Arum Merah Situbondo tidak hanya dianggap sebagai mangga premium, tetapi juga menjadi primadona di pasaran.

Di pasar lokal dan nasional, harga Mangga Arum Merah berkisar sekitar Rp50 ribu per kilogram. Namun, di Jepang, mangga ini memiliki harga yang jauh lebih tinggi, mencapai Rp1 juta per kilogram.

Keunggulan lain dari Mangga Arum Merah Situbondo adalah kemampuannya untuk berbuah dalam waktu yang singkat, hanya dalam 1 tahun 3 bulan setelah penanaman.

Ini jauh lebih cepat dibandingkan dengan mangga pada umumnya yang membutuhkan waktu 4-8 tahun untuk berbuah setelah penanaman.

Mangga Arum Merah cocok untuk ditanam di daerah dengan iklim kering rendah. Penanaman mangga dilakukan di lapangan saat musim hujan untuk memastikan pencahayaan yang cukup, yang penting agar buah dapat memiliki warna merah yang menarik. Kurangnya cahaya dapat menyebabkan buah menjadi kuning atau pucat.

Buah Mangga Arum Merah memiliki ukuran sedang hingga besar, dengan bobot berkisar antara 345 hingga 600 gram per buah. Produktivitas buah ini juga cukup tinggi, mencapai antara 80 hingga 123 kilogram per pohon per tahun.

Ukuran buah pun sedang-besar dan seragam (bobot 345 – 600 gram), sehingga merupakan varietas rajin berbuah atau genjah.

Dengan keunggulan yang dimilikinya, varietas ini memiliki potensi yang baik untuk bersaing di pasar domestik maupun internasional, terutama di antara konsumen yang mencari mangga premium dengan rasa manis yang lezat dan penampilan yang menarik.

Diakui Nasional

Mangga Arum Merah merupakan varietas lokal yang telah beradaptasi dengan baik di dataran rendah yang beriklim kering.

Varian ini merupakan tipe klonal, berasal dari bibit tunggal yang tumbuh di Desa Bayeman, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo.

Mangga Arum Merah telah mendapatkan pengakuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kemenkumham RI) sebagai produk asli dari Kabupaten Situbondo.

Varietas Mangga Arum Merah Situbondo telah terdaftar sebagai hak kekayaan intelektual komunal dengan nomor 35202300004, yang merupakan indikasi geografis potensial.

Berdasarkan informasi dari situs resmi Kemenkumham di dgip.go.id, varietas Mangga Arum Merah Situbondo mulai dikembangkan sejak tahun 2002 dan pertama kali diajukan untuk hak kekayaan intelektual komunal pada tahun 2013.

Pada tahun 2016, varietas ini menjalani uji duplikasi di Kebun Percobaan Cukurgondang, Pasuruan, dengan metode top working.

Pada tahun 2019, tanaman hasil duplikasi mulai berbuah dengan produksi mencapai 21 kilogram per pohon per tahun. Produksinya meningkat menjadi 90 kilogram per pohon per tahun pada tahun berikutnya.

Setelah serangkaian uji coba, Varietas Mangga Arum Merah Situbondo akhirnya diakui sebagai Varietas Unggul Baru (VUB) melalui Keputusan Menteri Pertanian RI pada 30 Juni 2022 dengan nomor 237/kpts/pv.240/d/vi/2022 tentang Pemberian Tanda Daftar Varietas Tanaman Hortikultura Mangga Arum Merah.

Jika Anda ingin mengetahui atau melihat varietas Mangga Arum Merah Situbondo ini, Anda bisa mengunjungi kebun benih Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distangan) Situbondo. Di sana, Anda dapat menemukan berbagai koleksi cultivar mangga bersertifikat lainnya yang pasti akan memikat mata Anda.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018