Selasa, 23 Juli 2024


Jelang Lebaran, ABMI Jamin Stok Bawang Merah Aman

18 Mar 2024, 13:48 WIBEditor : Yulianto

Stok bawang merah dalam posisi aman | Sumber Foto:Dok. Sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Bawang merah menjadi salah satu komoditas pangan yang dipantau ketersediaan dan harga menjelang Hari Raya Lebaran. Karena itu, diperlukan langkah untuk memastikan ketersediaan pasokan bumbu dapur tersebut agar tetap aman. Seperti apa ketersediannya di lapangan?

Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI), H. Dian Alex Candra mengungkapkan, ketersediaan bawang merah selama Puasa dan Lebaran masih aman. ABMI memiliki persediaan stok bawang merah di cold storage sebanyak 1.500 ton, sedangkan  penyediaan stok bawang merah oleh 18 champion bawang merah yang ada di lahan sebanyak 4.110 ton.

“Kami berkomitmen menjaga pasokan bawang merah agar aman. Semua Champion Bawang Merah berkomitmen tinggi, terbukti tahun lalu tidak pernah ada gejolak harga,” ungkap Alex saat Webinar Jaga Stabilitas dan Harga Cabai-Bawang Jelang Lebaran yang diselenggarakan Tabloid Sinar Tani bekerjasama dengan Ditjen Hortikultura, Kamis (14/3).

Berdasarkan data EWS Kementerian Pertanian, Alex mengatakan, saat ini sudah masuk masa berkurangnya produksi. Hal tersebut karena pada Desember-Januari para petani sudah mulai bertanam padi.  Karena itu, ia menjamin pasokan dan harga bawang merah periode  Januari – Maret 2024 akan aman.

Meski menurut data EWS neraca kumulatif masih terhitung aman, namun Alex mengingatkan perlu diwaspadai potensi kenaikan harga setelah Lebaran akibat berkurangnya pertanaman pada Maret-April 2024 dan adanya kemungkinan naiknya harga benih bawang merah.  

Alex menjelaskan, luasan tanam bawang merah untuk memenuhi kebutuhan stok Ramadhan dan Idul Fitri tersebar di wilayah Brebes Raya (Kab. Brebes, Kab. Cirebon, Kab. Majalengka, Kab. Kendal dan Kab. Demak). Diperkirakan yang akan panen pada Maret seluas 5.350 ha dan panen April 5.200 ha.

Sedangkan panen pada Maret, di wilayah Jawa Timur seluas 4.350 ha dan April 4.200 ha. Di Kabupaten Solok luas lahan yang akan panen pada Maret 1.274 ha, sedangkan April 1.344 ha. Di Kabupaten Bima yang akan panen pada Maret 1.163 ha dan April 2.205 ha. Sementara wilayah Kabupaten Enrekang panen pada Maret 2.074 ha dan April 1.043 ha.

“Surplusnya kita itu rata-rata di Agustus-Oktober, sedangkan untuk November-Desember cenderung turun dan Januari-Februari produksi naik lagi. Namun Maret-Juni merupakan masa kritis bawang merah,” jelasnya. 

Lebih lanjut, Alex mengungkan, rata-rata produksi bawang merah pada saat musim penghujan sebanyak 15.000 ton/ha, sedangkan saat musim kemarau produksi meningkat menjadi 18.000 ton/ha.

Dari tahun 2018, Alex mengatakan, sebenarnya Indonesia sudah surplus produksi bawang merah rata-rata mencapai 300.000 ton/tahun. Bahkan impor bawang merah pun telah di stop. Namun diakui, ada sedikit masalah baru yang timbul yaitu tidak tersentra produksi di bulan dan wilayah yang sama, sehingga menyebabkan harga bawang merah di bulan tertentu jatuh dibawah angka BEP.

Bagaimana kondisi harga? Baca halaman selanjutnya.

Reporter : Herman
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018