Sabtu, 25 Mei 2024


Harga Bawang Putih Melonjak, Importir Ungkap Faktor Penyebabnya

05 Apr 2024, 08:46 WIBEditor : Gesha

Bawang putih masih di harga tinggi | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Dalam lonjakan harga bawang putih yang menggemparkan, importir berbicara tentang faktor-faktor penyebabnya yang tak terduga.

Harga bawang putih terus meningkat sejak tahun lalu, dengan harga rata-rata nasional per tanggal 3 April 2024 mencapai Rp41.730 per kg, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp32.000 per kg. Bahkan saat ini, harganya telah mencapai sekitar Rp42.310 per kg.

Menurut Jaya Sartika dari Perkumpulan Pengusaha Bawang dan Sayuran Umbi Indonesia (Pusbarindo), ada beberapa faktor yang menyebabkan lonjakan harga ini antara lain ketidakjelasan dalam perizinan impor dan kenaikan harga bawang putih secara internasional.

"(Harga di pasaran naik karena) masalah impor sama dengan tahun sebelumnya, sulit dan tidak menentu. RIPH (Rekomendasi Impor Produk Hortikultura) sudah dirilis, (tapi) SPI (Surat Persetujuan Impor) nya yang tidak menentu," ungkap Jaya.

Walaupun demikian, Jaya juga mengakui kendala yang dihadapi dalam layanan RIPH oleh Kementerian Pertanian (Kementan), yang sering menghambat impor bawang putih untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Namun, ia menegaskan bahwa permasalahan utama dalam perizinan impor bawang putih terletak pada penerbitan SPI oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag).

"Setiap importir memiliki persoalan masing-masing, tetapi masalah utamanya terletak pada SPI, karena kurangnya kejelasan dalam penerbitannya. Pada akhirnya, semuanya dikeluarkan pada akhir tahun, pada bulan Desember, dengan angka SPI yang tidak masuk akal," ujarnya.

Selain itu, tambah Jaya, kenaikan harga bawang putih secara internasional saat ini juga turut berkontribusi dalam kenaikan harga di dalam negeri.

Jaya menyatakan bahwa saat ini harga bawang putih internasional mencapai sekitar US$1.500 per metrik ton, sementara harga normalnya berada dalam kisaran US$800-US$900 per metrik ton.

Pada kondisi normal, harga bawang putih di pasaran domestik bisa berkisar antara Rp25.000-Rp30.000 per kg.

"Impor dari luar sekarang ini mahal, sekitar US$1.500 per metrik ton. Biasanya US$800-US$900 per metrik ton. Kurs dollar juga memainkan peranan besar dalam kenaikan harga bawang putih di dalam negeri," jelasnya.

Menurut Jaya, kebutuhan bawang putih nasional mencapai 600 ribu ton per tahun, dan lebih dari 90% kebutuhan tersebut masih dipenuhi melalui impor.

"Secara rata-rata, kebutuhan bawang putih per tahun mencapai 600 ribu ton. Saya tidak memiliki data tentang produksi dalam negeri karena barangnya tidak pernah ada di pasaran; semuanya diimpor dari China. Negara lain selain China tidak memiliki kualitas yang baik. India memiliki bawang putih, tetapi kualitasnya kurang baik dan berukuran kecil, mirip dengan bawang lokal," tegasnya.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018