
Petani Banjarnegara Lakukan Top Working pada Pohon Durian Tau
TABLOIDSINARTANI.COM, Banjarnegara --- Dengan teknik top working pada pohon durian, para petani yang tergabung dalam Poktan Karya Tani Bakti dapat merubah ekonominya. Top Working yang dilakukan bisa mendongkrak kelas pohon durian lokal menjadi durian unggul sesuai keinginan, omset penjualan durian mereka pun terdongkrak hingga ratusan juta.
Sama-sama menerima warisan pohon durian, berumur ratusan tahun dari nenek moyang, si Polan merasa tidak seberuntung Muali dari desa Kandri, Gunungpati. Pasalnya dari sebatang pohon durian raksaksa tersebut, setiap musim Muali dapat laku Rp 80 juta sampai Rp 100 juta . Sedang si Polan hanya laku Rp 8 sampai Rp 10 juta.
Setelah ditelisik, Muali benar-benar seperti peri bahasa “mendapat durian runtuh”.Pohon durian warisan kakeknya, yang sekarang telah mencapai tinggi 30 meter lebih dan mempunyai diameter 3 meter lebih, benar-benar menghasilkan buah durian yang istimewa dari sananya
Setiap musim panen durian rata-rata menghasilkan buah durian 700 – 800 butir atau sekitar 1.400 – 1.800 kg. Rasa durian manis legit, daging tebal berwarna kuning tua, sehingga laku dijual Rp 200 ribu - Rp 300 ribu per butir. Itupun harus pesan terlebih dahulu.
Sedang pohon durian si Polan, hanya menghasilkan buah yang kecil-kecil, daging buah tipis, warna putih dan rasa hambar. Sehingga harga jualpun rendah.

Kejadian seperti yang dialami oleh si Polan ini agaknya menimpa puluhan bahkan mungkin ribuan petani “penerima warisan” pohon durian tua, yang tersebar diseluruh negeri.
Bak makan buah simalakama, ditebang sayang, gak ditebang kepengin panen durian yang bagus.
Namun tidak demikian yang terjadi di desa Gembongan, kecamatan Sigaluh, kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Mereka tidak menerima nasib sambil merutuki nenek moyangnya.
Para petani durian yang tergabung dalam kelompok tani “Karya Tani Bakti” mendongkrak kelas pohon durian berbuah lokal menjadi berbuah unggul lokal, unggul nasional bahkan unggul introduksi luar negeri, dengan teknik top working
Dirintis seorang petani muda, Triyono, pada 2014, yang melakukan percobaan di pohon durian tua, ratusan tahun, warisan nenek moyangnya.
Triyono memotong salah satu cabang durian, yang berada di ketinggian 6 meter. Setelah 2 - 3 bulan kemudian, tunas-tunas tumbuh di tepi cabang yang dipotong. Lalu Triyono memilih 2 - 3 tunas terbaik untuk di okulasi atau disambung pucuk. Mata tunas atau pucuk yang dipakai sebagai entres dia pilih varitas yang telah ngetop. Misalnya varitas Montong, Bawor dan lainnya.

Koordinator Penyuluh Pertanian di BPP Sigaluh, Puji Rahayu,SP , mengatakan bahwa pada tahun ke empat hasil sambung Top Working Triiyono sudah membuahkan hasil. Buah durian dicabang baru berupa durian Montong, Bawor atau Musangking atau yang lain sesuai entres yang dipakai.
“Pada tahun 2018 tersebut sudah tidak kurang dari 20 varitas yang di sambungkan pada 1 pohon Triyono ” ujar Puji Rahayu
Lebih lanjut Puji mengatakan bahwa pada tahun berikutnya, cabang demi cabang menghasilkan buah sesuai varitas yang ditempel/sambung. Semua buah mempunyai kualitas dan rasa yang prima.
Menurut penuturan para petani yang sudah berhasil mengupgrade pohon duriannya, penghasilan sebatang pohon tidak kurang dari Rp 80 juta.
“Setiap pohon dapat menghasilkan bermacam varitas, jadi apapun jenis durian yang diminta konsumen.kami dapat melayani” ujar salah seorang petani.
Tidak tanggung-tanggung, mereka memproduksi durian kelas dunia seperti musang king, duri hitam, super tembaga yang harga per kilogramnya mencapai Rp 250.000,- sampai Rp 350.000,-.
Disamping melayani para penggila durian yang datang ke Lokasi, para petani ini juga memasarkan durian supernya lewat sosial media.
Menurut kabar yang beredar, tanaman durian 50 batang milik Triyono, yang telah di sulap menjadi durian super duper, dapat menghasilkan pemasukan lebih dari 2 digit kepala 6, selama misim panen dari bulan Nopember sampai bulan Februari kemarin.
Lebih lanjut Puji Rahayu mengatakan bahwa kelompok tani Karya Tani Bakti yang dipimpin Sigiharjo telah berhasil menularkan teknik top working kepada anggotanya.

“Pada saat ini teknik sambung top working sudah dikuasai oleh tidak kurang dari 20 orang anggota. Ada Triyono, Suroso dan nama-nama lain yang sudah mencapai tataran trampil dan ahli.” terang Puji Rahayu.
Teknik ini juga sudah menyebar ke 15 desa di wilajah kerja BPP Sigaluh “Paling tidak ada 1 - 2 orang di setiap desa, sudah ada yang dapat melakukan top working” ungkap Puji Rahayu.
Puji juga mengatakan pihaknya juga didukung dengan kegiatan bintek dari anggran pusat. Juga bimtek sejeni di desa yang dibiayai oleh dana desa.
Tidak hanya omon-omon saja, ternyata Puji Rahayu juga telah mempraktekkan teknik Top Working di kebun durian miliknya.
“Ada 80 pohon yang telah di top working, masih ada lagi 75 pohon yang menunggu waktu dikerjakan” katanya
Kehebatan teknik top working dari kelompok tani Karya Tani Bakti didusun Weru ini juga telah dibuktikan oleh Direktur Buah dan Florikultur, Liferdi Lukman dan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Supriyanto, SP,MP. Kedua pejabat ini hadir langsung kelokasi kebun pada acara “Pengenalan Intensifikasi Durian dengan Sistem Top Working” yang diselenggarakan 27 Februari 2024 lalu.
Para tamu undangan pada acara tersebut mengakuai keunggulan teknik top working tanaman durian yang dikembangkan oleh para petani di pelosok Jawa Tengah ini. Dengan metode ini dapat diperoleh keuntungan antara lain dapat meningkatkan Kualitas buah, yang tentu diikuti dengan, meningkatkan harga jual jual buah, sehingga meningkatkan ekonomi petani.
Kemudian dengan cara ini ternyata dapat juga mempercepat produksi (3-4 tahun bisa berbuah). Selanjutnya Dalam 1 pohon bisa dilakukan dengan beberapa Varietas.serta menjaga konservasi karena melaksanakan intensifikasi tanpa harus menebang pohon.