Tuesday, 14 July 2026


Mengenal Lebih Dekat Top Working, Pendongkrak Mutu Tanaman Buah

04 Jun 2024, 11:35 WIBEditor : Herman

Teknik Top Working Meningkatkan Mutu Tanaman Buah

TABLOIDSINARTANI.COM, Ungaran --- Teknik Top Working pada tanaman buah merupakan teknik penyambungan atau okulasi  (budding) yang memadukan antara  batang bawah dengan  batang atas dimana  batang bawah umumnya sudah berujud  pohon yang besar (pohon yang sudah berproduksi).

Top Working sebetulnya teknologi lama, tapi yang menjadikannya inovasi baru karena  dilakukan pada cabang-cabang atas tanaman dewasa dengan memadukan beberapa  varietas dalam 1 pohon

Teknik top working pada tanaman buah  dewasa mempunyai kelebihan dibandingkan penanaman  dengan  bibit baru, yaitu bahwa  teknik ini dapat mengganti  varietas  tanaman buah  lokal yang kualitasnya kurang  baik menjadi  tanaman  yang kualitasnya  lebih bagus tanpa harus membongkar  tanaman buah yang sudah ada.

Disamping itu, dengan teknik ini  pohon tanaman akan lebih cepat menghasilkan  buah (dengan jumlah buah yang langsung  banyak) yaitu kurang dari 6 bulan sejak penyambungan atau okulasi. Sedangkan  apabila penanaman  baru menggunakan  bibit muda maka tanaman buah akan menghasilkan buah setelah 2,5 tahun sejak tanam bibit.

Penyiapan Batang Bawah

  • Pohon tanaman buah  yang akan diganti verietasnsya diberi pupuk Urea 0,5 kg/pohon. Untuk cara sambung tunas pada awal  musim hujan dan untuk cara okluasi  tunas akhir  musim hujan.
  • Pupuk ditaburkan pada galian    melingkari batang dengan jarak 0,5 m dari pangkal batang, kemudian ditutup  dengan tanah.  Lalu diairi bila  tidak turun hujan.
  • Satu bulan kemudian, batang pokok   dipotong setinggi 1,2 meter dari permukaan  tanah, pengalaman di Sigaluh minimal 6 meter.
  • Untuk teknik sambung tunas, dilakukan  pada bulan Oktober, Untuk teknik okulasi tunas pemotongan batang pokok dilakukan  pada bulan April.
  • Tunas yang muncul dari batang yang telah dipotong, disebut cabang primer, dipelihara sebanyak 3 cabang selama kurang lebih 1 – 2 bulan hingga saatnya penyambungan atau okulasi nanti.

Penyiapan batang atas

  • Mata tempel (untuk okulasi) diambil dari pohon induk tanaman buah yang  sehat.
  • Pohon induk perlu diberi pupuk NPK sebanyak 0,5 kg/pohon dilakukan 1 bulan sebelum diambil entris  atau mata tempelnya.
  • Pilih cabang yang sebagian kulitnya  sudah berwarna  coklat, mata tunas  diambil  dari bagian  cabang  yang daunnya sudah gugur.
  • Kemudian dipotong-potong sepanjang 3 ruas/mata.

Teknik Penyambungan

  • Teknik sambung tunas (shoot grafting) sebaiknya dilakukan pada musim penghujan (Nopember – Maret). Penyambungan pada musim kemarau persentase  jadi   5 %.
  • Setelah cabang primer  dari batang bawah berumur 1 – 1,5 bulan, cabang tersebut dipotong  setinggi 15 – 20 cm, kemudian dibelah sedalam 3 – 5 cm.
  • Batang atas (entris)  disayat bagian  kanan dan kiri  sehingga lancip membentuk huruf V atau menyerupai baji, dengan panjang sayatan 3 – 5 cm.
  • Entris dipertautkan  dengan batang bawah  (dengan cara diselipkan ke dalam celah batang bawah, dan diatur sedemikian rupa  agar kambium  batang atas  dan kambium batang bawah  berimpit.
  • Selanjutnya sambungan diikat dengan menggunakan plastik es mambo yang ditarik arah ikatan adalah  dari bawah ke atas  agar air hujan  tidak masuk  ke bidang sambungan . Bagian yang diikat  adalah sekitar luka sayatan saja, mata tunas entris di atas sambungan tidak ikut diikat.
  • Entris disungkup dengan plastik PE hingga dibawah bidang sambungan agar sambungan  terhindar dari air hujan.
  • Untuk menghindari terik matahari, setelah disungkup plastik sambungan disungkup lagi dengan kertas
  • Tiga minggu setelah penyambungan, tunas entris  sudah pecah dan sungkup dibuka.

Teknik Okulasi Tunas (Shoot Budding)

Teknik okulasi tunas (shoot budding) dilakukan  pada musim kemarau (Mei -  September).

  • Mata tempel diambil dari  cabang pohon induk yang sudah berwarna coklat, dengan cara menyayat mata tunas beserta kayunya   dari arah bawah ke atas sepanjang 3 – 4 cm.
  • Mata tunas dipisah  dari kayunya dengan menggunakan bagian kuningan dari pisau okulasi.
  • Kulit cabang batang bawah yang telah  berwarna  coklat disayat  dari atas ke bawah  selebar mata  tunas  dan sepanjang 1,5 kali panjang mata tunas (menyerupai jendela yang dibuka dari bagian atasnya).
  • Mata tunas direkatkan pada jendela batang bawah dengan ujung mata tunas  berimpit dengan bekas potongan sayatan batang bawah.
  • Kulit sayatan dari batang bawah dipotong sedikit di bawah mata tunas (0,5 – 1 cm dibawah mata tunas).
  • Bidang okulasi diikat dengan plastik es yang ditarik dari bawah ke atas hingga semua bidang okulasi tertutup.
  • Dua sampai  tiga minggu setelah okulasi  tali sambungan  dibuka, apabila mata tunas  masih hijau  maka cabang di atas bidang okulasi dipotong (disisakan 5 cm di atas bidang okulasi).

Perlakuan Tanaman Pasca Top Working

  • Cabang primer  maupun cabang sekunder  setelah mencapai  panjang 60 – 75 cm harus dipotong disisakan 30 cm dari pangkal. Biasanya tunas yang tumbuh  dari pemotongan ini  akan diikuti  oleh pemunculan  bunga. Dengan cara ini pohon tanaman buah akan berbunga  terus menerus sepanjang musim.
  • Tunas-tunas yang tumbuh  diluar bidang sambungan atau okulasi  harus segera dipotong  dengan menggunakan gunting  pangkas agar  agar tidak  terjadi kompetisi  nutrisi  dengan tunas sambungan atau tunas okulasi.

 

Reporter : Warsana/Djoko W
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018