TABLOIDSINARTANI.COM, Ungaran --- Teknik Top Working pada tanaman buah merupakan teknik penyambungan atau okulasi (budding) yang memadukan antara batang bawah dengan batang atas dimana batang bawah umumnya sudah berujud pohon yang besar (pohon yang sudah berproduksi).
Top Working sebetulnya teknologi lama, tapi yang menjadikannya inovasi baru karena dilakukan pada cabang-cabang atas tanaman dewasa dengan memadukan beberapa varietas dalam 1 pohon
Teknik top working pada tanaman buah dewasa mempunyai kelebihan dibandingkan penanaman dengan bibit baru, yaitu bahwa teknik ini dapat mengganti varietas tanaman buah lokal yang kualitasnya kurang baik menjadi tanaman yang kualitasnya lebih bagus tanpa harus membongkar tanaman buah yang sudah ada.
Disamping itu, dengan teknik ini pohon tanaman akan lebih cepat menghasilkan buah (dengan jumlah buah yang langsung banyak) yaitu kurang dari 6 bulan sejak penyambungan atau okulasi. Sedangkan apabila penanaman baru menggunakan bibit muda maka tanaman buah akan menghasilkan buah setelah 2,5 tahun sejak tanam bibit.
Penyiapan Batang Bawah
- Pohon tanaman buah yang akan diganti verietasnsya diberi pupuk Urea 0,5 kg/pohon. Untuk cara sambung tunas pada awal musim hujan dan untuk cara okluasi tunas akhir musim hujan.
- Pupuk ditaburkan pada galian melingkari batang dengan jarak 0,5 m dari pangkal batang, kemudian ditutup dengan tanah. Lalu diairi bila tidak turun hujan.
- Satu bulan kemudian, batang pokok dipotong setinggi 1,2 meter dari permukaan tanah, pengalaman di Sigaluh minimal 6 meter.
- Untuk teknik sambung tunas, dilakukan pada bulan Oktober, Untuk teknik okulasi tunas pemotongan batang pokok dilakukan pada bulan April.
- Tunas yang muncul dari batang yang telah dipotong, disebut cabang primer, dipelihara sebanyak 3 cabang selama kurang lebih 1 – 2 bulan hingga saatnya penyambungan atau okulasi nanti.
Penyiapan batang atas
- Mata tempel (untuk okulasi) diambil dari pohon induk tanaman buah yang sehat.
- Pohon induk perlu diberi pupuk NPK sebanyak 0,5 kg/pohon dilakukan 1 bulan sebelum diambil entris atau mata tempelnya.
- Pilih cabang yang sebagian kulitnya sudah berwarna coklat, mata tunas diambil dari bagian cabang yang daunnya sudah gugur.
- Kemudian dipotong-potong sepanjang 3 ruas/mata.
Teknik Penyambungan
- Teknik sambung tunas (shoot grafting) sebaiknya dilakukan pada musim penghujan (Nopember – Maret). Penyambungan pada musim kemarau persentase jadi 5 %.
- Setelah cabang primer dari batang bawah berumur 1 – 1,5 bulan, cabang tersebut dipotong setinggi 15 – 20 cm, kemudian dibelah sedalam 3 – 5 cm.
- Batang atas (entris) disayat bagian kanan dan kiri sehingga lancip membentuk huruf V atau menyerupai baji, dengan panjang sayatan 3 – 5 cm.
- Entris dipertautkan dengan batang bawah (dengan cara diselipkan ke dalam celah batang bawah, dan diatur sedemikian rupa agar kambium batang atas dan kambium batang bawah berimpit.
- Selanjutnya sambungan diikat dengan menggunakan plastik es mambo yang ditarik arah ikatan adalah dari bawah ke atas agar air hujan tidak masuk ke bidang sambungan . Bagian yang diikat adalah sekitar luka sayatan saja, mata tunas entris di atas sambungan tidak ikut diikat.
- Entris disungkup dengan plastik PE hingga dibawah bidang sambungan agar sambungan terhindar dari air hujan.
- Untuk menghindari terik matahari, setelah disungkup plastik sambungan disungkup lagi dengan kertas
- Tiga minggu setelah penyambungan, tunas entris sudah pecah dan sungkup dibuka.
Teknik Okulasi Tunas (Shoot Budding)
Teknik okulasi tunas (shoot budding) dilakukan pada musim kemarau (Mei - September).
- Mata tempel diambil dari cabang pohon induk yang sudah berwarna coklat, dengan cara menyayat mata tunas beserta kayunya dari arah bawah ke atas sepanjang 3 – 4 cm.
- Mata tunas dipisah dari kayunya dengan menggunakan bagian kuningan dari pisau okulasi.
- Kulit cabang batang bawah yang telah berwarna coklat disayat dari atas ke bawah selebar mata tunas dan sepanjang 1,5 kali panjang mata tunas (menyerupai jendela yang dibuka dari bagian atasnya).
- Mata tunas direkatkan pada jendela batang bawah dengan ujung mata tunas berimpit dengan bekas potongan sayatan batang bawah.
- Kulit sayatan dari batang bawah dipotong sedikit di bawah mata tunas (0,5 – 1 cm dibawah mata tunas).
- Bidang okulasi diikat dengan plastik es yang ditarik dari bawah ke atas hingga semua bidang okulasi tertutup.
- Dua sampai tiga minggu setelah okulasi tali sambungan dibuka, apabila mata tunas masih hijau maka cabang di atas bidang okulasi dipotong (disisakan 5 cm di atas bidang okulasi).
Perlakuan Tanaman Pasca Top Working
- Cabang primer maupun cabang sekunder setelah mencapai panjang 60 – 75 cm harus dipotong disisakan 30 cm dari pangkal. Biasanya tunas yang tumbuh dari pemotongan ini akan diikuti oleh pemunculan bunga. Dengan cara ini pohon tanaman buah akan berbunga terus menerus sepanjang musim.
- Tunas-tunas yang tumbuh diluar bidang sambungan atau okulasi harus segera dipotong dengan menggunakan gunting pangkas agar agar tidak terjadi kompetisi nutrisi dengan tunas sambungan atau tunas okulasi.
Reporter : Warsana/Djoko W