Tuesday, 08 September 2026


Lawan Buah Impor! Melon Hitam Karya Anak Bangsa Siap Jadi Raja Buah Premium

30 May 2025, 08:47 WIBEditor : Gesha

Melon hitam hasil riset Universitas Brawijaya hadir dengan warna unik, manis maksimal, dan daya tahan hingga 2 bulan. Siap jadi buah premium asli Indonesia yang menantang dominasi impor.

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang -- Melon hitam hasil riset Universitas Brawijaya hadir dengan warna unik, manis maksimal, dan daya tahan hingga 2 bulan. Siap jadi buah premium asli Indonesia yang menantang dominasi impor. 

Di tengah gempuran buah impor yang membanjiri pasar Indonesia, sebuah kabar membanggakan datang dari dunia pertanian nusantara.

Seorang anak bangsa berhasil membuat terobosan besar dalam dunia buah tropis: Melon hitam! Ya, melon berwarna gelap legam ini bukan hanya memanjakan mata, tapi juga memiliki rasa manis luar biasa dan daya tahan hingga dua bulan. Siap-siap, buah premium dunia kini bisa datang dari Indonesia!

Adalah Astrid Ika Paramitha, mahasiswa doktoral jurusan Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi Universitas Brawijaya, Malang, yang berhasil menciptakan varietas melon hitam pertama di Indonesia.

Dalam proses riset panjangnya, Astrid tidak sengaja menemukan varietas ini saat menargetkan varietas melon hijau sembur. Tapi justru dari “kecelakaan riset” inilah lahir inovasi yang bisa mengguncang pasar buah premium global.

“Awalnya saya cari warna hijau sembur, tapi malah keluar warna hitam pekat. Saya langsung riset lebih lanjut dan tidak menemukan varietas serupa di Indonesia,” ujar Astrid.

Keunikan warna bukan satu-satunya daya tarik. Daging buah melon ini berwarna oranye menggoda, memiliki ketebalan 3,5 cm, dengan bobot 1,3–1,5 kg dan diameter sekitar 13 cm.

Tak main-main, tingkat kemanisannya menyentuh angka 15 Brix  yang berarti masuk dalam kategori sangat manis untuk buah melon. Tapi yang lebih mengejutkan, buah ini tahan hingga dua bulan! Sebuah prestasi langka bagi buah tropis.

“Biasanya semakin manis buah, semakin cepat pula busuk. Tapi melon ini malah tahan lama. Ini peluang ekspor yang luar biasa,” tambah Astrid.

Hanya Ada Dua di Dunia

Di dunia, hanya ada satu varietas melon hitam lain: Noir Des Carmes dari Prancis. Bentuknya mirip blewah dengan warna hijau botol dan daging oranye.

Namun, dari segi daya tahan dan penampilan, melon hitam Astrid tampil sebagai juara baru.

Dibandingkan dengan Tacapa Green Black, varietas melon dari Universitas Gadjah Mada yang lebih dulu populer melon hitam ini punya daya simpan tiga kali lebih lama dan warna yang lebih unik. Tacapa hanya bertahan 20 hari dan punya warna hijau kehitaman dengan daging kuning.

Tak heran jika banyak pihak melihat melon hitam ini sebagai calon “raja buah premium” asli Indonesia.

Melon ini bukan “buah dari langit”. Perjalanannya dimulai dari proses mutasi genetik melalui irradiasi sinar gamma di laboratorium Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).

Dari hasil mutasi generasi ke-3 (M3), ditemukan 1.300 varietas baru. Astrid melakukan seleksi ketat dan hanya satu benih yang menunjukkan warna hitam pekat.

Benih ini kemudian ditanam di green house milik kelompok Tani Madu Kismo, Desa Permanu, Malang.

Dari 1.500 benih yang disemai, hanya satu pohon yang berhasil menghasilkan melon hitam sempurna. “Prosesnya panjang, tapi hasilnya sangat membanggakan,” kata Astrid.

Kini, riset dilanjutkan ke tahap pengujian stabilitas dan produksi skala besar. Jika berhasil, Indonesia bisa punya produk ekspor baru yang tak kalah dari Jepang atau Korea Selatan dalam urusan buah premium.

Siap Dipatenkan

Menurut Anung Wahyudi, dosen Akar Tanaman dari Politeknik Negeri Lampung, melon hitam ini sangat mungkin untuk dipatenkan dan mendapat perlindungan varietas tanaman dari pemerintah.

“Kuncinya adalah varietas harus unik, stabil, dan seragam. Kalau sudah lolos itu, tinggal daftarkan untuk mendapatkan hak perlindungan varietas,” ujarnya.

Indonesia sendiri belum punya varietas melon hitam resmi di pasaran. Ini adalah peluang emas untuk menjadikan Indonesia sebagai pionir dalam pasar melon hitam global.

Apalagi, dengan kondisi geografis Indonesia yang beragam, budidaya melon bisa dilakukan di berbagai dataran. Petani pun bisa memilih tempat tanam yang paling optimal untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas.

“Dengan iklim tropis dan lokasi strategis, Indonesia punya keunggulan. Daya tahan buah yang lama juga membuatnya cocok untuk ekspor jarak jauh,” jelas Anung.

Melon hitam ini bukan sekadar buah. Ia simbol perlawanan terhadap dominasi buah impor, simbol kemajuan riset pertanian, dan simbol kedaulatan buah lokal.

Di tengah ketergantungan pasar pada produk luar, hadirnya inovasi seperti ini menjadi angin segar bagi para petani dan pelaku agribisnis nasional.

Astrid pun berharap temuannya tak berhenti di laboratorium. “Saya ingin ini jadi melon premium asli Indonesia, bisa membawa nama baik bangsa di pasar buah dunia,” ungkapnya penuh semangat.

Pemerintah, swasta, dan perguruan tinggi kini ditantang untuk ikut serta mendorong pengembangan dan hilirisasi melon hitam.

Dengan dukungan penuh, bukan tidak mungkin lima tahun ke depan, nama Indonesia akan disandingkan dengan Jepang dan Prancis dalam produksi buah premium berkualitas tinggi.

Lawan buah impor? Bisa! Kini saatnya Indonesia unjuk gigi. Dan semuanya dimulai dari sebutir melon… yang berwarna hitam.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018