Friday, 13 February 2026


Bangkitkan Ekonomi Desa, Kopdes Pakopen Hadirkan Pasar Baru untuk Petani

15 Jul 2025, 09:56 WIBEditor : Herman

Koperasi Desa Pakopen, Pasar Baru untuk Petani

TABLOIDSINARTANI.COM, Semarang --- Desa-desa di Jawa Tengah mulai menunjukkan geliat baru lewat program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Salah satunya datang dari Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Di desa yang terkenal sebagai sentra sayuran dataran tinggi ini, Kopdes Merah Putih telah resmi beroperasi sejak 5 Juni 2025.

Keberadaan koperasi ini tidak lepas dari dukungan penuh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang berkomitmen mendorong kemandirian ekonomi desa melalui program Kopdes Merah Putih. Di Desa Pakopen, program ini menjadi angin segar bagi para petani sayur yang sebelumnya menghadapi berbagai keterbatasan dalam akses pasar.

Ketua Kopdes Merah Putih Pakopen, Setio Budi, menceritakan perjalanan terbentuknya koperasi ini. “Awalnya kami hanya mengikuti instruksi dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, hingga desa. Tetapi setelah musyawarah beberapa kali dan proses pembentukan berjalan, kami sadar ini adalah peluang emas untuk mengangkat kesejahteraan petani desa,” kata Budi saat ditemui di kantor Kopdes Pakopen.

Tahapan pendirian Kopdes tidak instan. Mulai dari diskusi antar warga, pembentukan pengurus, rekrutmen anggota hingga pengurusan legalitas koperasi.

“Memang ada tantangan, terutama dalam mengedukasi masyarakat tentang manfaat koperasi. Tidak semua langsung paham, tapi pelan-pelan kami berikan pemahaman,” ujar Budi.

Anggota koperasi di Pakopen mayoritas berasal dari kalangan petani sayur. Menurut Budi, kesamaan latar belakang ini justru menjadi kekuatan Kopdes Pakopen karena seluruh anggota memiliki kepentingan yang sama, yaitu meningkatkan hasil pertanian dan memperluas pasar penjualan.

“Selama ini, petani sering kesulitan menjual hasil panen. Harganya tidak menentu, tergantung pasar tradisional. Sekarang kami yang menampung hasil panen petani dan membantu mencarikan pasarnya,” jelasnya.

Dampaknya mulai terasa. Petani kini tidak lagi kesulitan memasarkan hasil panennya. Kopdes Merah Putih berhasil membuka jalur pemasaran yang lebih luas, mulai dari suplai ke tempat wisata, pemesanan dari perorangan, penjualan langsung di gerai koperasi, hingga penjualan melalui media sosial.

Inovasi pun dilakukan koperasi ini. Tidak lagi menjual sayuran secara kiloan atau borongan (oprokan), Kopdes Pakopen kini menjual sayuran dalam kemasan praktis dan menarik. Mereka menggunakan besek bambu yang ramah lingkungan, dikemas rapi dengan plastik bening sehingga tampilan lebih menarik dan higienis.

Berbagai komoditas seperti tomat, cabai, kol, sawi, kangkung, jagung hingga daun bawang dikemas secara estetik, menyasar pasar modern dan konsumen rumah tangga yang menginginkan kepraktisan.

Budi mengatakan, penjualan sayur kemasan ini dipilih karena dinilai lebih mudah dipasarkan, menjangkau konsumen lebih luas, serta memiliki prospek usaha yang bagus.

 “Modalnya relatif kecil, tapi keuntungannya bisa dirasakan bersama. Ke depan kami ingin koperasi tidak hanya menjual sayuran, tapi juga memberdayakan UMKM lokal untuk masuk ke pasar yang lebih baik,” katanya penuh semangat.

Kopdes Pakopen juga telah menyelesaikan seluruh dokumen legalitas, mulai dari SK pendirian, akta notaris, NPWP hingga rekening bank koperasi. Dengan legalitas yang lengkap, koperasi semakin mantap menjalankan roda bisnisnya.

Dukungan terhadap Kopdes Merah Putih juga datang dari Kepala Desa Pakopen, Agus Subarjo. Pemerintah desa secara aktif memfasilitasi kehadiran koperasi, mulai dari menyediakan kantor, ruang toko, hingga ikut menggerakkan warga menjadi anggota.

“Koperasi ini bukan hanya tempat jual beli sayuran, tapi bisa menjadi pusat perekonomian desa. Masyarakat juga bisa menabung, bahkan mengambil pinjaman usaha lewat koperasi ini,” jelas Agus.

Tidak hanya petani, warga lainnya pun merasakan manfaat kehadiran koperasi. Salah satunya Rubiyanti, warga Pakopen yang sering berbelanja di gerai Kopdes. Ia mengaku senang dengan kualitas produk koperasi yang selalu segar dan harganya terjangkau.

“Sayurannya segar banget, harganya juga ramah di kantong. Sekarang nggak perlu jauh-jauh ke pasar, cukup ke koperasi saja,” ujarnya sambil tersenyum.

 

Reporter : Djoko W
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018