Monday, 16 March 2026


Mentan Amran Pacu 1.000 Hektare Sembalun Jadi Pusat Benih Bawang Putih, Target Swasembada 4 Tahun

09 Feb 2026, 12:01 WIBEditor : Gesha

Mentan Amran pacu 1.000 hektare lahan di Sembalun, Lombok Timur, jadi pusat benih bawang putih. Targetnya, dalam 4 tahun, Indonesia bebas dari impor bawang putih.

TABLOIDSINARTANI.COM, Lombok Timur – Mentan Amran pacu 1.000 hektare lahan di Sembalun, Lombok Timur, jadi pusat benih bawang putih. Targetnya, dalam 4 tahun, Indonesia bebas dari impor bawang putih.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan percepatan program pengembangan bawang putih nasional dengan menjadikan Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat sebagai pusat pembenihan bawang putih unggul. 

Fokus awal ini mencakup sekitar 1.000 hektare lahan pembenihan sebelum perluasan ke target keseluruhan 50 ribu hektare untuk tanam bawang putih di NTB.

Amran menyampaikan strategi tersebut dalam sambutannya di lokasi penanaman perdana bawang putih di dataran tinggi Sembalun, Senin (9/2/2026). 

Ia mengatakan pemerintah menargetkan Indonesia bebas impor bawang putih dalam waktu maksimal empat tahun ke depan.

“Kita akan kembangkan produksi lokal dengan skala besar agar kebutuhan nasional bisa dipenuhi sendiri,” ujar Mentan Amran.

Data produksi dan konsumsi komoditas bawang putih menunjukkan bahwa kontribusi produksi lokal selama ini masih rendah dibandingkan kebutuhan nasional. 

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), kebutuhan bawang putih nasional tahun 2025 mencapai 757.681 ton, sementara produksi dalam negeri baru mencapai 23.710 ton. Hal ini berarti produksi lokal baru memenuhi sebagian kecil kebutuhan domestik.

Karena produksi domestik belum mencukupi, Indonesia mengimpor sebagian besar bawang putih yang dikonsumsi di pasar. 

Studi independen menunjukkan, pada 2022 konsumsi bawang putih di Indonesia mencapai sekitar 594 ribu ton, sedangkan produksi nasional hanya sekitar 30.19 ribu ton, atau kurang dari 5 persen kebutuhan dalam negeri. Sisanya, lebih dari 95 persen, dipenuhi dari impor.

Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah salah satu daerah penghasil bawang putih di Indonesia. 

Data terbaru menunjukkan NTB menempati posisi kedua terbesar di antara provinsi penghasil bawang putih nasional pada 2025, dengan produksi sekitar 3.918 ton, di bawah Jawa Tengah yang memimpin dengan produksi 17.555 ton. 

Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal sendiri menargetkan Sembalun sebagai lokasi benih unggul yang mampu mendukung perluasan area tanam hingga puluhan ribu hektare. 

Iqbal menyatakan pihaknya siap memetakan lahan dataran tinggi lain di NTB untuk mendukung ekspansi budidaya bawang putih.

Langkah Strategis

Lebih lanjut Mentan Amran bilang pemerintah tengah menyiapkan serangkaian langkah strategis untuk mendukung target swasembada bawang putih di Indonesia, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Salah satu upaya utama adalah penyediaan benih unggul secara gratis yang disertai dengan pendampingan teknis dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). 

Pendampingan ini tidak hanya bertujuan untuk memastikan benih yang diberikan berkualitas, tetapi juga untuk mendampingi petani agar menerapkan teknik agronomi yang tepat dan efisien.

Kehadiran PPL di lapangan dianggap sangat penting karena produktivitas bawang putih sangat bergantung pada pengelolaan lahan, waktu tanam, serta pemeliharaan tanaman secara konsisten.

Selain aspek teknis, pemerintah juga mendorong penguatan hilirisasi dan akses pasar.

Tujuannya adalah agar produksi lokal tidak hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional, tetapi juga mampu bersaing di pasar dengan harga yang stabil dan kualitas yang tinggi. 

Mentan Amran menegaskan bahwa benih unggul menjadi kunci utama dalam meningkatkan hasil panen bawang putih.

Dengan benih berkualitas, produktivitas tanaman dapat meningkat secara signifikan, sehingga secara bertahap ketergantungan Indonesia terhadap impor bawang putih dapat ditekan.

Produktivitas bawang putih di NTB sendiri menunjukkan tren yang menggembirakan. Beberapa lahan percobaan mencatat hasil panen mencapai angka yang jauh di atas rata-rata nasional, menandakan potensi besar untuk pengembangan lebih luas. 

Mentan Amran meyakini bahwa jika seluruh elemen pendukung, mulai dari benih, pendampingan teknis, hingga penguatan rantai pasok dan pasar dijalankan secara sinergis, NTB dapat menjadi pusat produksi bawang putih nasional yang andal. 

Upaya ini juga menjadi bagian dari visi pemerintah untuk memastikan ketahanan pangan jangka panjang dan mengurangi ketergantungan impor, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi petani lokal.

Peningkatan produksi bawang putih lokal dinilai penting tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga, tetapi juga bisa berkontribusi pada stabilisasi harga di pasar, mengurangi tekanan inflasi dari komoditas impor, serta memperkuat ketahanan pangan nasional secara keseluruhan.

Langkah pengembangan Sembalun sebagai pusat benih bawang putih merupakan bagian dari upaya lebih luas pemerintah untuk memperkuat basis produksi hortikultura di Indonesia, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi petani lokal di NTB dan sekitarnya.

Reporter : Nattasya
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018