
Industri sayuran Indonesia dinilai punya prospek besar di tengah krisis global dengan nilai produksi mencapai Rp120 triliun per tahun.
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta – Industri sayuran Indonesia dinilai punya prospek besar di tengah krisis global dengan nilai produksi mencapai Rp120 triliun per tahun.
Industri sayuran Indonesia dinilai memiliki prospek cerah di tengah tekanan global dan ketidakpastian geopolitik dunia.
Nilai produksi sayuran nasional bahkan disebut telah menembus sekitar Rp120 triliun per tahun, menjadikannya salah satu sektor pangan yang paling potensial untuk terus dikembangkan.
Hal itu disampaikan pakar pertanian IPB University, Prof Bayu Krisnamurthi, dalam diskusi media bertajuk “Beyond Seeds: Strengthening Indonesia’s Food System” yang digelar PT East West Seed Indonesia (EWINDO) di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Menurutnya, sektor sayuran memiliki peluang besar, termasuk untuk menopang kebutuhan program pangan nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) yang secara teoritis membutuhkan pasokan sayur hingga Rp10 triliun per tahun.
“Dengan prospek besar itu yang dibutuhkan adalah sistem pangan yang mendukung pengembangan ‘persayuran’ Indonesia,” ujar Prof Bayu.
Ia menjelaskan, sistem pangan sayuran tidak hanya soal produksi, tetapi juga mencakup benih unggul, petani yang kompeten, hingga sistem pascapanen modern yang mampu menjaga kualitas dan keamanan pangan.
Namun di balik peluang besar tersebut, tantangan juga tidak ringan.
Perubahan iklim, kenaikan harga input pertanian, hingga alih fungsi lahan disebut masih menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan produksi sayuran nasional.
Di sisi lain, Managing Director EWINDO, Glenn Pardede, menegaskan bahwa benih unggul menjadi fondasi penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian.
Ia menyebut peningkatan genetik tanaman dapat mendongkrak hasil panen hingga 20–50 persen tergantung komoditas.
EWINDO sendiri terus memperkuat inovasi melalui pengembangan teknologi perbenihan, termasuk investasi pada riset bioteknologi serta pengembangan bank genetik yang kini telah mengoleksi lebih dari 2.000 aksesi tanaman sayuran lokal.
Tak hanya itu, perusahaan juga mengembangkan berbagai varietas unggul yang adaptif terhadap perubahan iklim seperti cabai TANGGUH F1, tomat SERVO F1, hingga bawang merah MERDEKA F1.
Untuk mendukung petani, EWINDO turut memperluas edukasi melalui lebih dari 1.000 demplot, platform digital, hingga Learning Farm yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Di tengah tekanan global yang terus meningkat, para pakar menilai penguatan sistem pangan menjadi kunci penting agar industri sayuran Indonesia tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh lebih kuat dan berdaya saing tinggi di masa depan.