
Petani Hulnani didukung PPL sukses suplai sayur, buah dan ayam untuk dukung MBG
TABLOIDSINARTANI.COM, Hulnani – Dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menunjukkan dampak positif di tingkat desa.
Kelompok Tani Baru Mekar Desa Hulnani, di bawah kepemimpinan Amir Fama, menjadi salah satu motor penggerak yang aktif menyuplai bahan pangan bergizi bagi anak-anak sekolah.
Berbagai komoditas unggulan disiapkan untuk mendukung program tersebut.
Mulai dari 60 pohon pepaya California, 350 pohon cabai, 200 pohon tomat serfo, hingga 250 pohon terung.
Tak hanya itu, kelompok tani ini juga menyediakan 54 ekor ayam petelur berusia lima bulan yang siap produksi serta 30 ekor ayam kampung.
Ketua Kelompok Tani Baru Mekar, Amir Fama, menegaskan bahwa keterlibatan mereka bukan sekadar mendukung program pemerintah, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi muda.
“Kami ingin anak-anak di desa mendapatkan asupan gizi yang baik setiap hari. Ini investasi untuk masa depan mereka,” ujar Amir.

Ia juga menambahkan bahwa langkah ini sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi para petani.
“Selain membantu program MBG, kami juga merasakan dampak langsungnya. Hasil panen lebih mudah terserap dan pendapatan petani meningkat,” katanya.
Dari sisi gizi, ayam petelur menjadi sumber protein hewani yang penting untuk menunjang kebutuhan nutrisi siswa.
Sementara itu, pepaya California dipilih sebagai buah utama karena kaya akan vitamin A, C, serta serat yang baik untuk sistem imun dan pencernaan.
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Ilham Molbang, SST, yang turut membimbing secara teknis, menyebut kolaborasi ini sebagai contoh nyata sinergi yang berhasil.
“Program ini sangat baik karena menghubungkan kebutuhan gizi anak sekolah dengan potensi pertanian lokal. Semua saling menguatkan,” jelas Ilham.
Hal senada disampaikan Kepala BPP Kecamatan Alor Barat Laut, Petrus Payong, SST.
Ia menilai program ini mampu menjadi solusi ganda, baik untuk kesehatan maupun ekonomi.
“Kita melihat dampaknya nyata.Petani semakin semangat karena ada kepastian pasar, sementara anak-anak mendapatkan makanan yang bergizi,” ujarnya.
Selain buah dan protein, sayuran lokal seperti kangkung, tomat, dan pare juga menjadi bagian dari suplai untuk memastikan menu MBG tetap seimbang dan sehat.
Dengan kolaborasi yang terus terjaga, program MBG di Desa Hulnani diharapkan menjadi model inspiratif bagi desa-desa lain.
“Mari kita terus berkolaborasi agar program ini bisa berjalan berkelanjutan dan memberi manfaat yang lebih luas,” tutup Amir.