Thursday, 16 July 2026


Kementan Siapkan Sulsel Jadi Raja Ekspor Durian ke China, Musang King dan Black Thorn Jadi Andalan

07 Jul 2026, 07:10 WIBEditor : Gesha

Kementan menyiapkan Sulsel menjadi sentra ekspor durian ke China melalui pengembangan Musang King dan Black Thorn untuk meningkatkan pendapatan petani.

TABLOIDSINARTANI.COM, Makassar -- Kementan menyiapkan Sulsel menjadi sentra ekspor durian ke China melalui pengembangan Musang King dan Black Thorn untuk meningkatkan pendapatan petani.

Kementerian Pertanian (Kementan) mulai menyiapkan Sulawesi Selatan sebagai salah satu pusat produksi durian premium yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor, khususnya China.

Langkah tersebut dilakukan melalui pengembangan kawasan budidaya durian unggul dengan varietas Musang King dan Black Thorn yang memiliki nilai ekonomi tinggi di pasar internasional.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Muhammad Taufiq Ratule, mengatakan permintaan durian di China terus meningkat dari tahun ke tahun. Kondisi itu menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk memperluas pangsa pasar ekspor dengan menambah daerah sentra produksi.

Menurutnya, selama ini ekspor durian Indonesia ke China masih didominasi oleh pasokan dari Sulawesi Tengah dalam bentuk durian beku. Ke depan, Sulawesi Selatan diharapkan mampu menjadi sentra baru yang memperkuat posisi Indonesia sebagai pemasok durian premium ke negeri Tirai Bambu.

"Kami berharap dengan pengembangan kawasan durian secara lebih masif di Sulawesi Selatan, daerah ini dapat menjadi salah satu basis ekspor durian ke China," ujar Taufiq usai penyerahan bantuan pertanian di kawasan Centre Point of Indonesia, Senin (6/7/2026).

Ia menjelaskan, peluang ekspor durian Indonesia masih sangat besar. China sebagai pasar utama masih memiliki kebutuhan impor yang tinggi, sehingga Indonesia memiliki ruang untuk meningkatkan produksi sekaligus memperluas wilayah pengembangan tanaman durian berkualitas ekspor.

Karena itu, Kementerian Pertanian kini mengarahkan pengembangan subsektor hortikultura pada komoditas bernilai ekonomi tinggi yang mampu meningkatkan devisa negara sekaligus memperkuat kesejahteraan petani.

Selain mendorong ekspor, Kementan juga tetap menargetkan sektor hortikultura berkontribusi dalam pengendalian inflasi melalui peningkatan produksi cabai dan bawang merah yang selama ini menjadi komoditas penyumbang fluktuasi harga pangan.

"Fokus hortikultura saat ini ada dua, yakni meningkatkan ekspor dan menjaga inflasi. Untuk inflasi, produksi cabai dan bawang merah harus terus ditingkatkan agar pasokan tetap terjaga," jelasnya.

Sebagai tindak lanjut program tersebut, Kementerian Pertanian menyalurkan bantuan bibit hortikultura kepada petani di Sulawesi Selatan. Bantuan diberikan berdasarkan usulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang telah melalui mekanisme Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL), sehingga bibit diterima oleh kelompok tani yang telah memenuhi persyaratan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Sulawesi Selatan, Bustanul Arifin, mengatakan pemerintah daerah memprioritaskan pengembangan dua komoditas strategis tahun ini, yakni durian dan cabai.

Menurutnya, durian dipersiapkan sebagai komoditas unggulan ekspor, sementara cabai diarahkan untuk menjaga stabilitas pasokan sehingga mampu membantu mengendalikan inflasi daerah.

"Durian menjadi komoditas ekspor, sedangkan cabai diarahkan untuk memperkuat pasokan agar dapat membantu menekan inflasi," ujarnya.

Bustanul menambahkan, bibit yang dibagikan kepada petani bukan merupakan varietas biasa. Seluruh bantuan menggunakan varietas premium, yakni Musang King dan Black Thorn, yang dikenal memiliki kualitas unggul, cita rasa khas, serta permintaan tinggi di pasar Asia, termasuk China.

Ia menegaskan, kedua varietas tersebut dipilih karena memiliki prospek bisnis yang menjanjikan dan mampu memberikan nilai tambah lebih besar dibandingkan varietas lokal yang belum memiliki pasar ekspor kuat.

"Target program ini memang ekspor. Karena itu bibit yang disalurkan merupakan varietas unggul Musang King dan Black Thorn. Kedua varietas ini memiliki nilai ekonomi tinggi dan sangat diminati pasar internasional," katanya.

Melalui pengembangan kawasan durian premium tersebut, Kementerian Pertanian berharap Sulawesi Selatan dapat berkembang menjadi salah satu sentra utama durian ekspor Indonesia. 

Program ini tidak hanya diharapkan memperkuat posisi Indonesia di pasar global, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan petani, mendorong investasi di sektor hortikultura, serta menjadikan durian sebagai salah satu komoditas andalan penghasil devisa nasional.

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018