Tuesday, 18 August 2026


Buah Langka dalam Posisi Terancam

21 Jul 2026, 11:17 WIBEditor : Yulianto

Buah bisbul, buah yang mirip apel kinimuali langka

Namun Hanif mengkhawatirkan, kondisi tanaman buah yang ada di Indonesia, khususnya Kalimantan kini dalam posisi terancam, baik yang ada di dataran rendah maupun tinggi. ”Di Kalimantan jumlahnya banyak, bahkan ratusan, tapi posisinya terancam ’dinosourus besi’ dari pembukaan perkebunan dan pertambangan,” ujarnya.

Hanif menilai, tanaman perkebunan dalam sebuah ekosistem mempunyai banyak manfaat untuk konservasi lingkungan dan pemulihan ekosistem. Selain itu, sebagai upaya mitigasi iklim, pengelolaan air dan konservasi tanah, serta pelestarian keanekaragaman hayati.

”Tanaman buah juga bermanfaat untuk estetika dan ruang hijau. Banyak tanaman buah untuk keindahan taman perkotaan,” tuturnya.

Tanaman buah menurut Hanif juga berpotensi ekonomi yang cukup tinggi yakni sebagai bahan pangan, baik dalam bentuk buah segar, buah kering, olahan, dan bahan tambahan/bumbu.

”Banyak buah dalam negeri yang bisa diolah menjadi buah kering, seperti nangka, bahkan mempunyai pasar di luar negeri. Apalagi kalau kita mempunyai potensi buah yang tidak ada di luar negeri,” katanya.

Potensi buah dalam negeri juga bermanfaat untuk farmasi dan kesehatan, baik buahnya, ulit, batang, daun, biji dan getahnya. Misalnya, tanaman bakaurea sejenis buah menteng. Masyarakat Dayak Meratus memanfaatkan daun bakaurea muda untuk mengobati sakit perut.

Begitu juga dengan tanaman artokarpus, sejenis nangka, yang daunnya dibuat salep untuk mengobati  luka yang bernanah. Sementara tanaman asam tandui (mangifa rufocostata), sejenis mangga, untuk mengobati diabetes. “Potensi ini saya melihat belum banyak tergali untuk farmasi dan kesehatan,” katanya.

Tanaman buah langka ini lanjut Hanif, juga berpotensi untuk budaya. Banyak jenis buah memiliki ikatan erat dengan budaya, tradisi dan identitas suatu masyarakat atau daerah. “Buah-buahn sering menjadi bagian dari upacara adat, mitos, cerita rakyat dan kuilner khas,” katanya.

Dengan berbagai keunggulan buah langka di dalam negeri, Hanif melihat pengembangan plasma nutfah jauh tertinggal ketimbangan negara lain. Padahal setiap variitas buah itu memiliki genetik yang berbeda. "Sebenarnya hal itu penting untuk ketahanan pengan jangka panjang. Inilah yang perlu mendapat perhatian bersama, khususnya pemerintah," ujarnya.  

Bagi sahabat SINAR TANi yang ini mendapatkan informasi lengkap mengenai ulasan Buah Langka Nusantara bisa membacannya di Tabloid Sinar Tani Cetak atau e paper. Jika ingin berlangganan bisa mengubungi bagian pemasaran. No. telp (021) 7812162/63

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018