
Musim kemarau tak selalu membuat tanaman hias layu. Kenali 7 tanaman tahan panas yang tetap cantik, minim perawatan, dan cocok memperindah rumah.
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta – Musim kemarau tak selalu membuat tanaman hias layu. Kenali 7 tanaman tahan panas yang tetap cantik, minim perawatan, dan cocok memperindah rumah.
Musim kemarau identik dengan cuaca terik, kelembapan udara yang rendah, dan berkurangnya ketersediaan air.
Kondisi ini tidak hanya berdampak pada tanaman pangan, tetapi juga tanaman hias yang banyak menghiasi pekarangan rumah.
Tak sedikit pecinta tanaman mengeluhkan koleksinya mulai menguning, layu, bahkan mati karena salah memilih jenis tanaman atau cara perawatan.
Padahal, ada sejumlah tanaman hias yang secara alami memiliki kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan kering sehingga tetap tumbuh baik meski mendapat paparan sinar matahari dalam waktu lama.
Berikut tujuh tanaman hias dilansir dari Royal Horticultural Society yang dikenal memiliki toleransi tinggi terhadap cuaca panas.
1. Lidah Mertua (Sansevieria)
Lidah mertua menjadi salah satu tanaman hias paling populer di Indonesia.
Tanaman yang berasal dari kawasan tropis Afrika ini dikenal memiliki daya tahan tinggi terhadap cuaca panas dan kekeringan.
Daunnya yang tebal, keras, dan dilapisi lapisan lilin mampu mengurangi penguapan air sehingga tanaman tetap segar meski penyiraman tidak dilakukan setiap hari.
Selain tahan panas, lidah mertua juga fleksibel karena dapat tumbuh di luar maupun di dalam ruangan.
Namun, jika ingin pertumbuhannya optimal, tanaman ini tetap membutuhkan sinar matahari selama beberapa jam setiap hari.
Perawatannya pun sangat mudah. Penyiraman cukup dilakukan satu hingga dua kali dalam seminggu saat musim kemarau.
Hindari menyiram terlalu banyak karena akar sansevieria lebih rentan membusuk akibat kelebihan air dibanding kekurangan air.
Bentuk daunnya yang tegak dengan corak hijau berpadu kuning juga membuat lidah mertua cocok dipadukan dengan konsep rumah minimalis maupun taman modern.
2. Bougenville
Bougenville atau bunga kertas merupakan tanaman yang hampir selalu ditemukan di pekarangan rumah masyarakat Indonesia.
Keunggulan utamanya adalah kemampuan berbunga sepanjang tahun, terutama ketika mendapatkan sinar matahari penuh.
Banyak orang mengira bunga berwarna ungu, merah muda, jingga, atau putih yang terlihat mencolok merupakan mahkota bunga.
Padahal, bagian berwarna itu adalah daun pelindung atau braktea, sedangkan bunga aslinya berukuran kecil dan berwarna putih.
Menariknya, bougenville justru tidak menyukai terlalu banyak air.
Penyiraman yang berlebihan dapat membuat tanaman lebih banyak menghasilkan daun daripada bunga.
Karena itu, saat musim kemarau tanaman ini biasanya tampil jauh lebih indah dibanding musim hujan.
Agar bunganya semakin lebat, lakukan pemangkasan secara berkala setelah masa berbunga dan berikan pupuk yang mengandung fosfor lebih tinggi.
3. Kaktus
Kaktus menjadi simbol tanaman tahan panas.
Habitat aslinya berada di wilayah gurun yang memiliki curah hujan sangat rendah.
Adaptasi itulah yang membuat kaktus mampu bertahan hidup pada suhu tinggi.
Berbeda dengan tanaman lain, kaktus menyimpan cadangan air di batangnya yang tebal.
Daunnya bahkan telah berubah menjadi duri untuk mengurangi penguapan sekaligus melindungi tanaman dari gangguan hewan.
Saat ini tersedia ratusan jenis kaktus dengan bentuk yang unik, mulai dari bulat kecil, memanjang, hingga bercabang seperti pohon mini.
Banyak penghobi mengoleksinya karena tidak membutuhkan perawatan rumit.
Penyiraman cukup dilakukan setiap satu hingga dua minggu sekali tergantung kondisi media tanam.
Yang terpenting, gunakan pot dengan drainase baik agar air tidak menggenang.
Lalu..Tanaman hias apa lagi yang bisa jadi rekomendasi untuk musim kemarau?..Klik Selanjutnya...