Kamis, 18 Oktober 2018


Program BEKERJA, Jadikan Brebes Kawasan Pisang

23 Sep 2018, 10:05 WIBEditor : Gesha

Hamparan bibit pisang yang akan menjadikan kawasan Brebes sebagai sentra pisang | Sumber Foto:HUMAS HORTIKULTURA

TABLOIDSINARTANI.COM, Brebes ----- Pada Program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja), Kementerian Pertanian (Kementan) akan menjadikan Kabupaten Brebes sebagai kawasan pisang. Dengan menjadikan Brebes sebagai kawasan pisang, diyakini pihak industri kecil maupun sedang bersedia masuk ke Brebes untuk memproduksi, misalnya keripik pisang.

"Nantinya pihak swasta sebagai industri kecil dan menengah akan diundang untuk masuk ke daerah ini untuk memproduksi, misalnya kripik pisang," papar Nasrullah, Ketua Program Bekerja Kementan usai mengunjungi warga RTM di empat desa di Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jumat (21/9).

Nasrullah meyakini bahwa pihaknya telah membicarakan hal tersebut dengan pemerintah daerah setempat termasuk industri kecil maupun sedang untuk bersedia masuk ke Brebes. "Pasti mau karena bahan bakunya telah tersedia di RTM-RTM kita," terangnya.

Baca Juga : Program Bekerja, Harapan Baru Pengentasan Kemiskinan di Brebes

Guna mencapai upaya tersebut, Nasrullah menjelaskan bahwa RTM yang berjumlah 28.460 di Kabupaten Brebes dapat diharapkan. "Kalau semua RTM itu nanam 3 pohon saja, tentu UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) pasti mau datang ke daerah ini. Ini adalah potensi besar untuk saudara-saudara kita agar keluar dari garis kemiskinan, dan akan hidup lebih sejahtera dari komoditas pertanian. Ini pun akan terus berlanjut,” pungkas Nasrullah.

Sesuai data Kementerian Sosial (Kemensos), Kabupaten Brebes merupakan salah satu lokasi dari Program Bekerja terdapat di 4 kecamatan yaitu Kecamatan Bulakamba tersebar di 17 desa dengan jumlah RTM-P sebanyak 8.446 KK, Bumiayu tersebar di 15 desa dengan jumlah RTM-P sebanyak 3.096 KK, Wanasari tersebar di 20 desa dengan jumlah RTM-P sebanyak 9.622 KK, dan Ketanggungan tersebar di 21 desa dengan jumlah RTM-P sebanyak 7.296 KK.

Terkait dengan bantuan benih hortikultura berupa sayuran dan pisang ini, Kepala Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, Rony menyambut baik upaya Kementerian Pertanian ini. Namun demikian, hal itu katanya, terlebih dulu disosialisasikan kepada masyarakat. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat seperti di musdes (musyawarah desa) nanti dibahas dengan masyarakat,” terangnya.

Prihasto Setyanto, Ketua Program Bekerja Ditjen Hortikultura Kementan mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyediakan benih pisang untuk 122 hektar. Ini setara dengan 122 ribu batang pisang. Sedangkan benih sayuran seperti jagung manis, kangkung darat, dan pare diberikan untuk 290 hektar. “Untuk sayuran ini memberikan tambahan penghasilan jangka pendek, karena untuk kangkung dapat dipanen umur 25 hari. Selain itu, jika dikonsumsi oleh anggota keluarga dapat meningkatkan gizi karena sebagai sumber vitamin dan mineral,” ujarnya di tempat terpisah.

Antusias

Pada kesempatan itu pula, Asisten Daerah II Kabupaten Brebes, Muhammad Iqbal melihat masyarakat Bumiayu antusias dan berharap agar bantuan yang diberikan pemerintah bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat miskin di daeran ini. “Kabupaten Brebes akan melakukan pendampingan, khususnya pembiayaan nantinya,” katanya.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Brebes Yulia juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat yang mengalokasikan Program Bekerja di Kabupaten Brebes. “Kami akan memfasilitasi para peternak yang mendapat bantuan. Untuk itu, kami berjanji akan melaksanakan tugas dengan sepenuh hati untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat miskin di Kabupaten Brebes,” ujarnya.

Nasrullah berharap agar Program Bekerja ini berkelanjutan karena dinilai ampuh mengatasi ekonomi sulit rumah tangga, khususnya RTM.  Program ini memberikan peluang untuk membantu peningkatan pendapatan masyarakat miskin. "Yang terima 'kan masyarakat miskin," kata Nasrullah.

Selain itu, Nasrullah juga menjelaskan bahwa program ini nantinya akan dapat mempersempit ruang gerak oknum pedagang yang ingin mempermainkan harga. "Nantinya bisa memproteksi tengkulak yang akan mempermainkan harga. Maka diharapkan bekerja sama dengan Bumdes (Badan Usaha Milik Desa),” pungkasnya.

Selain memberikan benih pisang, Kementerian Pertanian (Kementan) juga menyediakan benih produk hortikultura lain seperti kangkung darat, pare, jagung manis. Termasuk bantuan ayam 50 ekor per rumah tangga.

Reporter : Kontributor

E-PAPER TABLOID SINAR TANI

Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018