Minggu, 16 Desember 2018


Menggeliat dan Mandiri, Pertanaman Sayur di Negeri Laskar Pelangi

24 Sep 2018, 15:05 WIBEditor : Gesha

petani umur 38 tahun dari Belitung yang sejak tahun 2013 berhasil menggerakkan siswa SMP dan SMA untuk sadar wisata dan tertarik bertani | Sumber Foto:HUMAS HORTIKULTURA

Masyarakat Belitung Mandiri Sayur

TABLOIDSINARTANI.COM, Belitung --- Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman seringkali menegaskan bahwa hortikultura tidak hanya terkonsentrasi di pulau Jawa, tetapi juga harus fokus di luar Jawa. Hal ini dimaksudkan agar pertanaman hortikultura di setiap pulau bisa mandiri. Dan kini, aneka sayur dan buah-buahan sudah mulai menggeliat juga di Belitung.

Kenyataan tersebut terlihat saat Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura, Liliek Sri Utami melakukan kunjungan lapang ke Negeri Laskar Pelangi tersebut.

Komoditas sayuran seperti cabai dan aneka sayuran dataran rendah menjadi komoditas andalan yang dapat dibudidayakan. Bahkan geliat hortikultura di Kepulauan Sumatera menjadi prioritas untuk dikembangkan sejalan dengan geliat pariwisata yang terus meningkat.

Liliek menambahkan menambahkan komoditas tersebut sangat penting untuk dikembangkan agar gejolak inflasi di wilayah ini bisa ditekan dan aman.

Salah satu PPL di Desa Terong Kecamatan Sijuk, Wise menuturkan potensi pengembangan hortikultura di desa ini bisa mencapai 15 Ha. "Komoditas yang cocok untuk dikembangkan adalah jenis sayuran dataran rendah seperti cabai, bawang daun, sawi dan seledri. Tahun 2018 kelompok tani kami mendapat  bantuan cabai seluas  5 Ha," ungkapnya.

Hal yang sama disampaikan oleh I G P Oka Seputro, Pejabat Sementara (PJs) Kades Terong mengatakan bahwa petani di wilayah kami sangat antusias dalam mengembangkan sayuran. "Anak-anak muda di sini sangat tertarik berbudidaya sayuran karena permintaan cukup tinggi dan harga bagus sehingga menjadi daya tarik sendiri bagi petani muda," tuturnya.

Seputro menambahkan sumber air cukup tersedia. "Sehingga tidak ada alasan untuk berbudidaya sayuran di wilayah kami. Hanya saja, kami masih membutuhkan plastik UV, mulsa, pompa irigasi, drip irigasi untuk di lapangan," tuturnya.

Contoh Sukses

Beberapa petani hortikultura di Belitung kini sudah terhitung sukses dengan pemasaran yang mereka rintis sendiri. Contohnya Yansa, Ketua Kelompok Tani Bina  Usaha dengan anggota 25 orang di Desa Terong Dusun Bebute Kecamatan Sijuk bahwa kelompok binaanya saat  ini mengembangkan seledri, sawi dan daun bawang.  "Di wilayah ini kami bersama kelompok membuat Hamparan "Aipog bersatu". Pemasarannya kami bawa ke Pasar Manggar dan Tanjung, harga lumayan dan petani untung,"  ungkapnya.

Yansa menambahkan bahwa rata-rata pendapatan bersih per bulan bisa mencapai Rp. 5 juta hanya dengan menanam sawi, seledri dan sayuran lainnya. "Kami ucapkan terima kasih ke Kementerian Pertanian, tahun ini kami dapat bantuan mesin pompa air, tangki semprot dan plastik. Kami harapkan bantuan ini bisa mendapat perhatian terus di lokasi ini supaya petani tambah bersemangat," ungkapnya.

Lain lagi dengan Maulidi, petani umur 38 tahun yang sejak tahun 2013 berhasil menggerakkan siswa SMP dan SMA untuk sadar wisata dan tertarik bertani, sekaligus pemilik tanah seluas 5 Ha di Desa Terong. "Kelompok binaan kami sangat senang, sepulang sekolah mereka semangat ke lahan.  Kami mengelola 5 Ha, setiap minggu bisa panen 3 ton  untuk komoditas sawi. Pasarnya di Tanjung Pandan dan Belitung Timur," ungkapnya.

Hanya saja, Maulidi masih terkendala  plastik UV karena masih terbatas. "Kelompok binaan sangat senang, karena kebutuhan sehari hari sudah terpenuhi bahkan bisa beli motor dengan memelihara 11 bedeng sawi," pangkas Maulidi.

 

 

Reporter : Gesha
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018