Jumat, 14 Desember 2018


Petani Aceh Kembali Bangkit Tanam Bawang Putih

04 Okt 2018, 16:58 WIBEditor : Gesha

Prihasto Setyanto, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura memberikan pengarahan membedakan benih bawang putih palsu | Sumber Foto:HUMAS HORTIKULTURA

Tanah rencong bertanam bawang putih

TABLOIDSINARTANI.COM, Aceh --- Meski sempat gagal panen akibat 'penipuan' oknum penyedia benih palsu beberapa waktu lalu, nyatanya tak menyurutkan semangat para petani di wilayah tengah Aceh untuk menanam bawang putih. 

 

Semangat itulah yang terlihat di raut wajah Petani Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah dan Gayo Luwes. 

Mereka sempat putus asa dan hampir tidak mau menanam lagi bawang putih. Bagaimana tidak, sudah menunggu 5 bulan lebih, tanaman bawang putih tak kunjung keluar umbinya. 

"Tahun 2016, petani di Bener Meriah tanam bawang putih 27 hektar. Tahun 2018 ini coba lagi 10 hektar. 5 bulan kami tanam ternyata tak juga kunjung nongol umbinya. Kami memang sempat kecewa, tapi kejadian yang lalu biar jadi pelajaran kami", imbuh Ketua Kelompok Tani Mutik Desa Panji Mulia Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah, Sugeng dan diamini puluhan anggotanya. 

Namun, berkat kesigapan Kementerian Pertanian, petani Aceh kembali bangkit untuk menanam bawang putih. 

Pemerintah dengan sigap membantu perbaikan sarana produksi agar kepercayaan petani kembali bangkit. Petani pun mengaku senang mendapat penjelasan langsung dari Kementerian Pertanian.

"Sekarang kami benar - benar paham serta bisa membedakan mana benih asli dan mana palsu setelah mendapat penjelasan langsung dari Pak Direktur Sayuran", ujar Sugeng.

Potensial Lahan

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Bener Meriah, Sudarman, menyebutkan potensi lahan sayuran dataran tinggi di wilayahnya lebih dari 8.000 hektar.

"Lahan kentang saja ada 2.000 hektar di ketinggian 800 - 2.000 mdpl. Lahan - lahan tersebut sangat potensial ditanami bawang putih", ujarnya.

Terkait gagal panen bawang putih di daerahnya, Sudarman mengatakan akan menuntut segera dilakukan penggantian benih dengan yang asli oleh penyedia benih.

"Selain itu petani akan dibantu dengan sarana produksi lainnya seperti mulsa dari Pemprov. Tujuannya tak lain biar petani tidak larut dalam kekecewaan", tandasnya didampingi Kasie Benih Dinas Pertanian Provinsi Aceh, Aryati Silmi.

Prihasto Setyanto, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura dalam rangkaian kunjungan kerja ke Aceh, menyempatkan menemui para petani bawang putih di Bener Meriah.

Dirinya mengaku kagum dengan potensi lahan yang dimiliki kabupaten di wilayah tengah Aceh tersebut.

"Selain meninjau lokasi, kami ke sini untuk memotivasi petani bawang putih yang sempat _drop_ karena gagal panen. Setelah kami beri penjelasan dan merangkul petani, Alhamdulillah mereka menyatakan siap menanam lagi bawang putih tahun depan", kata Prihasto.

Saat berdialog dengan Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar, Prihasto menyatakan komitmen pemerintah untuk mengembangkan bawang putih di wilayah Aceh khususnya Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Leues.

"Tahun depan kami akan akan tingkatkan alokasi APBN kesini mengingat potensinya di tiga kabupaten tersebut sangat luar biasa. Saya saksikan petani disini juga ulet dan semangat. Meski pernah gagal, tapi cepat bangkit semangat lagi. Kami juga dorong pengembangan bawang putih melalui skema kemitraan dengan importir. Satu yang sudah masuk yaitu PT Gudang Horti Sakti", tukas Prihasto.

Bupati Shabela Abubakar menyatakan dukungannya terhadap pengembangan bawang putih di wilayahnya.

"Bawang merah berkembang pesat disini. Meski agak beda, kami yakin bawang putih juga bisa. Saya minta alokasi APBN yang banyak. Silakan importir juga masuk kesini, tak usah kuatir", tegas Shabela. (hms)

Reporter : Kontributor
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018