Kamis, 15 November 2018


Malang Panen Raya Bawang Putih, Optimis Menjadi Penyangga Nasional

07 Nov 2018, 07:45 WIBEditor : GESHA

Panen raya Bawang Putih di Malang optimis penuhi kebutuhan nasional | Sumber Foto:HUMAS HORTIKULTURA

Bawang Putih Melimpah Ruah

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang ---- Pertanaman bawang putih di beberapa daerah mulai menunjukkan hasil, salah satunya di Malang yang kini tengah mengalami panen raya. Bahkan optimis menjadi penyangga kebutuhan bawang putih nasional. 

"Disini panen perdana bawang putih seluas 30 ha dengan produktivitas 12 sampai 15 ton per hektar. Artinya ada 360 ton sampai 450 ton bawang putih yang dipanen dari sini," ungkap Direktur Perlindungan Hortikultura, Sriwijayanti Yusuf saat panen raya Desa Bendosari, Kecamatan Pujon Kabupaten Malang.

Luasan 30 ha tersebut mencakup 3 Kecamatan yaitu Pujon Ngantang dan Kasembon. Dengan varietas varietas yang ditanam umumnya lumbuh hijau yang sudah adaptasi dengan kondisi Malang.

Lebih lanjut Sriwijayanti menuturkan Kabupaten Malang merupakan sentra produksi bawang putih sehingga hasil produksinya menjadi penyangga nasional.

“Kebutuhan bawang putih setiap tahun rata rata 500 ribu ton sementara produksi nasional kita hanya sekitar 20 ribuan ton. Artinya 96 persen kebutuhan bawang putih nasional di penuhi melalui impor. Ini yang harus kita kejar dan dorong petani bawang putih untuk terus bekerja cerdas dan semangat menanam bawang putih guna mewujudkan swasembada di tahun 2021,” ungkapnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Malang, Budiar mengungkapkan luas tanam bawang putih di Kabupaten Malang sampai dengan akhir Oktober 2018 seluas 186 ha. 

Dimana 30 ha pertanaman oleh importir dan 156 hektar tanaman swadaya. Pada November 2018 direncanakan tanam 54 ha yang terdiri dari 24 ha dari importir dan 30 ha APBN.

“Jadi sampai Akhir Desember 2018 diperkirakan luas tanam bawang putih di Malang seluas 240 hektar. Kami akan mendorong importir untuk terus mengembangkan bawang putih di Malang khususnya di Kecamatan Pujon, Ngantang, Kasembon, Wagir, Jabung dan Poncokusumo serta Karangploso,” ungkapnya.

Budiar menyebutkan sampai saat ini terdapat 7 importir yang melakukan wajib tanam di Malang dengan total target tanam mencapai 611 Hektar. Kabupaten Malang ke depan akan menjadi sentra pengembangan bawang putih.

“Yang terpenting juga kami sekaligus siap menumbuhkan penangkar bawang putih guna mendukung program swasembada bawang putih 2021,” ujarnya.

Importit Wajib Tanam

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Suwandi mengatakan dalam rangka percepatan swasembada bawang putih nasional Kementan telah menetapkan Permentan Nomor 38 Tahun 2017 dan perubahannya yaitu Permentan No. 24 Tahun 2018 tentang Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH).

Dimana Importir bawang putih wajib menanam dan menghasilkan bawang putih di dalam negeri sebesar 5 persen dari volume impor yang diajukan.

“Tahun ini Ditjen Hortikultura mengalokasikan 5.949 hektar melalui dana APBN yang tersebar di 19 Provinsi dan 78 Kabupaten/Kota. Untuk Kabupaten Malang Tahun 2018 baru dialolasikan 30 Hektar bawang putih, tahun 2019 nanti akan bisa di tingkatkan lagi,” katanya.

Suwito yang mewakili importir yang hadir pada acara panen bawang putih tersebut mengaku sangat bangga dan mengapreasi dukungan Kementan dan Dinas Pertanian yang mengawal kegiatan wajib tanam importir khususnya di Malang.

“Kami sangat terbantu dengan dukungan dari semua pihak sehingga panen hari ini bisa berjalan baik sekaligus hasilnya cukup baik bisa mencapai 12 hingga 15 ton per ha untuk varietas lumbuh hijau,” akui dia.

Hal yang sama dikatakan Landy wakil dari importir, bahwa kewajiban tanam di Malang akan diselesaikan seluas 55 ha yang direncanakan pada bulan November.

Kebijakan wajib tanam bagi importir tentu terus didukung dan ditaati bersama karena bisa memberikan solusi terbaik bagi kelompok tani.

“Saat ini benih dan saprodi sudah siap, serta hujan sudah mulai turun, realisasi tanam segera dimulai,” katanya.

Kelompok tani di Malang sangat senang dengan adanya pola kemitraan ini bersama importir, seperti yang dikatakan Ketua Kelompok Tani Alam Berkah sekaligus penangkar Benih di Desa Tawangsari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang, Muhammad Yusuf.

"Hasil panen kali ini cukup baik karena kondisi iklim mendukung dan hujan sudah mulai turun. Kelompok binaan kami siap menyukseskan malang menjadi sentra bawang putih nasional dan mendukung swasembada bawang putih 2021,” sebutnya.

 

Reporter : Kontributor

E-PAPER TABLOID SINAR TANI

Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018