Rabu, 12 Desember 2018


Lombok Barat Punya Manggis Lingsar untuk Tembus Ekspor

09 Nov 2018, 14:31 WIBEditor : Gesha

Manggis Indonesia punya keanekaragaman, salah satunya Manggis Langsir dari Lombok Barat | Sumber Foto:HUMAS HORTIKULTURA

Buah-buahan asli Indonesia ternyata sangat diminati di pasar internasional

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Lombok Barat --- Manggis termasuk buah tropik yang menjadi primadona ekspor Indonesia. Salah satu sentra utama manggis adalah Propinsi Nusa Tenggara Barat. Belum banyak yang tahu bahwa manggis varietas Lingsar adalah manggis asli dari Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat.  Buah asli ini tengah dipersiapkan untuk menembus pasar ekspor.

Buah dengan warna merah kehitaman dan kulit buah bagian dalam berwarna merah muda, daging buah putih bersih dan memiliki rasa manis ini digemari banyak orang. Di Kecamatan Lingsar, manggis ditanam hampir di setiap pekarangan rumah atau dalam hamparan kebun baik di lahan kering maupun lahan sawah.

Seorang petani manggis Lingsar, Sahnan Hadi menuturkan dirinya memiliki 50 pohon manggis di areal persawahan. Tiap pohon dalam satu musim menghasilkan 30 kg. Dalam setahun panen bisa dilakukan dua kali. Jika harga rata-rata manggis Rp 15.000 per kg, maka penghasilan dari manggis setahun dapat mencapai 50 juta rupiah. Sahnan memasarkan sendiri buah manggisnya kepada pengepul atau ke pasar terdekat.

“Dalam satu musim tiap pohon bisa menghasilkan 30 kg manggis. Setahun bisa panen dua kali, sehingga penghasilan setahun mencapai 50 juta rupiah. Menanam manggis sangat mudah dan tidak merepotkan. Hanya memupuk satu kali dalam setahun dengan pupuk NPK dan pupuk kandang,” jelas Sahnan. 

Di sentra manggis Desa Batu Mekar terdapat rumah kemas (packing house) tempat petani menjual produknya. Di lokasi ini manggis dipilah menjadi empat ukuran terdiri dari AB, 2A, 3A dan 4A. Manggis yang sudah dipilah ini selanjutnya dikemas dalam keranjang plastik berlapis busa lembab.

Tujuannya untuk menjaga kesegaran buah sampai ke tempat tujuan. Selanjutnya  buah manggis dikirim ke Balai Karantina Surabaya untuk  dibersihkan dari hama dan semut, untuk selanjutnya dibawa ke negara tujuan ekspor.

Direktur Perlindungan Hortikultura, Sri Wijayanti Yusuf dalam kunjungan kerjanya sempat menyampaikan agar petani merawat pohon manggis dengan pemupukan berimbang.  Selain itu penting menjaga sanitasi kebun, sehingga produksi buahnya akan lebih banyak dan lebih berkualitas.

Dirinya meyakinkan Kementerian Pertanian bersama Dinas Pertanian setempat akan mengawal petani untuk meregistrasi kebun manggis dan packing house, sehingga manggis Lingsar dapat diekspor langsung dari Lombok. Dan Kecamatan Lingsar dapat dikenal dunia  sebagai sentra manggis bermutu dan berdaya saing ujar Sri.

“Saya harap petani menjaga kualitas buah dengan pemupukan berimbang dan menjaga sanitas. Kami juga akan mengawal petani untuk meregistrasi kebun manggis dan packing house, sehingga manggis Lingsar dapat diekspor langsung dari Lombok. Saya berharap Kecamatan Lingsar dapat dikenal dunia  sebagai sentra manggis bermutu dan berdaya saing,” ujar Sri.

Reporter : Kontributor
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018