Rabu, 12 Desember 2018


Target 2020, Produksi Kentang untuk Industri

15 Nov 2018, 08:43 WIBEditor : GESHA

Kentang industri ditargetkan swasembada di tahun 2020 sehingga bisa memenuhi kebutuhan industri makanan dan minuman | Sumber Foto:HUMAS HORTIKULTURA

Produksi Kentang Konsumsi sukses 2018, Kentang Industri Diincar 2020

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Produksi kentang kini tengah digalakkan. Tak hanya untuk konsumsi, kentang untuk kebutuhan industri pun ditargetkan swasembada di tahun 2020. 

"Kita sudah swasembada Kentang Granula untuk konsumsi (kentang sayur) sejak 2018, sedangkan Kentang Atlantik untuk kebutuhan bahan baku industri swasembada target paling lambat 2020. Kami optimis bisa capai, kemarin kami dengan pelaku usaha menggelar rapat koordinasi untuk memacu pencapaian swasembada,” demikian dikatakan Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi.

Selama ini, kentang untuk bahan baku industri dipenuhi oleh impor.

Melansir data BPS, impor kentang industri pada tahun 2017 sebesar 51.849 ton yang nilainya mencapai Rp 275 miliar.

Namun pada Januari-September 2018 impor hanya 29.649 ton, senilai Rp 117 miliar, ini menandakkan impor kentang industri turun drastis.

“Yang tak kalah membanggakan, sejak 2018 tidak ada impor kentang konsumsi, sudah swasembada. Bahkan saat ini juga mendorong ekspor kentang segar. Januari-September 2018 sudah ekspor 2.781 ton,” ungkap Suwandi.

Dengan berkembangnya teknologi perbenihan dan pemuliaan benih kentang, kini telah ditemukan berbagai varietas seperti varietas Median, Bliss, Omabeli sebagai substitusi jenis Atlantik sehingga nantinya tidak lagi mengandalkan impor.

“Benih kentang lokal ini punya keunggulan bisa diproses tertentu sehingga hasil produknya akan bermanfaat bagi kesehatan, berdampak langsung bagi stamina tubuh. Tadi sudah diuji coba kekuatan otot tubuh terbukti dengan benih kentang lokal yang lebih kuat dari kentang impor,” ujarnya.

Kentang Industri

Suwandi menyebutkan swasembada kentang industri sebelumnya ditargetkan pada tahun 2019.

Akan tetapi setelah mencermati kesiapan industri, kemampuan produksi, umur panen tiga bulan, proses panen menjadi benih 3 hingga 4 bulan, sehingga paling lambat swasembada di tahun 2020.

“Bisnis kentang industri dikelola dua industri besar dan beberapa industri menengah dan kecil. Salah satu industri besar sudah mampu memproduksi sendiri dan swasembada pada Juli 2019 dan satunya lagi dilakukan percepatan paling lambat pada akhir 2020,” sebutnya.

Direksi PT Indofood Fritolay Makmur, Suaimi Suriady mengatakan perusahaannya memproduksi berbagai produk berbahan baku dari kentang.

Karena itu, sejak 2016 telah diajak Direktorat Hortikultura Kementan dan Kementerian Perdagangan guna menyiapkan roadmap mencapai swasembada bahan baku kentang industri.

“Sebagian besar bahan baku kentang kami bersumber dari mitra petani yang ditanam menggunakan benih yang tersedia. Kami akan selalu mendukung program dan mengikuti regulasi Kementan untuk mencapai Swasembada,” katanya.

Direktur Wingsfood, Stefanus menyatakan Wingsfood sebagai perusahaan olahan kentang yang baru berumur dua tahun perlu waktu untuk memenuhi kebutuhan bahan baku dari produksi kentang dalam negeri.

Untuk menuju pemenuhan bahan bakunya dari produksi dalam negeri, Wingsfood sedang dan akan melakukan penanaman di daerah Pemalang, Majalengka dan Magelang.

“Bahkan Wingsfood bekerjasama dengan Institut Pertanian Bogor dan Japan International Cooperation Program (red. JICA). Untuk memenuhi kebutuhan benihnya, Wingsfood akan bekerjasama penangkar benih dan importir benih untuk proses produksinya,” sebutnya.

Reporter : Kontributor
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018