Rabu, 12 Desember 2018


Dari Aceh Sampai Papua, Bawang Putih Menghampar

05 Des 2018, 09:53 WIBEditor : Gesha

Menteri Pertanian Amran Sulaiman sumringah melihat benih bawang putih yang akan digunakan petani dan semakin optimis swasembada di tahun 2021 bisa tercapai | Sumber Foto:HUMAS HORTIKULTURA

Swasembada bawang putih dalam negeri, bukanlah mimpi

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Solok --- Impian swasembada bawang putih di tahun 2021 nampaknya akan menjadi nyata karena pertanaman bawang putih kini telah menghampar dari tanah Aceh hingga ke Papua.

Sejak dicanangkan tahun 2017 lalu, sentra-sentra produksi bawang putih yang dulu periode 90-an pernah jaya seperti Temanggung, Tegal, Karanganyar, Malang, Lombok Timur kini kembali menggeliat bangun dari tidur panjangnya. 

“Kini juga mulai menjamur sentra baru penanaman bawang putih.  Tak hanya di wilayah Jawa tetapi juga di luar Jawa seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, NTT, bahkan sampai ke Papua,” ungkap Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi yang saat ini sedang meninjau lahan bawang merah di Solok, Sumatera Barat, Rabu (5/12).

Suwandi menegaskan sejak digulirkan program menuju swasembada bawang putih oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, telah terjadi peningkatan luas tanam yang signifikan.

Buktinya, bertahun-tahun data luas tanam bawang putih tidak  beranjak dari kisaran 2 ribuan hektar setahun, tapi di tahun 2018 ini ditargetkan penanaman bawang putih lebih dari 10 ribu hektar  yang berasal dari APBN dan wajib tanam importir. 

“Artinya, naik 500 persen tanam  tahun ini. Tahun 2019 nanti kita akan kejar tanam 18 ribu hektar untuk mencapai swasembada benih,” tegasnya.

Saat ini sentra baru yang tumbuh dan berkembang  umumnya menggunakan varietas lokal seperti Lumbuh Hijau, Lumbuh Kuning, Lumbu Putih, Sangga Sembalun dan Tawangmangu Baru dengan rata rata produktivitas 8-15 ton per hektar.

Lahan tanam disarankan di ketinggian diatas 800 meter diatas permukaan laut. Bisa dipanen setelah berumur 110 - 130 hari setelah tanam. 

Oleh sebab itu, Suwandi menyebutkan pihaknya akan menaikkan alokasi APBN khusus untuk bawang putih. Tahun 2017, telah dialokasikan APBN seluas 3.273 Hektar di 8 Kabupaten dan Tahun 2018 meningkat menjadi 5.949 Hektar yang tersebar di 79 Kabupaten. 

"Tahun depan kita upayakan minimal 10 ribu hektar lagi dari APBN dan 8 ribuan hektar dari skema wajib tanam guna menggenjot produksi dalam negeri. Tentunya ini akan semakin memantik geliat bawang putih di dalam negeri,” ujarnya. 

Adapun wilayah Sumatera yang selama ini tidak terdengar akan pengembangan bawang putih kini mulai bermunculan, seperti di Aceh Tengah,  Bener Meriah, Gayo Lues, Solok, Agam, Tanah Datar dan Solok Selatan.

Di wilayah Sumatera Utara malah muncul tiga sentra baru potensial yaitu Karo, Simalungun dan Humbang Hasundutan. Sentra baru juga mulai muncul di Merangin, Kerinci, Kepahiang, Rejang Lebong, Muara Enim hingga OKU Selatan. 

"Wilayah gugusan Bali Nusa Tenggara juga mulai bangkit lagi seperti di Tabanan,  Bangli, lombok timur, di NTB, TTS di NTT. Pun dengan Zona Sulawesi di Bantaeng, Enrekang, Sigi, Donggala, Poso, Minahasa dan Minsel,” ungkapnya.

Suwandi yakin dengan melihat dinamika dan perkembangan lapang, swasembada bawang putih bisa kita raih dan capai pada Tahun 2021.

Reporter : Rico HORTI
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018